News Update :

Sosial Budaya | Kesra

Politika

Berita Dari Warga

Daerah | Regional

Opini | Artikel

Pemkab Lampura Akan Replikasi PNPM Mandiri

Kamis, 29 Januari 2015

Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2014 Lampung Utara
Mediawarga.info, KOTABUMI - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (MPk) menggelar Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan 2014. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Utara Ir. Hi. Azwar Yazid mengatakan, lokakarya ini sebagai salah satu bentuk usaha penanggulangan kemiskinan di Indonesia melalui Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP).
Secara nasional, PNPM Mandiri berakhir pada Desember 2014. Namun, Pemkab Lampura sangat mengharapkan program ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan yang baru.

"Berdasarkan monitoring dan evaluasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Lampura masih membutuhkan program serupa dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan," ujarnya.

Pada 2014 Lampura mendapatkan alokasi bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM-MPk sebesar Rp2,625 miliar yang bersumber dari APBN sebesar Rp2.362.500.000 dan dari APBD Rp262,5 juta. Dialokasikan untuk 13 desa di wilayah Kecamatan Kotabumi.

Pada akhir 2014, 100 persen Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) sebagai pengendali di masing-masing kelurahan/desa yang mendapat kategori LKM mandiri. "Pada 2015 adalah fase berkelanjutan PNPM-MPk. Kita berharap pemerintah daerah dapat melaksanakan program replikasi penanggulangan kemiskinan karena sejalan dengan program kerja Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Kepada Kelurahan/desa agar bisa mendukung program ini," lanjutnya.

Sementara narasumber PNPM-MPk Lampura, Kasatker PIP, Mansur, mengatakan bahwa pihaknya berharap PNPM-MPk bisa dilaksanakan pada 2015. Tapi, jika pemerintah pusat tidak melanjutkan program ini, pihaknya bersama Bappeda yang akan melanjutkan sesuai dengan kemampuan anggaran. "Pada November 2014 di tingkat nasional sudah diadakan pameran PNPM Indonesia di Jakarta. Lampung menjadi juara umum," ujarnya.

Program ini, lanjutnya, meliputi bidang infrastruktur, seperti pembangunan jalan, drainase, pembuatan sumur bor, dan rabat beton. Dengan adanya program-program itu, masyarakat dapat terbantu. Seperti adanya sumur bor. Jika kemarau datang, masyarakat tidak kesulitan air bersih lagi.  (Mediawarga/RadarLampung.co.id/Lampost.co)

Jumlah Penduduk Kota Indonesia Terbesar Kedua Setelah Tiongkok

Data Citra Satelit Tentang Pertumbuhan Penduduk Kota dan Perluasan Kota
Mediawarga.info, JAKARTA - Bank Dunia merilis data semakin cepatnya urbanisasi di Asia Timur khususnya Indonesia yang diperoleh dari citra satelit dan pemetaan geospasial. Citra satelit memberikan data vital tentang infrastruktur kota di kawasan yang sedang dibangun. 

Menurut Bank Dunia, melalui rilis yang diterima mediawarga.info, Senin (26/01/2015), gambaran perluasan kota melalui data citra satelit menggambarkan transformasi fisik dan sosial di Asia Timur.


Laporan Bank Dunia memberikan cetak biru untuk membantu riset pemerintah berbagai negara dan perencana kota agar memastikan perpindahan penduduk dari desa ke kota bisa ikut mengurangi kemiskinan.


Indonesia memiliki jumlah penduduk kota kedua terbesar di Asia Timur setelah Tiongkok – 94 juta penduduk pada tahun 2010, bertambah 28 juta sejak tahun 2000. Kepadatan penduduk kota di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia Timur, naik pesat antara tahun 2000 hingga 2010, dari 7.400 orang per kilometer persegi menjadi 9.400 – kenaikan kepadatan penduduk kota terbesar dibanding negara manapun di kawasan.


Meski banyak lahan kota baru, Indonesia sangat “hemat” dalam hal penambahan lahan kota per orang, dengan jumlah lahan kota baru per orang antara tahun 2000 - 2010 kurang dari 40 meter persegi – terkecil di seluruh Asia Timur. Bandingkan dengan Malaysia (135 meter persegi per orang) dan Tiongkok (180 meter persegi per orang).


Ibukota Jakarta adalah salah satu “megacity” kawasan dengan lebih dari 10 juta penduduk. Pada tahun 2010, Indonesia juga memiliki dua wilayah kota dengan jumlah penduduk antara lima dan 10 juta (Bandung dan Surabaya); 18 kota antara satu hingga lima juta penduduk; 27 kota antara 500.000 hingga satu juta penduduk; dan 29 kota antara 100.000 hingga 500.000 penduduk.


Jakarta adalah contoh sebuah metropolitan yang terfragmentasi. Kawasan metropolitan Jakarta melintasi 12 pemerintah kota atau kabupaten di provinsi yang mencakup DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.


Pertumbuhan penduduk di kawasan Jakarta antara tahun 2000 hingga 2010 lebih tinggi dibanding kawasan kota negara-negara Asia Timur lain kecuali Tiongkok. Penduduk Jakarta bertambah 7 juta orang antara tahun 2000 hingga 2010. Dengan tingkat pertumbuhan ini (3,7% per tahun), penduduk Jakarta akan menjadi dua kali lipat selama dua dekade dari tahun 2000.


Distribusi lahan kota dan penduduk di kawasan metropolitan Jakarta mengangkat pentingnya untuk mempertimbangkan kebutuhan di luar kawasan inti. Pada tahun 2010, hanya 37% lahan kota berada di DKI Jakarta, sementara 42% lahan kota berada di Provinsi Jawa Barat.


Kabupaten dengan total serta jumlah peningkatan lahan kota terbesar adalah Kabupaten Tangerang yang berada di Provinsi Banten. Sementara itu, wilayah dengan jumlah penduduk serta peningkatan jumlah penduduk terbesar adalah  Kabupaten Bogor di Jawa Barat (tidak termasuk Kota Bogor).


Pemkab Lampura Gelar Lokakarya Review PNPM-MPK 2014

Rabu, 28 Januari 2015

Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Lampung Utara
 
Mediawarga.info, KOTABUMI - Pemkab Kabupaten Lampung Utara dan Fasilitator program nasional pemberdayaan masyaraka mandiri perkotaan (PNPM-MPK) menggelar lokakarya dan review pelaksanaan kegiatan PNPM-MPK 2014 di aula gedung Korpri Kotabumi, Selasa (27/1).

Narasumber dalam agenda dua hari (27-28 Januari 2015) yang ditujukan guna membangun gerakan kemandirian penanggulangan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia tersebut, di isi Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Utara, Azwar Yazid.


Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen PNPM-MPK Propinsi Lampung, Imdan Sukani, Team Leader OC-2 Propinsi Lampung, Sujoko, Ketua STIE Ratula Kotabumi, Emon Hariyadi, PPK PNPM-MPK Kabupaten Lampung Utara, Mudassir dan Korkot-2 Metro dan Lampung Utara, Agus Tubagus.


Dalam sambutannya, Azwar mengatakan kajian atau review pelaksanaan kegiatan PNPM-MPK 2014 tingkat kabupaten melalui lokakarya ini ditujukan untuk mengkonsolidasi hasil pelaksanaan review tingkat kelurahan/desa. Selain itu, sebagai pembelajaran pelaksanaan terbaik (best practice) kegiatan PNPM Mandiri perkotaan pada 2014 sekaligus alih kelola program dan perbaikan program untuk 2015.


“Kajian atau review PNPM-MPK kabupaten sangat penting untuk mengetahui keberhasilan tahap pelaksanaan program yang dilalui demi perbaikan pelaksanaan program tersebut untuk yang akan datang” ujarnya.


Menyoal total alokasi bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM-MPK Kabupaten Lampung Utara di 2014, sebesar Rp 2.625 milyar. BLM tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp 2.362 milyar dan APBD Rp 262 juta. Dana itu, dialokasikan di 13 desa/kelurahan di Kecamatan Kotabumi. Yakni; Kotabumi Tengah Barat, Talang Bojong, Bojong Barat, Sumber Arum, Kotabumi Udik, Kotabumi Ilir, Kotabumi Pasar, Kotabumi Tengah, Sindang Sari, Rejosari, Gapura, Sribasuki dan Cempedak.


“Alokasi PNPM-MPK bersumber dari APBN (90%) dan APBD (10%)” kata Azwar kembali.


Anggaran PNPM-MPK ini, dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan drainase, sumur bor, jalan, jembatan dan sarana sanitasi seperti MCK di wilayah-wilayah padat penduduk. Selain itu, alokasi dana juga diperuntukkan untuk kegiatan ekonomi bergulir (pinjaman lunak) guna menunjang ekonomi bagi masyarakat setempat.


“Melalui lokakarya ini, PNPM-MPK diharapkan dapat selaras dan sejalan dengan program pembangunan yang terus di dorong dan digalakkan Pemkab. setempat” kata Azwar kembali. (Lampost).

Oxfam : Satu persen orang kuasai seluruh kekayaan di dunia

Selasa, 20 Januari 2015

kesenjangan ekonomi
Satu persen orang terkaya di dunia akan bertambah kaya, kata Oxfam

Mediawarga.info - Kekayaan semua orang di dunia akan dimiliki hanya oleh satu persen orang paling kaya di bumi ini, menurut studi oleh kelompok Oxfam.

Aset yang dimiliki oleh kelompok orang terkaya itu akan meningkat lebih dari 50% pada 2016.

Menurut Oxfam, tahun lalu kekayaan mereka sebetulnya sudah meningkat dari 44% pada 2009 menjadi 48%.

Laporan Oxfam memperingatkan bahwa "ledakan kesenjangan" akan memperlambat upaya melawan kemiskinan global.

Winnie Byanyima, direktur eksekutif Oxfam International bertanya apakah masyarakat dunia benar-benar ingin tinggal di dunia dimana satu persen penduduk menguasai kekayaan orang sedunia.

"Skala kesenjangan global sangat mencengangkan, meski ada banyak isu lain yang masuk ke agenda global, kesenjangan antara orang kaya dan tidak kaya semakin lebar," kata Byanyima dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin menjelang Forum Ekonomi Dunia di Davos. (BBCIndonesia)

Ini Daftar Terbaru Harga Pertamax se-Indonesia, Berapa di Daerah Anda?

Senin, 19 Januari 2015

Mediawarga.info, JAKARTA - PT. Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga BBM non subsidinya yaitu Pertamax dan Pertamax Plus mulai hari ini (19/1/2015). Ini berbarengan dengan turunnya harga BBM jenis premium dan solar.

Berdasarkan info Pertamax yang dirilis Pertamina, misalnya harga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk Pertamax hari ini dijual Rp 8.000/liter. Turun dari harga sebelumnya Rp 8.800/liter.

Untuk Pertamax Plus turun jadi Rp 9.050/liter dari sebelumnya Rp 9.650/liter. Sementara itu, Pertamina Dex juga turun jadi Rp 9.800/liter dari sebelumnya Rp 10.550/liter.

Berikut daftar lengkap harga Pertamax dan Pertamax plus dalam info grafis, dilansir Detik.com, Senin (19/1/2015).




Lebar Hingga 100 Meter, Tol Trans Sumatera Dilengkapi Rel Kereta Api

Jalan Tol (Ilustrasi)
Mediawarga.info, Jakarta - Proyek Jalan Tol Trans Sumatera sudah dimulai tahun ini. Lebar jalan tol dibuat hingga 100 meter dan di tengahnya ada rel kereta api.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat paparan dalam Indonesia Economic Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).

"Di Sumatera sekarang kita buat tolnya 100 meter lebarnya, kanan-kirinya lebih luas. Nanti dilengkapi jalur kereta api dan di bawahnya ada transmisi listrik juga," kata Jokowi.

Dengan demikian, proyek tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan pemerintah tak perlu repot-repot membebaskan lahan berkali-kali.

"Tidak usah bebaskan lahan lagi, bebaskan lagi. Kita bebaskan satu kali untuk beberapa kegiatan, ini bisa jadi mempercepat jalannya proyek," ujarnya.

"Saya belajar dari negara lain kenapa mereka bisa cepat-cepat karena proyeknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Akhirnya pusing semua kalau berjalan sendiri-sendiri," tambahnya.

Jokowi menargetkan, proyek KA dan Jalan Tol Trans Sumatera dapat selesai dalam 3 tahun bila dimulai tahun depan.

Recananya masing-masing pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua akan dibangun jaringan rel kereta 1.000 km. Sehingga totalnya akan ada 4.000 km dibangun selama 5 tahun, dengan kebutuhan anggaran Rp 120 triliun.

"Yang belum siap di Papua. Saya sudah minta disiapkan studinya enam sampai delapan bulan setelah itu segera dimulai," ujar Jokowi. (Detik.com)

Marwan Jafar: Dana Desa Harus Wujudkan Swasembada Pangan!

 

Mediawarga.info, KOMPAS.com - Pada tahun 2015 ini pemerintah mulai mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp 20 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. Anggaran tersebut tengah dibahas di DPR pada pertengahan bulan ini.

‎Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengatakan, jumlah dana desa tersebut tentu masih sangat jauh dari amanat UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 yang mengalokasikan Rp 1,4 milyar untuk setiap desa di Indonesia.

"Akan tetapi, meskipun belum sesuai harapan, adanya dana desa ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa dan peningkatan masyarakatnya yang rata-rata menggantungkan mata pencahariannya di sektor pertanian," kata Marwan, dalam pernyataan resmi, yang dilansir KOMPAS.com, Minggu (18/1).

Dia pun berharap dana desa ini dapat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran agar kegiatan perekonomian di desa benar-benar berkembang maju.
"Dengan dana ini nelayan dan petaninya sejahtera, bahkan kami sangat optimistis jika ke depannya nanti desa akan mampu tampil menjadi sentra-sentra baru pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga cita-cita membangun Indonesia dari pinggiran tercapai," ujarnya.
 
Karena itu, sebelum menerima dana desa, Marwan meminta pemerintah desa terlebih dulu melakukan Musyawarah Desa untuk menyusun Rencana Jangka Menengah Pembangunan Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa).

"Makanya, RPJMDes dan RKPDes kita jadikan prasyarat untuk mengucurkan dana tersebut. Tujuannya tak lain agar pembangunan yang dilakukan aparat desa sesuai dengan kebutuhan di desa masing-masing," katanya.

Lebih jauh, Marwan mengharapkan agar dana desa nantinya juga dapat berperan maksimal dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang ditargetkan Pemerintah untuk dicapai dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

"Seperti membangun irigasi desa dan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya produksi pertanian khususnya beras, jagung, kedelai dan tebu," jelas Marwan.

Selain itu, untuk mendorong terciptanya Desa Mandiri, Marwan berharap ‎setiap desa dapat mendirikan usaha desa yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang berbasiskan agrobisnis. Pasalnya, BUMDes akan menjadi sektor penting terwujudnya swasemada pangan nasional.

"Karena kalau bicara swasembada pangan ya bicata tentang desa, karena sentra utama produksi pangan memang ada di desa, ya kalau kita ingin Indonesia bisa secepatnya swasembada pangan ya mari kita muliakan desa, kita bangun desa, kita sejahterakan desa," ajak Marwan. (KOMPAS.com)

Urbanesia | Perkotaan

Ekonomi

Kolom UMKM

 

© Copyright Media Warga Online 2013 -2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com