Select Menu

Slider

Program Kotaku

Kabar Dari Desa

Ekonomi

Pringsewu

UMKM

» » » » Wakil Bupati Akui Banyak Makelar Tanah di Bogor
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama


Jakarta - Kabupaten Bogor mendapat sorotan soal aksi para makelar tanah. Terlebih kasusnya yang terakhir terungkap melibatkan Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher.

Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturachman, mengakui di wilayah kerjanya memang banyak berkeliaran makelar tanah. Terutama di kawasan Puncak yang merupakan lokasi favorit untuk mendirikan villa.

"Sangat banyak, apalagi di Puncak. Kalau mau bikin vila di sana banyak makelarnya," ujar Karyawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2013).

Sebenarnya selama ini jajaran Pemkab Bogor sudah menyediakan pelayanan urusan pertanahan dan lain sebagainya yang transparan. Bila semua data yang diperlukan lengkap, dalam waktu dua pekan perizinan lahan bisa diselesaikan.

"Banyak yang main calo, padahal tanpa calo izin bisa dikeluarkan. Izin 14 hari keluar kok," kata politisi PDIP ini.

Makelar tanah yang ada di kawasan Puncak memang sudah lama jadi sorotan. Bahkan pejabat di tingkat pusat pun sebelumnya sudah beberapa kali melontarkan kritik karena makelar tersebut bisa mengurus perizinan lahan tanpa kendali yang ujung-ujungnya membuat Jakarta mendapatkan banjir kiriman dari kawasan Bogor.

Belakangan ini makelar di kawasan Bogor kembali terekspose setelah KPK menungkap kasus penyuapan terkait perizinan lahan di Tanjungsari Bogor untuk dijadikan lahan makam elit. KPK sudah menetapkan lima tersangka dalam perkara tersebut, di antaranya Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher, dan pegawai di Pemerintahan Kabupaten Bogor, Usep Jumeino.

Tiga tersangka lainnya yakni pegawai honorer di Pemerintah Kabupaten Bogor Listo Wely Sabu, Direktur PT Garindo Perkasa Sentot Susilo dan Nana Supriatna, yang punya kaitan dengan Sentot. Pada saat penangkapan Selasa (16/4) di rest area Sentul, KPK mendapatkan barang bukti berupa uang senilai Rp800 juta yang diberikan Sentot kepada Usep.

Uang tersebut diduga untuk mengurus izin lahan seluas 100 hektare di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Sumber: Detik.com

Tentang Media Warga Online

Mediawarga.info diluncurkan pada tahun 2008 dengan domain awal www.mediawarga.blogspot.com. Awalnya blog ini untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Dalam perkembangannya juga memuat berita ekonomi, politik dan sosial budaya. Dikelola oleh Muhammad Ridwan, seorang Konsultan dan Penulis yang berdomisili di Bandar Lampung.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply