News Update :

Kolom Pilpres 2014

Ekonomi

Hukum

Sosial Budaya | Kesra

Daerah | Regional

Berita Internasional

Asal Mula Manusia Menurut Kitab Suci dan Peradaban Gunung Padang

Senin, 15 September 2014

situsgunungpadang.com
Sketsa Situs Gunung Padang (http://www.situsgunungpadang.com/)
Media Warga Online - Misteri kehidupan manusia diperkirakan dimulai sekitar 5.872 hingga 4.942 sebelum masehi, dan dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama di muka bumi, yaitu Adam bersama dengan istrinya yang bernama Hawa. Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, mau pun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini

Lukisan mural berjudul Penciptaan Adam karya Michelangelo terdapat di atap Kapel Sistine di Vatikan yang menggambarkan peristiwa penciptaan Adam dan Hawa. Kisah tentang Adam terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. Beberapa rincian lain tentang kehidupannya dapat ditemukan dalam kitab-kitab apokrif, seperti Kitab Yobel, Kehidupan Adam dan Hawa, dan Kitab Henokh.

Menurut kisah di atas, Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Adam kemudian ditempatkan di dalam Taman Eden yang berarti tanah daratan, terletak di hulu Sungai Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat (di sekitar wilayah Irak saat ini). Ia kemudian diperintahkan oleh-Nya untuk menamai semua binatang. Allah juga menciptakan makhluk penolong, yaitu seorang wanita yang oleh Adam dinamai Hawa. Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden dan berjalan bersama Allah, tetapi akhirnya mereka diusir dari taman itu karena mereka melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Bila membaca silsilah Kitab Kejadian, Adam meninggal dunia pada usia 930 tahun. Dengan angka-angka seperti itu, perhitungan seperti yang dibuat oleh Uskup Agung Ussher, memberikan kesan bahwa Adam meninggal hanya sekitar 127 tahun sebelum kelahiran Nuh, sembilan generasi setelah Adam. Dengan kata lain, Adam masih hidup bersama Lamekh (ayah Nuh) sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Menurut Kitab Yosua, kota Adam masih dikenal pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan.

Menurut pandangan Baha'i, Adam adalah perwujudan Allah yang pertama dalam sejarah, dimana penganut Baha'i meyakini bahwa Adam memulai siklus Adamik yang berlangsung selama 6.000 tahun dan berpuncak pada Nabi Muhammad.

Di ajaran agama Samawi, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan (kembar). Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.

Sementara itu menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan di bumi, tapi manusia dijadikan khalifah (pengganti/penerus) di bumi, sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang diganti, dengan kata lain adalah Adam 'bukanlah makhluk pertama' di bumi, tetapi ia adalah 'manusia pertama' dalam ajaran agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi.

Sebelum kehadiran manusia telah banyak umat yang terdiri malaikat, jin, hewan, tumbuhan dan sebagainya, karena dalam Al-Qur'an ciptaan Allah disebut juga dengan kata umat. Sesuai dengan salah satu surah Al An'aam 38, yang berbunyi:

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (Al An'aam 6:38)

Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas. Dalam literatur Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memilki karakteristik yang sangat primitif dan tidak berbudaya.

Volume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok makhluk ini kemudian dinamakan oleh para arkeolog sebagai Neanderthal.

Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara homo sapiens memiliki volume otak di atas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc). Maka dari itu, bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang lalu, telah ada sosok makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.

Namun bila melihat penemuan Gunung Padang di Desa Karyamukti, Campaka, Cianjur, ada teknologi yang sangat maju di bawah tumpukan punden berundak yang besarnya 8 kali Candi Borobudur itu. Indikasi adanya teknologi metalurgi purba diperkuat lagi oleh temuan segumpal material seperti logam sebesar 10 cm oleh tim Ali Akbar pada kedalaman 1 meter di lereng Timur Gunung Padang. Material logam berkarat ini mempunyai permukaan kasar berongga-rongga kecil dipermukaannya. Diduga material ini adalah adonan logam sisa pembakaran (“slug”) yang masih bercampur dengan material karbon yang menjadi bahan pembakarnya, bisa dari kayu, batu bara atau lainnya. Rongga-rongga itu kemungkinan terjadi akibat pelepasan gas CO2 ketika pembakaran.

Hasil analisis Radiometrik dari kandungan unsur karbonn pada beberapa sampel semen di bor inti dari kedalaman 5 hingga 15 meter yang dilakukan pada tahun 2012 dan telah diuji di laboratorium bergengsi BETALAB, Miami, USA pada pertengahan 2012 menunjukan umur dengan kisaran antara 13.000 sampai 23.000 tahun lalu. Kemudian, hasil Carbon Dating dari lapisan tanah yang menutupi susunan batu kolom andesit di kedalaman 3 hingga 4 meter di Teras 5 menunjukkan umur sekitar 8.700 tahun lalu.

Sebelumnya hasil Carbon Dating yang dilakukan di laboratorium BATAN dari pasir dominan kuarsa yang mengisi rongga di antara kolom-kolom andesit di kedalaman 8-10 meter di bawah Teras 5, juga menunjukkan kisaran umur yang sama yaitu sekitar 13.000 tahun lalu.

Fakta itu sangat kontroversial karena pengetahuan yang diyakini peneliti saat ini belum mengenal atau mengakui ada peradaban (tinggi) pada masa purba itu, di manapun di dunia seperti yang dikisahkan dalam berbagai kitab suci atau hasil penelitian lainnya. Penemuan tersebut memunculkan dugaan bahwa di masa prasejarah Indonesia, telah hidup peradaban yang menyerupai kemajuan peradaban Mesir saat pembangunan piramida dan jauh lebih tua dari peradaban Mesir kuno.

Struktur bangunan dari susunan batu-batu kolom berdiameter sampai 50 cm dengan panjang bisa lebih dari 1 meter ini sudah sangat spektakuler karena bagaimana mungkin masyarakat purbakala dapat membentuk potongan-potongan batu persegi panjang dan menyusun batu-batu besar yang sangat berat ini sedemikian rapihnya dan direkatkan dengan semen melalui suatu adonan material yang istimewa.

Selanjutnya survei geolistrik yang dilakukan di sekitar lokasi pengalian oleh tim geologi dan geofisika dari LabEarth LIPI, menguak fakta baru mengenai bangunan purba di bawah permukaan ini. Survei terbaru ini adalah survei mendetail sebagai lanjutan dari puluhan lintasan survei geolistrik 2-D, 3-D dan survei georadar yang sudah dilakukan pada tahun 2011, 2012 dan awal 2013 di sekujur badan Gunung Padang, dari kaki sampai puncak bukit. Hasil survei geolistrik memperlihatkan bahwa lapisan susunan batu kolom yang terlihat di kotak gali keberadaannya dapat diikuti terus sampai ke atas bersatu di bawah badan situs Gunung Padang di atas bukit, dan juga melebar sampai jauh ke kaki bukit.

Sementara itu dari hasil citra Tomografi, di bawah gundukan ribuan batu yang tersusun rapih di Gunung Padang terdapat ruang yang sangat besar dan di bawah ruang besar tersebut tampak terlihat semacam cawan besar atau benda berbentuk parabola yang memiliki gelombang energy.

Saat ini Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang dengan dibantu TNI tengah berupa terus untuk segera menemukan dan membuka pintu masuk ke dalam rongga perut punden berundak yang memiliki luas areal sekitar 29 hektar. Dengan terbukanya pintu masuk ke dalam rongga situs ini, diharapkan akan membuka segala macam tabir misteri kehidupan manusia di muka bumi yang tentunya akan mengguncang dunia.

Ketua Bidang Geologi TTRM, Dr Danny Hilman Natawidjaja, hari ini menyatakan secara terang benderang bahwa Gunung Padang adalah Piramida Nusantara.

Ekspose dan laporan ilmiah akan segera dikeluarkan ke publik, sementara penggalian serta Eskavasi Arkeologi yang dipimpin DR Ali Akbar akan ekspose di lokasi tanggal 20 September 2014 mendatang.

Selanjutnya hasil temuan ini akan diserahkan ke negara langsung ke Presiden bersama departemen-departemen pendukung lainnya. (RMOL).

Pandangan tentang Quick Count oleh Dr. Deden Rukmana

Kamis, 17 Juli 2014

Validitas Quick Count dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2014. 

Pandangan tentang Quick Count oleh Dr. Deden RukmanaMediawarga.info - Pemilihan presiden Indonesia tahun ini cukup mengundang banyak perhatian ilmuwan yang mendalami riset kuantitatif sehubungan dengan maraknya diskusi terkait quick count. Tulisan ini dimaksudkan untuk menunjukkan tahapan-tahapan ilmiah dalam quick count yang dapat menjadi acuan untuk mengukur validitas quick count.

Quick count adalah metode ilmiah untuk mengestimasi parameter populasi dari informasi statistik yang diperoleh dari samples. Dalam kasus ini, kita ingin mengetahui proporsi pemilih Prabowo Subianto (PS) dan Joko Widodo (JW) dari informasi yang diambil di TPS yang dijadikan sample. Quick count mengambil data dari sebagian kecil saja dari total TPS di Indonesia berjumlah 479.183. Hanya quick count yang valid dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang dapat digunakan untuk mengestimasi proporsi pemilih PS dan JW.

Tahap pertama adalah menentukan sampling frame. Quick count yang valid adalah yang menggunakan seluruh 479.183 TPS sebagai sampling frame. Quick count yang sengaja ataupun tidak sengaja mengecualikan sebagian dari 479.183 TPS tersebut menjadi tidak valid.

Tahap kedua adalah memilih TPS sample yang memenuhi kaidah EPSEM (equal probability sampling method). Semua TPS yang masuk dalam sampling frame memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih sebagai sample. Ini adalah tahap awal yang paling penting dalam quick count. Bilamana TPS sample dipilih karena kemudahan logistik untuk pengambilan datanya maka quick count tersebut menjadi tidak valid.

Tahap ketiga adalah pengumpulan data dari TPS samples. Ini adalah tahapan yang paling menyita waktu, biaya dan tenaga. Lembaga survey mengambil data dari masing-masing TPS samples yang berjumlah ribuan. Lembaga survey perlu juga menjamin tidak terjadi manipulasi dan rekayasa data selama tahapan ini. Bilamana terjadi manipulasi dan rekayasa dalam tahapan ini, data yang terkumpul menjadi tidak valid dan mesti dibatalkan.

Tahap keempat adalah agregasi dan analisa data. Dalam tahapan ini semua data yang masuk diagregasi untuk menentukan proporsi pemilih PS atau JW. Proporsi agregasi ini disebut juga proporsi sample dan yang dilaporkan oleh lembaga survey, seperti 52% ataupun 48%. Proporsi sample untuk masing-masing calon presiden jika dijumlahkan harusi menjadi 100%. Selain proporsi agregasi ini, lembaga survey harus menentukan margin of error. Besarnya margin of error ditentukan oleh nilai alpha (tingkat kepercayaan) dan jumlah TPS sample. Semakin besar jumlah TPS sample maka margin of error akan semakin kecil. Jika nilai margin of error dikalikan dengan dua lebih besar dibandingkan selisih proporsi sample maka quick count tersebut menjadi inkonklusif. Contoh, margin of error = 2.5 dan proporsi sample = 52% and 48%, maka 2.5 x 2 > 52-48, sehingga hasil quick count tersebut tidak konklusif dan kita tidak bisa memperediksi dengan tepat siapa pemenang pemilu tersebut.

Margin of error atau margin of sampling error (MOSE) adalah kesalahan atau biaya yang tidak bisa dihindari karena kita mengambil informasi dari sample dan tidak dari populasi. Terdapat kemungkinan bahwa sample yang terpilih tidak sempurna untuk merepresentasikan populasi. MOSE ini ditentukan oleh besarnya jumlah samples dan tidak oleh besarnya populasi. Nilai alpha (tingkat kepercayaan) juga mempengaruhi MOSE. Tingkat kepercayaan yang paling umum digunakan lembaga survey adalah 95% — berarti setiap 95 kali dari 100, kita percaya bahwa estimasi yang kita peroleh dari sampling adalah representasi yang tepat dari populasi.

Quick count adalah metode ilmiah yang dapat digunakan untuk mengestimasi hasil pemilihan presiden Indonesia. Quick count memiliki validitas yang lebih baik ketimbang exit poll. Quick count hanya memiliki sampling error, sementara exit poll bisa juga memiliki coverage error, measurement error ataupun nonresponse error. Ketiga jenis error ini tidak terdapat dalam quick count.

Jika lembaga-lembaga survey tersebut memenuhi semua keempat tahapan ilmiah di atas maka quick count adalah cara yang valid untuk mengestimasi pemenang pemilihan presiden Indonesia tahun 2014 ini. Bilamana lembaga-lembaga survey tersebut memenuhi semua kaidah dalam keempat tahapan ilmiah tersebut, seyogyanya hasil yang dilaporkan oleh lembaga-lembaga survey tidak akan jauh berbeda.


Ditulis oleh Dr. Deden Rukmana (Savannah State University, Amerika Serikat).


Catatan:
Kita melakukan ini karena netral dan hanya ingin memberikan pencerahan dari segi kepakaran.

Sumber: http://i-4.or.id/id/pandangan-tentang-quick-count-oleh-dr-deden-rukmana/

Membedah Keanehan Website Kawalpemilu.org


Mediawarga.info - Beberapa waktu yang lalu saya dikirimi pesan di WA oleh teman di jakarta. Teman saya itu memberitahu bila ingin melihat hasil real count pilpres 2014 secara detail cukup klik www.kawalpemilu.org, kata teman saya di website tersebut sangat lengkap data, termasuk screen shot hasil pemilu C1 yang di download dari website resmi KPU.

Akhirnya saya coba membuka website www.kawalpemilu.org ini, hasilnya.. aneh?. Sebuah website dengan aplikasi JQUERY canggih namun tanpa css atau atau tampilan yang menarik. Web yang katanya bersifat independen dan dikerjakan sampai 700 orang relawan (sumber : facebook KawalPemilu) ini selesai di-input dalam waktu 5 hari selesai hingga 99% tiap propinsi.


Sangat hebat, itu kata saya bahkan lengkap dengan data error yang katanya sudah terverifikasi dengan baik. Saya mencoba mengklik pada kabupaten, kecamatan, kelurahan dan TPS. Rupanya sang developer web mencoba untuk tidak merender data secara URL biasa, tapi menggunakan teknologi AJAX.




Sebelum itu, saya mau lihatkan dulu kapan dan punya siapa nih web. Hasil cek di www.who.is, didapatkan bahwa web www.kawalpemilu.org hadir didunia pada tanggal 11 Juli 2014. server di di dreamhost.com

ns1.dreamhost.com     66.33.206.206
ns2.dreamhost.com     208.97.182.10
ns3.dreamhost.com     66.33.216.216

Dan ini milik.. Ops tunggu dulu, sang pemilik domain enggan memberikan datanya.

Registrant Contact Information:
    Name: Private Registrant
    Organization: A Happy DreamHost Customer
    City: Brea
    State: CA
    Zip: 92821
    Country: US
    Phone: +1.7147064182
    Email: Email Masking Image@dreamhost.com

pemilik rupanya memilih opsi hidden register domain. Jadi kita hanya bisa melihat non register contact di who.is.

Dengan jumlah TPS sebanyak 472.672 yang ada diseluruh Indonesia, sungguh hal yang sangat luar biasa dikerjakan dalam waktu singkat apalagi mengerjakan dalam waktu lima hari. Coba kita bagi 472.672 tps /700 orang = 672,2457 artinya setiap orang mengerjakan 672 tps.

Anda bayangkan bahwa dengan koneksi internet yang tidak stabil di web, apalagi website yang kadang-kadang lama loadingnya. Kalau saja untuk menginput 1 tps butuh waktu sekitar 5 menit, 675 tps x 5 menit = 3376 menit /60 menit = 56 jam. Artinya butuh waktu lebih dari 2 hari 8 jam.





Anehnya, saya mencoba menjadi relawan input. Dasarnya sih semua bisa input, tidak peduli siapa pilihan presiden kita. Ada link ke facebook ke https://www.facebook.com/pages/Kawal-Pemilu-2014/1452601258341836. Tempat saya bisa suka dan bisa daftar katanya. Cuma yang paling anehnya lagi.. 14 Juli baru bergabung di facebook. Waduh. bukannya butuh waktu 2 hari 8 jam tiap orang untuk menginput? hari ini saja baru tanggal 15 Juli 2014 jam 23.00 WIB.





Akhirnya saya memilih pending untuk like nih facebook. Setelah dipantengin nih facebook, rupanya yang punya adalah ..

Adalah Ainun Najib sosok utama yang menginisiasi website tersebut. Ainun kini masih menempuh studi di Nanyang Technological University dan berdomisili di Singapura. (METROTVNEWS.com).

Hebat sekali lagi, Ainun Najib tinggal di Singapura. Cuma dapat darimana relawan 700 orang secepat kilat dengan spesifikasi yang luar biasa? kapan melatihnya ? dimana inputnya? bisa orang tidak tidur 2 hari 8 jam? input seabrek itu.. Pastinya orang hebat dan jago website semua nih.

"Ainun juga menekankan kepada 700 relawan yang sejauh ini sudah bergabung untuk melakukan entry data, bahwa kawalpemilu.org independen. "Relawan kita itu ada yang dukung Jokowi, ada yang Prabowo, ada juga yang netral. Itu tidak bisa kita lepaskan," kata putra Gresik, Jawa Timur itu. "

Jadi kembali ke awal, siapa fundingnya nih? Hari gini gratisan input? masak sih? 2 hari 8 jam bergadang tidak tidur tidak ngapa-ngapain? Orang butuh THR juga lah..

Andai saja berbayar inputnya. Mungkin butuh uang sebesar Rp. 1000/input x 472.672 tps = Rp. 472.672.000 (Empat Ratus Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah). Belum servernya.. Banyak yah..

Dan ini yang paling aneh..

Website ini ada akses lansung ke server KPU ?. Tunggu dulu, saya coba cek website http://pilpres2014.kpu.go.id/. Lansung cek ke unduhan per TPS. Tidak ada subdomain http://scanc1.kpu.go.id/ . Yang ada cuma link seperti ini : http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php?cmd=download&tps=1&kel_id=17381. 





Pertanyaan paling besar adalah darimana para programmer mendapatkan domain http://scanc1.kpu.go.id/ apalagi mendapatkan file viewp.php . Url tersebut berguna untuk meload secara otomatis menggunakan skrip AJAX tampilan gambar C1 tanpa mendownload dahulu gambar C1. Apakah KPU tahu ini? ..

bersambung...

*sumber: http://www.kitapks.com/?/baca/74/Membedah-Keanehan-Website-KawalPemilu.org-%28Bagian1%29.html
PKSPiyungan.org

Palestina Melobi Agar Berada di Bawah Perlindungan PBB

Selasa, 15 Juli 2014

Seorang perempuan Palestina dan anak-anaknya berusaha menyelamatkan diri saat terjadi serangan udara tentara Israel di Kota Gaza, Rabu (9/7/2014). 
JAKARTA, Mediawarga.info - Duta Besar Palestina, Fariz Mehdawi, Senin 14 Juli 2014, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dan beberapa negara lainnya untuk memaksa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat lebih menekan Israel.

"Pak Marty (Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri RI) mengatakan bahwa dia memberikan bantuan kepada Gaza di mana situasi saat ini sangat serius," ujar Mehdawi di Istana Negara, Jakarta.

Mehdawi menambahkan, di Palestina, sekitar 5.000 anak kini telah kehilangan tempat tinggal. "Kami membutuhkan evakuasi," kata dia.

Besok, pemerintah Palestina mencoba sebaik mungkin untuk melobi PBB agar menempatkan semua warga Palestina berada di bawah perlindungan PBB. Apalagi, kini banyak teror dan penderitaan dialami anak-anak dan warga Palestina.

"Alhamdulillah kami mendapat dukungan yang cukup dari pemerintah dan warga Indonesia. Kepada semua warga Indonesia, saya mengucapkan terima kasih untuk semua dukungan dan sumbangannya," kata dia.

Saat ini, ia melanjutkan, sedang diupayakan untuk menyumbang obat-obatan sesegera mungin.

Dia menegaskan bahwa konflik di Gaza bukanlah konflik antara dua negara dengan dua tentara. Apa yang lakukan Palestina baik dengan jalur politik maupun jihad hanyalah untuk mempertahankan diri.

"Kami berada di bawah serangan dan kalian tahu, kami adalah orang-orang yang memiliki keberanian. Kami sangat bersyukur karena Tuhan melindungi kami. Kami tidak sepadan dengan Israel di mana tentaranya adalah nomor empat terbaik di dunia dengan serangan-serangan nuklir. Israel mengerahkan semua tentaranya di Gaza. Kami hanya memposisikan diri untuk pertahanan diri," kata dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengatakan, dia sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Palestina untuk mendiskusikan bagaimana cara mengirim obat-obatan.

"Khusus obat-obatan harus dipastikan apa yang diperlukan dan bagaimana serta cara penyalurannya karena kita ketahui Gaza wilayah yang diblokade Israel," kata dia.(VIVA.co.id)

Aku Terlahir di Gaza....Palestina Ya Palestina

Semua orang didunia tahu, aku anak PALESTINA..!!"
Palestina Ya Palestina.

Tuhan menghendaki aku terlahir di Palestina.
Negeriku, Palestina, darahku, Palestina.

Aku terlahir di tengah desing peluru dan aroma kematian. Aku tak tahu, mungkin saat aku dilahirkan, tak jauh dari sisiku, ada saudaraku sesama anak Palestina yang meregang nyawa dengan luka menganga di dada dan kepala akibat peluru yang meghujam atau pecahan bom yang mendera.

Aku menangis saat dilahirkan, itulah garis hidupku, untuk menangis diawal kehidupanku. Mungkin tak jauh dari sisiku, ada juga yang menangis. ya, Ibu dari anak Palestina yang kehilangan anak akibat kejamnya peperangan. Anak itu sudah tidak bisa lagi menangis, mana mungkin, dia sudah terbujur kaku, tak berdaya dengan darah mengalir dari luka yang pasti sakit tak terkira & Ibuku, pasti tersenyum saat aku lahir ke dunia, meski aku yakin, ia tak akan menampakkan nya saat melalui lorong kematian di rumah sakit yang penuh sesak dengan gelimpang korban anak Palestina. Ibuku, pasti menangis jua, meski tertahan sesak di dada.

Ayahku, saat itu tak ada, kelak aku tahu bahwa saat aku memandang dunia, dia tengah memandang kematian dengan sekedar batu melawan tank dan tentara yang membabi buta, menyerang menggila.

Aku beruntung, masih bisa bertemu ayahku, meski pada akhirnya aku harus rela, ayahku kelak juga terbujur di tengah deru pesawat tempur yang memuntahkan bom kemana saja, di kota yang kucinta.


Gaza, itu tercatat dalam buku kelahiranku, aku terlahir di Gaza.

Masa kecilku, kulalui dengan mainan senjata dan perang-perangan, ya, bagaimana tidak. Kotaku dikuasai pasukan asing bersenjata. Sesekali kulihat senjata itu menyalak, memuntahkan isinya, ada gas air mata, dan tentu ada yang peluru tajam meminta nyawa, warga Palestina, dan tak jarang anak Palestina.

"Senjataku hanyalah ketapel dan batu...!!"

Aku melihat anak Palestina seusiaku, sudah berani melawan pasukan asing meski hanya dengan ketapel kecil berisi sejumput batu yang tak berarti apa-apa jika mengenai tameng tentara atau besi kendaraan lapis baja. Mereka berani tampil ke muka hingga ke dekat moncong senjata.


Aku tak tahan, akhirnya akupun ikut jua. Aku senang, karena aku merasa sebagai pejuang, alias jagoan. Aku tak takut, bukankah anak Palestina lain jg tidak takut ?

Aku belum berusia remaja sampai suatu saat kelak aku kehilangan kawanku yang kulihat kerap melempar batu dan melontar ketapel tak lelah-lelahnya, ya kelak ku tahu itu bernama Intifada.

Kawanku menjadi korban Intifada.

Lama kelamaan aku menjadi terbiasa, melihat dan mendengar kawan, saudara, kerabat ataupun orang tak kukenal yang hilang atau tak tentu semesta, kabarnya dibawa pasukan asing dimasukkan ke penjara gelap gulita, atau tewas tak bernama.

Aku terbiasa mengalami kehilangan, aku terbiasa melihat & merasakan derita, aku terbiasa melihat airmata & pasti aku terbiasa melihat warna merah mengalir dimana-mana.

Kata semua orang, kini kau sudah menjadi anak Palestina !.


Baru kutahu, anak Palestina berarti anak terjajah, yg harus membebaskan negeri dari cerita kelam negeri yg terlunta. Dan baru kutahu, Israel adalah negara yg dahaga atas tanah Palestina. Aku mulai merasa, bahwa aku bermakna dan bangga menjadi anak Palestina.

Kini, di penghujung tahun, kudengar lagi deru mesin tempur berseliweran di langit kotaku, kudengar dentuman membahana di sudut-sudut wilayah permaiananku,kutatap kilatan cahaya mematikan menyilaukan pandangan mataku disertai bunyi sirene di segala penjuru.
Pagi, siang dan malam terus berlanjut tak menentu, deru itu, dentuman itu dan kilatan cahaya itu menyergap seluruh sisi hidupku.


Kulalui hari dengan berlari, berlindung dan bersembunyi dari serbuan tak menentu.

"Cita-cita ku kelak adalah INTIFADAH..INTIFADAH...INT
IFADAH....!!!"

Aku tak tuli,
kudengar tangisan dimana-mana, kudengar jerit teman sebaya,
Ibu-ibu Palestina menggendong anak dan orang tua paruh baya yang terpaksa harus terpapah tanpa daya. Dan kudengar lenguh terakhir nyawa di dada.

Aku tak buta, kulihat luka, kulihat jasad dimana-mana, kulihat merah itu ada dan tak terkira, kulihat kotaku tak lagi indah mempesona. Dan harapan itu sepertinya sirna. Aku tak menangis, meski ayahku menjadi jasad tersisa di tengah gempuran melanda kota.
Tak ada lagi tangis, aku sudah terbiasa, seperti juga anak Palestina lainnya.

Waktu itu tiba, kata orang mulai ada perang kota !
Aku berlindung dibalik reruntuhan bangunan rumah ibadah, yang hancur oleh tembakan serdadu nista, aku lihat, ada orang Palestina bersenjata, dengan tutup wajah dimuka, kutahu juga ada remaja Palestina memanggul senjata.
Mereka sigap, lincah, berlari ke sudut-sudut tak terjamah, melawan pasukan asing yang menyerbu kedalam kota.

Aku tahu, mereka siap mati di tanah tercinta.


Ah, seandainya aku bisa melalui hari-hari ini, tanpa sebutir peluru mengenai dada, tanpa pecahan bom menerpa kepala, mungkin aku tak-kan lupa, ini catatan kelam manusia di tanah terjajah, Palestina.

Ya Allah,


perkenankan aku menjadi remaja, agar aku bisa berlari membawa bendera Palestina, berikat kepala, bolehlah juga bersenjata, apa adanya, melawan pasukan Israel sampai tetes terakhir itu tiba.

Kalau Kau berbaik hati Yaa Allah,
ijinkan aku menjadi dewasa, agar aku mengikat keras bendera Palestina di tiang dan sisa bangunan menjulang ke angkasa.

Kulekatkan ikat kepala, selekat jiwa dan raga, senjata, apapun bisa kuguna, melawan hingga gelora di dada sirna bersamaan dengan hembusan nafas yang tersisa.

Aku anak Palestina,
selamanya Palestina,
Darahku, merahnya Palestina.. adalah KEHIDUPAN-KU..

Indonesia akan Kirim Pasukan Tambahan Demi Palestina

Kopassus
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat
 Mediawarga.info, JAKARTA - Meski memasuki bulan suci Ramadan, konflik antara Palestina dan Israel kembali bergejolak. Sampai saat ini, wilayah Jalur Gaza masih mencekam, setelah pasukan militer Israel melakukan serangan udara.

Namun, serangan pun kembali dibalas kubu Palestina, di mana bantuan pasukan Hamas meluncurkan roket-roket ke wilayah Israel.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa Indonesia yang juga merupakan anggota PBB tidak tinggal diam, karena telah mengirimkan 1.900 pasukan perdamaian.

"Prinsip dasar kita, kita ingin selesaikan secara damai antara Palestina dan Israel," jelas Purnomo, saat ditemui wartawan di Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu 9 Juli 2014.

Purnomo juga mengatakan bahwa pengiriman pasukan Indonesia yang mengusung misi perdamaian merupakan yang terbesar.

"Kita juga akan berangkatkan 1.000 pasukan lagi, tetapi tidak hanya di daerah konflik antara Palestina-Israel tapi juga di Konggo Afrika Tengah," ungkapnya.

Update

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia seperti dilansir VIVAnews pada Rabu 9 Juli 2014 siang, menyatakan pasukan perdamaian yang dimaksud adalah pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa. Mereka sekarang sedang bertugas di Lebanon.

Sesat Pikir Quick Count

 

Mediawarga.info - Pemilihan presiden (pilpres) telah usai dilaksanakan dengan menyisakan permasalahan terhadap kepastian pemenang. Penyebab dasarnya adalah adanya hasil quick count (QC) yang berbeda di antara lembaga survei. Pertanyaannya, mahluk apakah QC tersebut? Bagaimana kita harus memahami QC agar tidak terjadi sesat pikir? Peristiwa pilpres ini adalah momentum penting dalam mengubah wajah Indonesia.

Kontroversi yang timbul dari perbedaan hasil QC jika dibiarkan dapat memicu konflik horizontal yang merugikan masyarakat luas. Menyikapi kondisi tersebut maka Kelompok Peneliti Survey Research Methodology, Departemen Statistika IPB, menyatakan keprihatinan dan berharap agar semua pihak dapat menahan diri. Diharapkan agar masyarakat dapat menyikapi perbedaan hasil QC dengan beberapa perspektif berikut ini.


Pertama, QC berada pada ranah ilmiah, sehingga pelaksanaannya harus mengedepankan nilai-nilai etika, integritas, objektivitas, dan kebenaran. QC bertujuan untuk menduga persentase perolehan suara dalam pemilihan umum (pileg/pilpres/pilkada). Hasil dugaannya bisa berbeda-beda antar-survei, serta kecil kemungkinannya untuk tepat sama dengan hasil perhitungan KPU. QC dengan hasil selisih perolehan suara yang lebih kecil atau sama dengan dua kali sembir galat (margin of error) tidak akan mampu membedakan antara pihak yang menang dan yang kalah.


Kedua, QC merupakan bentuk khusus dari survei (sample survey) dengan tujuan untuk menduga (to estimate) parameter populasi, yaitu persentase perolehan suara secara keseluruhan. Parameter itu belum diketahui sampai saatnya nanti diumumkan oleh KPU. Ketiga, karena QC itu merupakan survei, maka agar hasil QC itu bisa dipercaya harus memenuhi dua prinsip utama, yaitu contoh (sample) harus representatif  dan jumlahnya cukup.


Keempat, hasil dari QC merupakan dugaan terhadap perolehan suara yang sesungguhnya (true value) dari peserta pemilu. Karena hasil QC adalah dugaan, maka sudah pasti ada kesalahan di dalamnya, yang disebut sebagai galat (error), sehingga kecil kemungkinan hasil QC akan tepat sama dengan hasil penghitungan KPU. Kelima, sebagai suatu survei, maka QC tunduk pada sifat-sifat survei yaitu mengandung galat percontohan (sampling error) dan galat bukan percontohan (non-sampling error); semakin besar ukuran contoh, semakin kecil galat percontohannya; hasil dari satu survei ke survei yang lain hampir pasti berbeda; berpotensi mengandung bias jika salah merancang pengambilan contohnya dan jika terdapat banyak TPS yang tidak berhasil dikumpulkan datanya.


Keenam, QC memiliki "dadu bersisi tiga" yang masing masing sisinya mencerminkan ukuran contoh, tingkat kepercayaan, dan sembir galat. Ketiga sisi ini tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.  Jika ukuran contoh membesar, maka tingkat kepercayaan kita terhadap hasil QC meningkat karena sembir galatnya mengecil.


Ketujuh, apabila selisih perolehan suara dari suatu QC lebih kecil atau sama dengan dua kali sembir galat, maka hasil dari QC itu tidak akan mampu membedakan mana yang menang dan mana yang kalah, atau bersifat inkonklusif. Hasil yang inkonklusif ini tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa QC tersebut salah. Kesembilan, QC jika dirancang dengan baik dan dilaksanakan dengan benar akan memberikan hasil yang memuaskan dalam arti ketepatannya dan ketelitiannya dapat diukur.


Lalu bagaimana cara menyikapi perbedaan hasil QC oleh beberapa lembaga survei yang menghebohkan itu? Pilpres yang telah berjalan dengan lancar dan aman seharusnya tidak dicederai oleh perbedaan hasil QC karena berpotensi merusak wajah demokrasi yang sedang dibangun oleh bangsa ini.  Karena itu sikap-sikap berikut penting dikedepankan oleh kita semua.


Pertama, kredibilitas dari suatu survei tidak dapat dihakimi hanya dari hasilnya, melainkan harus dinilai dari perencanaan, implementasi, sampai ke hasilnya. Kedua, penting dan mendesak untuk dilakukan audit terhadap seluruh penyelenggara QC yang mencakup sampling design, proses pengumpulan data, manajemen data, analisis dan penarikan kesimpulan, serta kualifikasi SDM dan ketersediaan perangkat pendukung untuk dapat melaksanakan QC dengan benar.


Ketiga, sebaiknya kita semua bersabar menunggu hasil KPU yang akan diumumkan tanggal 22 Juli yang akan datang. Bagi relawan dan pihak-pihak yang berada di kedua belah pihak penting untuk mengawal proses penghitungan oleh KPU untuk meminimalkan terjadinya kesalahan penghitungan suara. Keempat, jika masih terjadi silang sengkarut pascapenghitungan langsung oleh KPU, maka sebaiknya ditempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi.


Dalam menyikapi hasil QC, kita perlu mengedepankan cara berpikir induktif-probabilistik, bukan cara berpikir deduktif-deterministik. Pola pikir induktif-probabilistik dalam QC adalah bahwa dengan mengamati sebagian hasil TPS, kita ingin menduga hasil dari keseluruhan TPS yang dilakukan secara cacah lengkap oleh KPU.


Sesat pikir QC dapat terjadi karena hasil QC dipahami sebagai hasil final layaknya hasil KPU. Seharusnya QC dipandang sebagai patokan saja, dan untuk keputusan akhirnya harus didasarkan pada cacah lengkap. Ini tidak berarti bahwa kita meragukan kebenaran dan nilai penting dari teori percontohan melainkan karena kita sedang mengambil keputusan yang penting dan krusial. Kesalahan memutuskan pemenang pilpres bisa berimplikasi luas dan kompleks.


Memang tidak mudah ketika survei dilaksanakan berbarengan dengan kepentingan politik. Karena kepentingan bisa jadi mengalahkan kebenaran. Mudah-mudahan pilpres yang berlangsung di saat bulan Ramadhan bukan sebuah kebetulan, tetapi ini pertanda dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kejujuran dan integritas serta ketakwaan yang tinggi menjadi landasan berpikir, berpijak, dan bersikap dari semua pihak untuk menghasilkan pemimpin yang adil dan amanah sehingga mampu membawa Indonesia ke gerbang baldatun thayyibatun wa Rabbul ghofuur.


Khairil Anwar Notodiputro
Guru Besar Statistika IPB, Ketua Kelompok Peneliti Survey Research Methodology

4 Faktor Prabowo-Hatta Menang Telak di Tanah Minang

Senin, 14 Juli 2014


Mediawarga.info, PADANG -- Berdasarkan hasil hitung cepat sementara (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak di Sumatra Barat. Bahkan, Sumatra Barat menjadi lumbung suara terbanyak dari provinsi lainnya yang dimenangkan pasangan tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Nora Eka Putri menilai ada banyak faktor yang menyebabkan Prabowo-Hatta meraih suara terbanyak di Sumatra Barat. Pertama, solidnya kerja tim sukses partai-partai pendukung Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta.

"Jajaran tim sukses diisi oleh elite-elite penguasa. Mulai dari gubernur hingga ke kepala daerah tingkat kabupaten/kota," kata Nora saat dihubungi Republika, Senin (14/7).

Menurut Nora, hampir semua kepala-kepala daerah di Sumatra Barat berasal dari partai pendukung koalisi merah putih seperti PKS, Golkar, dan Demokrat.

Sebaliknya, partai pendukung Jokowi-JK seperti PDIP dan PKB sudah sejak lama tidak pernah mendapatkan suara yang banyak di Tanah Minang tersebut baik dalam pemilu legislatif maupun presiden.

Kedua, lanjut Nora, warga Sumatra Barat adalah pemilih rasional yang sulit tertipu oleh pencitraan yang dilakukan capres. Mereka memilih pemimpin itu selain berdasarkan ketokohannya, juga berdasarkan kualitasnya.

"Jadi citra Jokowi yang dinilai sebagai pemimpin sederhana itu tak mempan bagi warga Sumbar. Mereka memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan kinerjanya," ujar staf pengajar Ilmu Politik UNP tersebut.

Tayangan televisi yang menyiarkan secara langsun acara debat capres-cawapres sangat membantu tingkat rasionalitas warga Sumatra Barat. Mereka bisa menilai para kandidat itu berdasaekan visi dan misinya.

"Selain itu, katakanlah JK memiliki kedekatan dengan warga Sumatra Barat karena istrinya berasal dari Kabupaten Tanah Datar, tapi kedekatan ini tak berpengaruh. Karena pemilih di Sumatra Barat sangat rasional. Di kabupaten tersebut saja JK kalah," tambah Nora.

Ketiga, psikologis warga Sumatra Barat yang budayanya terkenal religius. Menurut Nora, pernyataan kubu Jokowi-JK yang akan menghapus perda bernuansa syariah di setiap daerah jika menjadi presiden, kecuali Aceh, membuat masyarakat Sumatra Barat berpikir panjang jika harus memilih Jokowi-JK.

Karena, kebanyakan tingkat pemerintahan daerah di Sumatra Barat menerapkan perda syariah tersebut dan didukung oleh masyarakat. Karena, falsafah adat Minangkabau di Sumatra Barat yakni "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", sangat diresapi oleh warga.

Keempat, faktor sejarah PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Masyumi.  Menurut Nora, warga Sumatra Barat masih memiliki emosional yang kuat jika mengingat hubungan antara PRRI dan pusat di masa lalu.

Di mana, Sumatra Barat yang pada waktu era Presiden Sukarno, menjadi basis massa Masyumi mendukung PRRI. Sedangkan pada waktu itu Sukarno terkait erat dengan penumpasan PRRI yang menjadi catatan kelam sejarah Sumbar. 

"Bung Karno itu kan terkait dengan PNI dan pada akhirnya juga berkaitan dengan PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi," kata Nora.

Apalagi, ayah Prabowo yakni Sumitro Djodjohadikusumo juga sebagai tokoh pendukung PRRI pada waktu itu. Sehingga, hal ini sedikit banyaknya memiliki pengaruh bagi pemilih di Sumatra Barat untuk mendukung Prabowo.

Seperti diketahui, Pasangan Prabowo-Hatta menang telak di Sumatera Barat dalam pemilihan presiden (pilpres), Rabu (9/7). Versi real qount PKS, suara Prabowo-Hatta 78,53 persen dan Jokowi-JK 21,47 persen. Sedangkan hitung cepat (quick count) RRI,  Koalisi Merah Putih meraih kemenangan 78,06 persen. Persentase tertinggi kemenangan Prabowo-Hatta di Sumatera Barat.

Persentase kemenangan Koalisi Merah Putih itu tertingga diraih di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dengan torehan 78,06 persen. Adapun, kemenangan Jokowi-JK tertinggi didapat di Sulawesi Barat *Sulbar) dengan koleksi 82,54 persen

Sementara itu Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-JK Sumatra Barat Alex Indra Lukman menyatakan, kalahanya pasangan Jokowi-JK di Sumatra Barat tidak masalah.

"Memang untuk Sumatra Barat capres-cawapres kami kalah suara, tapi secara nasional kami menang. Dan perlu diketahui bahwa pencoblosan yang dilakukan masyarakat Sumbar pada siang tadi adalah pemilihan pilpres, bukan pilgub atau pileg," katanya, Kamis (10/7). (ROL)

Joko Widodo Unggul di Jawa Tengah, Ini Perolehan Suaranya

Calon presiden Joko Widodo dan istri menggunakan hak pilihnya. 
Mediawarga.info, SEMARANG - Calon Presiden nomor urut 2, Joko Widodo, percaya diri perolehan suara yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum relatif sama dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Hal itu dikemukakan Joko menyusul rilis real count Tim Joko-Kalla yang menang telak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Menurut Joko, perolehan itu dapat dilihat dari sampel paparan kerja Tim Garuda Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jateng. Hasil antara quick count dengan formulir C1 pun diyakini tetap sama.

"Quick Count itu memakai metodologi ilmiah. Sama sekali hasilnya tidak berubah," ujar Joko saat singgah di Panti Marhaen, Semarang, Minggu 13 Juli 2014 malam.

Joko juga yakin angka perolehan di Jateng tidak akan berubah. Dari data rekapitulasi perhitungan suara pemilu presiden 2014 berdasarkan formulir C-1 yang dilakukan Tim Garuda DPD PDIP, pasangan Joko-Kalla mendulang suara sah sebanyak 12.739.994 (66,33 persen), mengungguli pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebanyak 6.379.878 suara (33,37 persen).

Ia menilai, prestasi gemilang hasil suara sah akan tetap utuh selama ada pengwalan, dari mulai tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota hingga di tingkat Provinsi dan KPU Pusat. Joko meminta relawan agar mencermati prestasi gemilang atas perolehan hasil pemilu presiden pasangan Joko-Kalla yang unggul di 35 wilayah Kabupaten dan Kota di Jateng.

"Diminta semuanya baik relawan, masyarakat dan pihak-pihak lain agar ikut mengawasi hasil perolehan suara sah. Harus tetap dikawal, diawasi, dan dipelototi formulir C-1 nya," katanya.

Mantan Wali Kota Solo itu yakin jika hasil suara di provinsi lain tetap sama seperti rilis hitung cepat yang memenangkannya. Joko yang didampingi ketua tim pemenangan Jokowi-JK Jateng, Heru Sudjatmoko, dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, serta perwakilan partai koalisi mendengarkan langsung presentasi hasil real count yang dilakukan di Jateng.

Prestasi gemilang itu menurut Joko bukan semata-mata kerja partai, melainkan kerja seluruh tim. Tanpa dukungan maupun partisipasi semua pihak menurutnya Joko-Kalla tidak akan unggul.

"Saya kaget, tidak ada satupun yang kalah (di Jateng), itu luar biasa. Saya pikir satu, dua, tiga atau empat wilayah kalah. Ternyata disapu bersih," ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan Joko-Kalla Jateng, Heru Sudjatmoko, menyatakan berdasarkan hasil real count, suara sah pasangan Joko-Kalla hampir meraup 2/3 jumlah pemilih di Jateng. Kata Heru, Jateng merupakan wilayah penyumbang suara Joko-Kalla terbesar di Indonesia.

"Hasil real count yang kami lakukan di seluruh TPS adalah berdasarkan formulir C-1 yang diperoleh dari saksi menyebutkan bahwa 66,33 % persen masyarakat Jateng pilih Jokowi-JK, " kata pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jateng itu.(VIVA.co.id)

Kasus Skandal BLBI, KPK Pastikan Periksa Megawati

 

Mediawarga.info, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, memastikan penyelidikan terhadap kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKLN BLBI) terus berjalan.

Abraham mengungkapkan, usai hari raya Idul Fitri mendatang, pihaknya akan menggelar ekspose terhadap kasus tersebut untuk menentukan naik tidaknya status kasus itu ke penyidikan.

"Tadi baru saja saya panggil penyelidiknya. Saya tanya. Dalam waktu dekatlah, habis lebaran, harus ekspose karena sudah lama kan," ujar Ketua KPK Abraham Samad usai buka puasa bersama di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/7).

Abraham menerangkan, kasus SKL BLBI merupakan salah satu kasus yang punya resistensi besar. Sebab, sambungnya, kasus itu akan menjadi perhatian lembaga antikorupsi tersebut sebelum masa pimpinan KPK periode sekarang berakhir.

"Kalau kita sudah berakhir masa jabatan, takutnya mangkrak," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Abraham, KPK memastikan pula akan memanggil siapa pun pihak terkait dalam kasus SKL BLBI itu. Termasuk Megawati Soekarnoputri yang saat kasus itu terjadi masih menjabat Presiden RI.

"KPK sudah pernah periksa JK mantan Wapres. Boediono saat masih Wapres kita juga periksa dalam kasus lain (Century). Apalagi Mega, dia kan sudah mantan (Presiden)‎," kata Abraham. (aktual/PKSPiyungan)

Berita Dari Warga

Kolom Ekonomi Rakyat | UMKM

Pemberdayaan Masyarakat

Opini | Artikel

 

© Copyright Media Warga Online 2013 -2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com