Deklarasi Aset Amnesti Pajak Indonesia Tertinggi di Dunia

Jakarta, Mediawarga.info--Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menyatakan bahwa deklarasi amnesti pajak Indonesia tertinggi di dunia.

Perkuat Perencanaan Kota Indonesia, Bank Dunia Gagas Program "City Planning Labs"

Pada tahun 2025, diperkirakan 68% penduduk Indonesia akan tinggal di kota, tetapi minimnya budaya berbagi data dan sarana teknologi informasi untuk melakukannya membatasi kemampuan kota-kota untuk mengelola informasi dan tantangan yang mereka hadapi.

Masril Koto, Dari Petani Menjadi Wirausahawan Sosial. #CoretanRidwan

Nama ini demikian populer di kalangan aktivis civil society dan komunitas pertanian di Indonesia. Namanya mulai dikenal luas setelah muncul ke publik melalui sebuah acara talkshow di MetroTV

Indonesia Harus Tetapkan Indikator Kemiskinan Multidimensi

Tahun 2005, terjadi kontroversi, ketika Bank Dunia meluncurkan laporan kemiskinan yang berjudul “Era Baru Pengentasan Kemiskinan di Indonesia”

Ketimpangan Sosial di Indonesia Semakin Lebar

Dibanding negara Asia Timur lainnya, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia relatif tinggi dan naik lebih pesat.

Rabu, 22 Februari 2017

Banjir Rendam 1000 Hektar Sawah di Kabupaten Pringsewu

Banjir Menggenangi Lahan Pertanian di Pekon Ambarawa Timur, Kabupaten Pringsewu. (Dok. Istimewa).
Pringsewu, Mediawarga.info--Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pringsewu sejak Selasa (21/02) pagi menyebabkan belasan pekon di Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu dan Ambarawa terendam banjir. (Baca : Banjir Landa Kabupaten Pringsewu)

Di Kecamatan Ambarawa, setidaknya 5 Pekon terendam banjir, yaitu Pekon Ambarawa, Ambarawa Barat, Ambarawa Timur,  Sumber Agung, dan Kresnomulyo. Menurut Camat Ambarawa, Ani Sundari, kepada Mediawarga.info melalui percakapan WhatsApp Messenger, Selasa (21/02) malam, akibat bencana banjir di Kecamatan Ambarawa kurang lebih 1000 hektar sawah terendam. 

"Ketinggian banjir di Pekon Ambarawa hampir mencapai satu meter menggenangi dusun 2. Sedangkan di Ambarawa Timur Dusun 2 terisolasi," Ungkap alumni STPD kelahiran Ambarawa ini.

Menurut Ani Sundari setidaknya 15 rumah di Pekon Ambarawa Timur dan 20 rumah di Pekon Ambarawa juga sudah di evakuasi.

Dari pantauan mediawarga.info melalui media sosial dan grup WhatsApp tampak lahan-lahan persawahan di Kecamatan Ambarawa seperti danau besar.

Banjir di Kecamatan Gading Rejo (dok: Mediawarga.info)
Seperti di informasikan sebelumnya, banjir melanda Kabupaten Pringsewu sejak Selasa pagi (21/02). Hujan yang mulai turun sejak Senin sore (20/02) sampai Selasa pagi menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Pringsewu terendam banjir. Ketinggian banjir antara 20-50 centimeter. 

Di Pararejo dan Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, ketinggian banjir bahkan mencapai satu meter akibat meluapnya salahsatu sungai di daerah tersebut. Sedangkan di Kecamatan Pringsewu, banjir terpantau di Sidoharjo, Marga Kaya dan Pringsewu Selatan.  
 

Selasa, 21 Februari 2017

Banjir Landa Kabupaten Pringsewu

Banjir di Kecamatan Gading Rejo Kabupaten, Selasa (21/02/2017). Dok: Mediawarga.info
 
Pringsewu, Mediawarga.info--Banjir melanda Kabupaten Pringsewu, Selasa pagi (21/02/2017). Hujan yang mulai turun sejak Senin sore (20/02/2017) sampai Selasa pagi menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Pringsewu tergenang banjir seperti di Kecamatan Gading Rejo, Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Ambarawa. Ketinggian banjir antara 20-50 centimeter. 
 
Di Para Rejo dan Wonokriyo, Kecamatan Gading Rejo bahkan ketinggian banjir hampir mencapai satu meter akibat meluapnya salahsatu sungai di daerah tersebut. Di Kecamatan Ambarawa, menurut laporan warga Pekon Kresno Mulyo dan Sumber Agung juga tergenang. Sedangkan di Kecamatan Pringsewu, banjir terpantau di Marga Kaya dan Pringsewu Selatan.  
 
Banjir juga menyebabkan beberapa titik jalan lintas barat Sumatera antara Pesawaran dan Pringsewu tergenang sehingga terjadi kemacetan belasan kilometer mulai Negeri Sakti di Kabupaten Pesawaran sampai memasuki wilayah Kabupaten Pringsewu. Tampak beberapa kendaraan susah payah melewati titik-titik banjir. Beberapa lahan persawahan juga terlihat tergenang.

Berikut dokumentasi banjir di beberapa titik Kabupaten Pringsewu:
 

Banjir di  Kacamatan Gading Rejo

Banjir di Kacamatan Gading Rejo

Jalan Lintas Barat Sumatera di Kecamatan Gading Rejo

Jalan Lintas Barat Sumatera di Kecamatan Gading Rejo

Banjir di Sumber Agung Kecamatan Ambarawa

Banjir di Pare Rejo, Kecamatan Gading Rejo




Selasa, 07 Februari 2017

Pemkab Pringsewu Resmikan Hasil Kegiatan PLPBK

Penerbangan Balon Udara Oleh Asisten II Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan, Djunaedi Hasyim, dalam peresmian Program PLPBK di Pekon Jati Agung, Senin (06/02/2017) sekaligus peluncuran Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Pringsewu Tahun 2017. (Foto: Nuri Asmawan) 

Pringsewu, Mediawarga.info--Dalam program pemberdayaan, masyarakat tidak dianggap seperti gelas kosong, tapi sudah memiliki pemahaman, sudah tidak jamannya lagi menganggap masyarakat, khususnya di pedesaan tidak memiliki pengetahuan, termasuk dalam penataan lingkungan permukiman, oleh karena itu pemerintah meluncurkan program pemberdayaan masyarakat untuk penataan lingkungan secara mandiri yang dikenal dengan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), demikian dikatakan Tim Teknis Program PLPBK Kabupaten Pringsewu, A. Handri Yusuf, dalam sambutan peresmian kegiatan Program tersebut di  Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Senin (06/02/2017).

Menurutnya, PLPBK merupakan intervensi lanjutan eks PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang bertransformasi menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Program ini merupakan pilot penanganan kawasan kumuh. Pekon Jati Agung merupakan satu-satunya lokasi yang menerima program PLPBK di Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan Program PLPBK Pekon Jati Agung diresmikan oleh Asisten II Bupati bidang ekonomi pembangunan, Djunaid Hasyim, yang mewakili Pejabat Bupati Pringsewu, Yuda Setiawan.

Pejabat Bupati Pringsewu dalam amanat tertulisnya menyatakan secara nasional pada tahun 2015 masih terdapat 35.291 ha luasan kumuh,  sedangkan luas kawasan kumuh di Kabupaten Pringsewu berdasarkan SK Bupati adalah 46,92 ha.

“Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen mengentaskan kawasan kumuh tersebut dalam rangka mendukung program menuju kota tanpa kumuh pada tahun 2019 serta menjamin keberlanjutan pendampingannya di tingkat kelurahan,” Pesan tertulis Pejabat Bupati yang dibacakan oleh Asisten II Bupati, Djunaedi Hasyim.

Pejabat Bupati juga mengharapkan pelaksanaan program PLPBK di Pekon Jati Agung menjadi model pelaksanaan penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Pringsewu.

Adapun kegiatan infrastruktur yang diresmikan dari program PLPBK adalah drainase sepanjang 1.740 meter, rabat beton 425 meter, plat deucker 20 meter dan pengadaan pot kembang 24 unit, yang dilaksanakan oleh sembilan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan alokasi dana Rp. 850 juta. Sedangkan untuk perencanaan PLPBK sebesar Rp. 150 juta. Total dana PLPBK yang diterima Pekon Jati Agung adalah Rp. 1 Milyar. 

Peninjauan Hasil Kegiatan PLPBK di Pekon Jati Agung
Selain itu, Pekon Jati Agung juga menerima sharing program dari Pemda Provinsi Lampung berupa jalan aspal di 6 ruas jalan, jembatan gantung, dan ruang terbuka hijau senilai Rp 3 milyar, dan dari Pemda Kabupaten Pringsewu berupa 210 meter jalan aspal senilai Rp. 175 juta.

Bersamaan dengan peresmian kegiatan PLPBK, diresmikan juga hasil kegiatan Program Sanitasi Masyarakat (Sanimas-IDB) berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal senilai Rp. 425 juta.

Di Pekon Jati Agung, luasan permukiman kumuh berdasarkan pendataan secara partisipatif sekitar 6,9 ha. Sedangkan hasil validasi data baseline oleh masyarakat melalui kegiatan pemetaan swadaya, total luasan kumuh di dua kecamatan dampingan program KOTAKU yakni Kecamatan Pringsewu dan Ambarawa adalah 209, 7 Ha yang tersebar di 5 kelurahan dan 18 Pekon.
Prasasti Kegiatan Program PLPBK
Peresmian kegiatan program PLPBK di Pekon Jati Agung ditandai dengan penandatanganan prasasti kegiatan oleh Asisten II Bupati serta pelepasan balon udara sebagai simbol dimulainya program pengurangan kawasan kumuh melalui Program KOTAKU di Kabupaten Pringsewu tahun 2017-2019. 

Kegiatan dihadiri oleh Camat Ambarawa, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU, SKPD terkait, Pokja Perumahan dan Permukiman (PKP) Kabupaten Pringsewu, Komandan Koramil Pringsewu, Polsek Kecamatan Ambarawa, Forum Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kabupaten Pringsewu, Kepala Pekon Jati Agung, anggota LKM Jati Agung serta masyarakat sebagai penerima manfaat program.

Oleh: Askorkot Mandiri Program Kotaku Kabupaten Pringsewu, Muhammad Ridwan 

Selasa, 31 Januari 2017

Bappeda Pringsewu Gelar Rapat Penyempurnaan Penyusunan RPJMD 2017-2022

Rapat penyempurnaan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) Pringsewu 2017-2022, di ruang rapat Bappeda, Selasa (31/01/2-17).

Pringsewu, Mediawarga.info--Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat penyempurnaan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) Kabupaten Pringsewu 2017-2022, di ruang rapat Bappeda, Selasa (31/01/2017). 

Rapat dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu, Relawan, dihadiri sekira 40 peserta, perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu dan Konsultan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Dalam sambutannya, Relawan meminta SKPD bisa menuangkan semua isu strategis ke dalam rancangan awal RPJMD Kabupaten Pringsewu 2017-2022, termasuk berbagai program nasional yang ada di Pringsewu.

"RPJMD ini akan menjadi peta jalan Bupati Pringsewu terpilih tahun ini untuk lima tahun mendatang, jadi harus disusun sebaik mungkin," ujar Relawan.

Relawan mengharapkan semua SKPD memberikan koreksi dan masukan atas rancangan awal RPJMD Kabupaten Pringsewu 2017-2022, sehingga semua isu strategis bisa dituangkan dalam RPJMD, termasuk memasukan berbagai program nasional seperti program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Sementara itu, sekretaris Bappeda Pringsewu, Eko Sumarmi, menegaskan bahwa setiap program yang ada di SKPD harus sesuai dengan isu strategis.

"Jangan sampai banyak program muncul di SKPD, tapi tidak ada isu strategisnya di RPJMD," Ungkap Eko Sumarmi. (Rid) 

Senin, 12 Desember 2016

Hikmah Pelecehan Al Maidah Membuat Umat Islam Menjadi Kokoh

Aksi Ribuan umat Islam mengikuti aksi super damai 212 di Lapangan Monas, Jumat (2/12/2016). Sumber : Republika.co.id

SOLO, Mediawarga.info -- Pelecehan Surah Al-Maidah ayat 51 oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai memiliki hikmah besar untuk umat Islam Indonesia. Menurut Direktur Pondok Pesantren Isy Karima, Syihabuddin Al Hafidz kasus tersebut telah mempersatukan kaum Muslimin Nusantara.
 
Selain itu kasus pelecehan terhadap Al-Quran menjadi langkah baru bagi umat Islam Indonesia untuk maju. 

"212 kemarin itu baru merupakan ruh Al Maidah 51, belum seluruh ayat di Alquran. Ada hikmah di situ, dengan ini umat Islam menjadi kokoh, termasuk kita bisa berkumpul untuk melakukan kajian keislaman dan shubuh berjamaah," tutur Syihabuddin saat mengisi kajian keislaman dalam pembukaan aksi subuh berjamaah 1212 di Masjid MUI Semanggi Solo seperti dilansir Republika.co.id, Ahad (11/12) malam.

Ia berkata pelecehan terhadap Alquran telah terjadi sejak kitab suci umat Islam itu pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kata dia, umat Islam tak perlu merasa kaget akan hal tersebut.

"Jangan kaget, dalam An Naba mereka bertanya-tanya (tentang berita besar), tentang apa itu? Alquran, kerasulan, dan yaumul kiyamah. Tiga pilar ini akan sudah jadi objek pelecehan dari zaman Rasul hingga akhir kiamat nanti," ucap dia.

Dengan kejadian beberapa waktu lalu itu, dia berharap umat muslim agar kembali mempelajari Alquran. Ia berkata, dengan kaum Muslim terus mempelajari serta mengamalkan Alquran menjadi kekuatan untuk maju.

Taujih Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir di Pusdai Bandung, Senin (12/12). Sumber: Tarbawia.com
Pencanangan Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah Nasional di Lapangan Gasibu Bandung (sumber: FB)
"Alquran mempercepat akselerasi kemenangan, dan ini yang ditakuti mereka (orang-orang yang membenci Islam)," tuturnya.

Di lain sisi, dia juga mengajak umat muslim Indonesia untuk menjadi kaum yang dicintai Allah sebagaimana tertuang dalam petikan surah Al Maidah ayat 54. Yakni umat muslim yang memiliki kelembutan dan terus istiqomah berjuang di jalan-Nya.

Sekitar seribu umat Muslim Solo mengikuti kajian keislaman yang diselenggarakan Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) bersama MUI Kota Solo. Kajian tersebut merupakan pembuka dari rangkaian aksi subuh berjamaah 1212. 


Kegiatan akan dilanjutkan dengan iktikaf dan sholat malam. Puncaknya pelaksanaan sholat subuh berjamaah serta diakhiri dengan sarapan pagi bersama. 

Sementara itu, Tarbawia.com memberitakan Masjid Pusdai Kota Bandung Jawa Barat tak muat menampung jamaah Subuh Nasional 1212, Senin (12/12/16) dini hari. Jamaah memadati bagian dalam masjid di lantai utama dan lantai dua. Jamaah membludak sampai ke halaman masjid.

Pencanangan Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah Nasional di Lapangan Gasibu Bandung (sumber: FB)
Subuh Nasional 1212 merupakan inisiasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI untuk melakukan konsolidasi kekuatan umat Islam untuk bela Negara. Gerakan Subuh 1212 adalah follow up dari Aksi Super Damai Bela Islam di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16) atau aksi 212.

Di Masjid Pusdai Bandung, acara dimulai sejak jam 03:00 WIB. Sebagian besar jamaah memilih i'tikaf di masjid, sebagian lainnya dari berbagai penjuru memilih menuju lokasi di malam hari. Kegiatan diawali dengan Tahajjud berjamaah, muhasabah, tasusiyah, dan taujih Rabbani dari pengurus GNPF MUI.

Sumber: Republika.co.id dan Tarbawie.com

Jumat, 02 Desember 2016

212 (Dua Satu Dua) | Puisi #STR


Aksi Ribuan umat Islam mengikuti aksi super damai 212 di Lapangan Monas, Jumat (2/12/2016). Sumber : Republika Online

Jumat berkah terpancar cahaya
Di bawah tenda keimanan
Di atas bumi keyakinan
Kumandang takbir  elok bersahutan
Disaksikan senyuman langit biru
Ribuan pasang kaki
berseru menyebut nama-Mu
Menjelma nyata lautan manusia
Lafaz nan suci mengaduh di udara.

Mereka berbaris penuh santun
Berbalut kain putih
berdzikir tekun
Bukan kepada istana negara
Bukan pula menuntut penguasa bangsa
Bukan dan jelas bukan.

Mereka bersatu mengetuk pintu langit
Bercakap ramai-ramai  
kepada Yang Maha Esa
Bahwa benar adalah benar
Bahwa hitam selamanya hitam
Tentang sebuah penistaan
Tentang runtuhnya keadilan.

Dua satu dua
Sebuah sejarah telah ditorehkan
Berjuta umat mengidungkan tembang perdamaian
Menjunjung tegak ayat suci Alqur'an
Maka niscaya lekas diijabah Tuhan.

Oleh: Razalosca #STR
Penyair Lampung