Media Warga Online: Lampung | Berita Dari Warga Untuk Warga

Slider

Pemberdayaan Masyarakat

Ekonomi | Bisnis

Dunia Islam

Sosial Budaya | Kesra

Kolom UMKM

Urbanesia | Perkotaan

Ini Alokasi Dana Desa Provinsi Lampung dari APBN-P Tahun 2015


Mediawarga.info--Tahun 2015 Provinsi Lampung mendapat alokasi dana desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 684.727.653.000. Berikut Alokasi dana desa masing-masing Kabupaten di Provinsi Lampung (dalam ribuan).




Sumber: https://www.facebook.com/Marx.Latif?fref=ts

Mohon Segera Bangun Kembali Sekolah Kami

Siswa SDN 3 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan terpaksa belajar di teras sekolah karena gedung yang mereka tempati terancam roboh, Rabu (25-3). (Yud/Lampost)

Lampung Utara, Mediawarga.info--Tawa kecil Kines (7) bersama kawan-kawannya terlihat riang saat bermain di halaman sekolah SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara , Rabu (25-3).

Dia adalah salah satu murid klas I SD setempat yang terpaksa mengikuti ujian tengah semester (UTS) sekolah di halaman teras sekolah karena atap gedung sekolah yang dulu mereka tempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM)  kondisinya memprihatinkan dan nyaris runtuh.

“Belajar di teras sekolah ngak gerah mas. Beda dengan belajar di dalam klas. Tapi, saya tidak bisa konsentrasi inginnya main terus dan kalau siang, udara di teras panas” ujarnya polos.

Saat disinggung mengenai gedung sekolah tempat dia belajar dulu yang saat ini kondisi atapnya nyaris roboh, dia menjawab, ingin segera di bangun.

“Kalau belajar di teras terus-terusan bosan mas. Inginnya di dalam kelas lagi  kayak dulu tapi saya ngak tahu kapan ya kelas di bangun” kata Kines kembali.

Sementara, Kepala Sekolah SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Diah Winarni saat ditemui di ruang kerjanya menuturkan bangunan berukuran 57 meter x 7 meter yang didirikan sekitar tahun 1984 itu kondisinya sudah memprihantinkan karena kayu penyangga atap bangunan patah dan nyaris runtuh. Gedung yang terbagi menjadi tiga lokal kelas untuk kelas I, II dan III ditambah satu gudang dan wc dengan ukuran masing-masing 2 meter x 7 meter tersebut sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak didik.

“Dari dua gedung sekolah, satu bangunan sekolah bagi klas I, II dan III sudah tidak layak lagi untuk KBM karena kondisi bangunan membahayakan bagi anak didik sebab sewaktu-waktu bangunan dapat  runtuh” kata Diah.

Saat disinggung kapan terakhir lokal kelas tersebut tidak digunakan, dia mengaku sekitar tanggal 20 Januari 2015 ini. Hal itu dengan pertimbangan kerusakan lokal kelas semakin parah. Kayu kuda-kuda penyangga atap terlihat patah sehingga genting terlihat melengkung ke dalam. Selain itu, beberapa bagian kayu ring penyusun genting terlihat lapuk di makan rayap dan beberapa bagiannya telah lepas.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah berinisiatif memasang tali pengaman mengelilingi gedung tiga lokal kelas tersebut dan memasang pengumuman larangan agar siswa sekolah dasar di sekolah setempat tidak bermain di dalam gedung sekolah yang rusak.

 “Karena takut atap bangunan sekolah runtuh, kami memasang tali pengaman mengelilingi gedung sekolah dan memasang pengumuman larangan bagi siswa untuk tidak bermain di sana takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu, KBM bagi anak didik terpaksa kami pindahkan di teras sekolah gedung satunya yang masih difungsikan” kata Diah kembali.

 Menyoal kapan terakhir gedung sekolah tersebut di rehab. Dia mengaku sekitar 2012 melalui Dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012. Namun, tak lebih dari tiga tahun, bangunan tersebut telah mengalami kerusakan. Dia menduga material yang digunakan untuk membangun gedung tersebut asal-asalan.

 “Belum genap tiga tahun gedung sekolah itu mengalami perehaban. Terhitung sekitar November-Desember 2012 kami menempati gedung tersebut dan sekitar tanggal 20 Januari 2015 kami terpaksa pindah karena gedung itu telah rusak dan terancam roboh” ujarnya menambahkan.  

Secara pribadi, dia sangat menyayangkan kondisi ini. Sebab, demi keuntungan sesaat, telah mengorbankan pendidikan 174 siswa, generasi penerus yang bersekolah di sekolah ini.

“Sejak KBM pindah di teras sekolah, anak didik terpaksa masuk sekolah bergantian karena keterbatasan ruang kelas sebab hanya ada dua ruangan bagi kelas 5 dan 6 yang dapat digunakan. Sementara klas 1, 2 dan 3 belajar di teras sekolah sedangkan kelas 5 dan 6 di ruang kelas waktu pagi. Untuk kelas 4 yang dulu diruang kelas 5 yang di sekat terpaksa dialihkan masuk siang” tuturnya.

Menanggapi hal ini, dia berharap gedung sekolah yang rusak tersebut dapat segera dibangun agar dapat segera digunakan kembali. Sebab, berkaitan dengan pendidikan bagi anak didik di sekolah setempat.

“Kami hanya berharap gedung sekolah tersebut dapat segera dibangun untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar bagi anak didik. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai khususnya gedung sekolah, pendidikan di Kabupaten Lampung Utara khususnya di sekolah setempat tidak akan berjalan optimal” tuturnya menambahkan.

Sementara, Kepala Unit pelaksana teknis daerah (Ka.UPTD) Dinas Pendidikan Abung Selatan, Pidana di ruang kerjanya mengatakan usulan rehab gedung sekolah telah disampaikan dan dia berharap sekolah tersebut segera dibangun.

“Usulan permohonan rehab gedung telah masuk ke kantor UPTD Dinas Pendidikan dan proposal itu telah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara. Semoga usulan dapat segera terealisasi” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dikdas) Lampura, Wahidi Suwianto menuturkan pihak Dinas Pendidikan berjanji untuk menindak lanjuti permasalahan ini. Pihaknya, memastikan SDN tersebut akan mendapat bantuan rehab TA 2015 ini.

“Saya akan upayakan dan pastikan SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan mendapat bantuan rehab pembangunan gedun TA 2015 ini” kata dia. (Yud)



Kiriman Berita
YUDHI HARDIYANTO

Dua SD Di Lampung Utara Harapkan Gedung Baru

Ilustrasi: Salahsatu Sekolah di Lampura yang hampir roboh

Lampung Utara, Mediawarga.info-Dua SD di Kecamatan Sungkai Barat Kabupaten Lampung Utara mengharapkan pembangunan gedung baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (Ka.UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Sungkai Barat, Syaidullah Muchtar di ruang kerjanya, Kamis (2-3) mengatakan harapan dibangunnya gedung baru guna menunjang KBM tersebut, yakni; untuk SD Sinar Harapan dan SD Tanjung Jaya.

“SD Sinar Harapan dan SD Tanjung Jaya Kecamatan Sungkai Barat butuhkan gedung baru untuk menjunjang KBM di sekolah masing-masing” ujarnya.

Untuk kebutuhan gedung di SD Sinar Harapan diprioritaskan guna pembangunan ruang kelas baru (RKB) dengan pertimbangan, SD yang memiliki jumlah siswa 210 murid tersebut, hanya memiliki dua unit gedung sekolah yang terbagi menjadi 7 lokal.  Dengan rincian satu unit gedung terbagi dua lokal kelas dan satu kantor sedangkan satu unit sisanya, terbagi menjadi 4 lokal kelas. Kondisi satu gedung yang terbagi menjadi empat lokal kelas tersebut kondisinya telah mengalami kerusakan.

“Bangunan lama yang terbagi menjadi empat lokal di SD Sinar Harapan kondisinya telah mengalami kerusakan parah walaupun masih dapat digunakan untuk KBM” kata Syaidullah.

Sementara di SD Tanjung Jaya, sekolah membutuhkan gedung baru untuk ruang perpustakaan. Sebab, buku-buku perpustakaan di sekolah masih disatukan di ruang kelas atau ruang guru dan belum tersusun secara khusus. Dengan dibangunnya gedung baru untuk perpustakaan diharapkan siswa dapat menimba ilmu lebih aktif dan nyaman melalui buku yang dibacanya.

“Peran sekolah adalah mencerdaskan anak didik. Bila gedung sekolah kurang menunjang kegiatan belajar mengajar bagaimana pendidikan akan berjalan optimal” kata Syaidullah kembali. (Yud/Lampost)

Baca juga :Mohon Segera Bangun Kembali Sekolah Kami 

Kiriman Berita  Yudhi Hardiyanto

Tags: Sekolah Rusak Pendidikan

PKS Kota Metro Usung Abdul Hakim Sebagai Calon Walikota

Admin Mediawarga.info sedang mewawancarai Ust. Abdul Hakim, anggota Komisi V DPR-RI ketika melakukan kunjungan ke Lampung Utara dalam rangka minitoring Program P4IP pada Desember 2013.

Metro, Mediawarga.info--DPD PKS Metro mengusung Ustadz Abdul Hakim, anggota DPR RI, sebagai calon wali kota Metro dalam pilkada mendatang.

Dilansir Lampung.Tribunnews.com, Minggu (5/04), Ketua DPD PKS Metro Yulianto mengatakan, pihaknya telah menetapkan Abdul Hakim sebagai calon wali kota. Hal tersebut berdasar hasil pemilu raya internal, dimana PKS mengutamakan kader maju pilkada.

"Itu menjadi dasar kita. Dan DPP memutuskan Abdul Hakim sebagai calon wali kota kita di Metro. Persoalan dengan siapa, sampai saat ini kita masih menjalin komunikasi politik dengan semua parpol dan balon," bebernya, Minggu (5/4).

Karena itu, terus Yulianto, DPD PKS Kota Metro tidak membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Karena akan mencalonkan kadernya sendiri maju pilkada. (Rid/Tribun Lampung)

Jalan Tol Sumatera Ground Breaking Akhir April 2015

Ilustrasi Jalan Tol (Antara)

KALIANDA, Mediawarga.info--Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan jalan tol Sumatra direncanakan akan dilaksanakan pada akhir April 2015 di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Lampung Selatan I Ketut Sukerta di Kalianda, Jumat (3/4), mengatakan, ground breaking diperkirakan di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni persisnya di depan Dermaga 4.

"Lokasinya di titik nol sekitar Pelabuhan Bakauheni," kata anggota tim persiapan pembangunan jalan tol Sumatra itu, mengutip laman Republika Online, Juma't (03/04/2015).

Dalam kegiatan tersebut, agendanya akan dihadiri oleh Presiden Ir Joko Widodo. Menurut Ketut, saat ini pihaknya sudah melakukan konsultasi publik di tiga desa, yakni Bakauheni, Klawi, dan Hatta yang umumnya warga desa tersebut sudah menyatakan setuju serta mendukung pembangunan jalan tol itu.

"Konsultasi publiknya baru kami lakukan di tiga desa, dan mereka setuju. Sosialisasi ini akan terus berjalan ke seluruh desa sesuai dengan lokasi pemasangan patok centerline jalan tol Sumatera di daerah ini," kata dia lagi.

Dia mengemukakan, setelah sosialisasi selesai, baru akan ditindaklanjuti dengan penetapan lokasi oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo. "Bila penetapan lokasi ini beres, baru melakukan pembebasan lahan termasuk melakukan pendataan dan negosiasi ganti rugi lahan oleh tim independen," kata dia lagi.

Sesuai rencana, jalan tol Sumatra akan segera dibangun dimulai dari Bakauheni di Lampung Selatan Provinsi Lampung ke Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah dan berlanjut hingga perbatasan Provinsi Sumatera Selatan.

Jalan tol Sumatra ini merupakan program infrastruktur nasional yang diprioritaskan pemerintahan Presiden Jokowi, dan ditargetkan pada April 2015 ini akan dimulai realisasi pembangunannya. (ROL)

Warga Bandar Lampung Gelar Shalat Gerhana Bulan

Ilustrasi Gerhana Bulan

BANDAR LAMPUNG, Mediawarga.info -- Sejumlah umat Islam di kota Bandar Lampung menggelar shalat gerhana, setelah shalat Maghrib di Masjid Al Anshor, Kemiling, Sabtu (4/3). Setelah shalat gerhana, jamaah laki-laki dan perempuan mendengarkan khutbah imam dengan khusyuk.

Persiapan shalat gerhana juga digelar umat di beberapa masjid di kota Bandar Lampung, mulai dari waktu Maghrib hingga selesai Isya. Takmir masjid sudah mengajak umat Muslim mengikuti shalat gerhana secara berjamaah.

Komaruzaman, imam shalat gerhana di Masjid Jami' Al Anshor, dalam khutbahnya mengatakan,  setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah, baru terjadi sekali dalam 10 tahun gerhana. "Setelah hijrah Nabi SAW, hanya terjadi satu kali gerhana," katanya.

Sekarang ini, katanya, kejadian gerhana matahari atau bulan sudah sering terjadi. Untuk itu, ia mengatakan gerhana menjadi sebab tanda dekatnya hari kiamat.

Namun, ia menyesalkan sebagian orang menyangka peristiwa gerhana bulan atau matahari, hanya sebagai gejala alam. "Ini adalah pendapat orang yang bersifat khurofat, padahal Nabi SAW menyuruh kita untuk shalat gerhana," katanya.

Pelaksanaan shalat gerhana, sesuai dengan tuntunan Nabi digelar secara berjamaah sebanyak dua rakaat, dua rukuk, dengan bacaan ayat Alquran yang panjang setiap rakaatnya. Setelah salam dilanjutkan dengan khutbah oleh imam shalat dan berdoa. (ROL)

Lagi, Mahasiswa di Lampung Gelar Demo Tolak Kenaikan BBM

Massa dari Aliansi Mahasiswa Unpad menduduki kendaraan pengangkut BBM Pertamina yang melintas ketika melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumedang, Jabar, Senin (30/3). (Antara/Fahrul Jayadiputra)
BANDAR LAMPUNG, Mediawarga.info--Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Bandar Lampung, Kamis (2/4). Mereka menolak kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Para mahasiswa melakukan aksi di jalan depan Gedung Univeristas Bandar Lampung. Aktivitas kendaraan di jalur tersebut sempat tersendat. Korlap aksi LMND, Aria Fitra, menyatakan kebijakan presiden dan wakil presiden yang tidak prorakyat dengan menaikkan harga BBM sudah tidak pantas dipertahankan lagi. "Kami menolak harga BBM naik," katanya.

Aksi mahasiswa ini, mendapat perhatian publik yang melintas di wilayah tersebut. Mahasiswa membakar keranda sebagai bentuk matinya pemerintah Jokowi - JK yang sudah tidak berpihak sama rakyat.

Demo ini juga mengusung "Turunkan Jokowi". Mahasiswa juga meluapkan aspirasinya, dengan menggelar aksi teaterikal.

Aparat kepolisian berjaga di area yang ramai arus lalu lintas, termasuk polwan dikerahkan. Aksi ini dilakukan setelah kebijakan Jokowi sudah tidak sejalan dengan janji-janjinya saat berkampanye. Era Presiden Jokowi rakyat semakin sengsara dengan naiknya harga BBM, bahan pokok, angkutan transportasi, dan kebutuhan rakyat lainnya. (ROL)

Kabar Dari Desa | 60% Jalan Kabupaten Di Kecamatan Sungkai Barat Rusak Parah

Salah satu titik jalan poros Desa Tanjung Jaya ke Desa Sinar Harapan Kecamatan Sungkai Barat sepanjang  8 Km rusak parah. kondisi jalan itu berlumpur dan licin, sehingga sulit dilalui dan pengemudi harus berhati-hati saat melintasinya, Jumat (27-3). YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi, Mediawarga.info--Sekitar 60 persen jalan kabupaten di Kecamatan Sungkai Barat, Lampung Utara rusak parah. Dampaknya, akses transportasi bagi warga yang melintas di wilayah tersebut terhambat.    

Camat Sungkai Barat, Abdurahman di ruang kerjanya, Jumat (27/3) mengatakan dari 10 desa wilayah administrasi kecamatan, yakni; Way Isem, Sinar Harapan, Cahaya Mas, Tanjung Jaya, Gunung Raja, Negeri Batin Jaya, Comok, Sinar Jaya, Negeri Sakti, Gunung Maknibai dan Kubu Hitu. Titik jalan yang mengalami kerusakan parah ada di Desa Tanjung Jaya mengarah ke Desa Sinar Harapan sepanjang sekitar 8-7 km, Desa Negeri Batin ke Comok sekitar 7 km, Gunung Raja ke Desa Sinar Harapan sekitar 4 km dan Desa Way Isem ke Sinar Harapan sekitar 2 Km.

“Dari 10 desa di Kecamatan Sungkai Barat, diperkirakan sekitar 60 persen jalan kabupaten yang melintas di desa setempat telah mengalami kerusakan” ujarnya. 

Kerusakan jalan desa di wilayah bervariasi. Rata-rata berlubang dengan kedalaman sekitar 3 cm s/d 10 cm. Sedangkan untuk kerusakan jalan terparah ada di Desa Tanjung Jaya. Jalan poros desa di wilayah tersebut telah menjadi kubangan lumpur saat musim penghujan dan di beberapa titik jalan desa setempat kedalaman lumpur bisa mencapai lebih dari 30 cm. Selain licin, di beberapa titik ruas jalan yang menanjak di desa itu juga sulit dilalui kendaraan. Bahkan, beberapa mobil pernah terperangkap semalaman karena terjebak lumpur di ruas jalan tersebut. 

“Akibat rusaknya jalan poros di Desa Tanjung Jaya, kendaraan milik warga atau orang yang melintasinya terutama saat musim penghujan mesti lebih hati-hati dan beberapa kejadian, ada mobil sempat menginap di jalan itu karena terjebak lumpur” kata dia. 

Menyoal upaya perbaikan, dia mengaku hal itu telah diusulkan dalam Musrembang kecamatan dan telah disampaikan ke Kabupaten. Terkait kapan perbaikan jalan dapat segera terealisasi, lagi-lagi tergantung dari kondisi keuangan daerah. 

“Usulan telah disampaikan ke kabupaten dan untuk realisasi perbaikan, pihak kecamatan hanya dapat menunggu karena itu lagi-lagi tergantung dari keuangan yang ada di daerah” kata  Abdurahman kembali. (YUD) 


Penulis: Yudhi Hardiyanto
Jurnalis Lampung Post

Kemendag Luncurkan Rp 1,8 M Dana Pengembangan Pasar Tradisional Di Lampura

Ilustrasi Pasar Tradisional (Beritasatu.com)

KOTABUMI, Mediawarga.info--Guna pengembangan pasar tradisional di Kabupaten Lampung Utara, Kementerian Perdagangan meluncurkan dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 1,8 milyar dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2015 guna  merehab tiga unit pasar tradisional di tiga kecamatan.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindak) Kabupaten Lampung Utara, Rendra Yusfie di ruang kerjanya,  Jumat (27-3) mengatakan rincian tiga unit pasat tradisional yang di rehab. Yakni; Pasar Comok, di Desa Comok Kecamatan Sungkai Barat, Pasar Gedung Negara, Desa Gedung Negara, Kecamatan Hulu Sungkai dan Pasar Subik, Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah.

“Penetapan tiga titik lokasi pasar tradisional yang akan di rehab itu berdasarkan survey tim di 48 titik pasar tradisional yang terdata di kota maupun desa” ujarnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, Diskoperindak Lampura, Yuni Santoso menuturkan anggaran rehab pasar dari Kementerian Perdagangan itu diperkirakan akan diluncurkan sekitar Juni 2015 ini.  

Menyoal kriteria pasar tradisional yang akan di rehab, mesti dekat dengan akses jalan, tingkat transaksi ekonomi di pasar tradisional setempat lebih maju jika dibanding dengan transaksi ekonomi di pasar tradisional yang ada di desa sekitar yang masuk dalam lingkup satu kecamatan dan tanah yang digunakan untuk pasar tersebut merupakan tanah milik pemerintah dan bukan tanah hak milik pribadi atau perseorangan.   
 
“Penetapan pasar tradisional yang akan dibangun atau di rehab berdasarkan  tinggi rendahnya transaksi ekonomi yang berlangsung di pasar setempat dan tanah yang diperuntukkan untuk pasar merupakan tanah pemerintah” kata dia.

Dengan pembangunan pasar tradisional ini, diharapkan tingkat pertumbuhan ekonomi di wilayah dapat berkembang lebih pesat. Selain itu, petani setempat akan lebih mudah memasarkan produk pertaniannya dengan harga jual lebih baik.

“Dengan bangunan yang lebih representatif diharapkan mampu mendorong tingkat ekonomi masyarakat menjadi lebih maju” kata dia menambahkan. (YUD/Lampost.co)


Penulis : Yudhi Hardiyanto
Jurnalis Lampung Post

Areal Kebun Lada di Lampung Utara Berkurang 30%

Seorang petani lada di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Sungkai Barat, Lampung Utara sedang memetik lada di kebunnya. LAMPUNG POST/Yudhi Hardiyanto

KOTABUMI, Mediawarga.info--Tingginya harga lada di Kabupaten Lampung Utara yang berkisar Rp110 ribu--Rp100 ribu/kg selama tiga tahun terakhir (2012-2014) belum mendorong naiknya perluasan areal lada di kabupaten setempat. Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Disbun) Kabupaten Lampung Utara, Kirdi di ruang kerjanya, Selasa (24/3), mengatakan tingginya harga lada yang menembus angka Rp100 ribu--Rp110 ribu/kg terhitung Maret ini belum mendorong perluasan areal tanaman lada yang menjadi komoditas andalan kabupaten itu.
“Tingginya harga lada yang merangkak naik dalam tiga tahun terakhir (2012-2014) di Lampung Utara belum menjadi daya dorong bagi petani untuk mengusahakan tanaman lada di lahannya” ujarnya.

Merujuk hasil rekapitulasi luas areal dan produksi tanaman perkebunan 2009-2013, pada 2011 tercatat luas areal lada di Lampura sekitar 19.177,5 hektare (ha). Pada 2012 turun menjadi 18.473,5 ha, 2013 (18.090 ha), dan 2014 merujuk perhitungan sementara, diperkirakan luas areal kembali turun menjadi sekitar 15 ribuan ha atau dalam kurun waktu tersebut (2012-2014) terjadi penurunan luas areal sekitar 30%.
Sementara itu, harga lada di pasaran cenderung naik. Pada 2012, harga lada masih berkisar Rp40 ribu/kg, 2013 harga naik Rp60 ribu--Rp70 ribu/kg, dan 2014 menembus angka Rp100 ribu dan sampai Maret ini harga lada masih berada pada kisaran Rp100 ribu--Rp110 ribu/kg.

“Jika dibandingkan penurunan luas areal lada di Lampung Utara tidak sebanding dengan tingginya harga lada di pasaran yang cenderung terus naik,” kata Kirdi kembali.

Menyoal penyebab berkurangnya kebun lada di kabupaten itu, dia memperkirakan hal itu kemungkinan karena petani melakukan peremajaan atau meyulam dengan mengganti tanaman lada tua yang tidak produktif dan yang terkena penyakit ke tanaman lada baru. Selain itu, bisa juga karena pengaruh iklim akibat El Nino seperti saat ini, tidak ada batas yang jelas kapan musim hujan dengan kapan musim kemarau dan bisa juga karena teknik budi daya lada yang dilakukan petani kurang tepat.

Menyikapi itu, pihaknya menganjurkan petani meremajakan atau rehabilitasi tanaman lada yang kurang produktif dengan mengganti bibit lada unggul yang tahan penyakit khususnya busuk pangkal batang seperti bibit lada varietas Natar 1 dan Natar II atau bibit unggul varietas lokal.


“Melalui peremajaan tanaman lada yang sudah tua atau kurang produktif dengan tanaman baru varietas unggul yang tahan penyakit dan penggunaan pupuk organik, diharapkan hasil panen lada dapat naik. Sehingga, kenaikan harga dapat seiring dengan kenaikan produktivitas yang berimbas pada naiknya kesejahteraan petani,” kata Kirdi. (Yud/Lampost.co).


Penulis: Yudhi Hardiyanto
Jurnalis Lampung Post

PKS Pesawaran Usung Al Muzammil Yusuf Sebagai Calon Bupati

Al Muzammil Yusuf (Lampost.co)

Pesawaran, Mediawarga.info--PKS Pesawaran Provinsi Lampung menurunkan kader sekaligus tokoh kaliber nasional pada pemilukada Kabupaten Pesawaran tahun 2015 dalam upaya mendesain hadirnya pilot project kemajuan dan perbaikan bagi daerah setempat.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua PKS Lampung Johan Sulaiman di hadapan kader utama PKS se-Pesawaran dalam rangka konsolidasi dan pemantapan pemenangan Bang Jamil (Al Muzzammil Yusuf) sebagai calon bupati Pesawaran yang diusung PKS, di Kantor PKS Pesawaran, Diberitakan Lampost.co, Minggu(29/3/2015).

Johan mengatakan penetapan Bang Jamil telah sesuai aspirasi kader di Pesawaran. Pihaknya berharap kepada seluruh kader PKS untuk ikhlas bekerja secara maksimal, dengan tenaga penuh, dan tidak setengah-setengah. "Jangan setengah kopling, sebab jika setengah kopling justru mesin menjadi cepat rusak,” kata Johan.

Al Muzzammil Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh kader Pesawaran menjadikan dirinya calon kepala daerah dari PKS.

“Insya allah saya siap maju pemilukada mendatang. Saya akan bekerja semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang saya miliki,” katanya. (Lampost.co)

Gubernur Lampung: Begal di Jakarta Adalah Duta Kemiskinan Lampung

Ridho Ficardo  Gubernur Lampung

Bandar Lampung, Mediawarga.info-Kasus begal di Jakarta dan sekitarnya masih ramai jadi pemberitaan. Nama Kelompok Lampung cukup akrab di telinga kala membahas begal di Jakarta.

Ridho Ficardo, Gubernur Lampung, mengakui bahwa memang ada sebagian warganya hijrah ke Jakarta dan menjadi pelaku kejahatan. Namun, akar permasalahannya adalah kemiskinan di provinsi tersebut.

"Di Jakarta para begal lahir. Itu duta besar dari kemiskinan di Lampung," kata Ridho saat acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Lampung 2015 di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/3/2015), dilansir detikfinance.com.

Dengan nada canda di depan para bupati dan wali kota se-Lampung, Ridho menyebut para begal asal Lampung sudah enggan beraksi di daerah asalnya karena pusat-pusat ekonomi mengalami kelesuan.

"Ini harus disadari, di Lampung begal nggak bisa beraksi. Jadi pindah ke jakarta," ujarnya.

Meski demikian, Pemprov Lampung dan aparat keamanan tidak akan padang bulu. Pemerintah daerah dan kepolisian terus menindak tegas para begal ini.

"Kita kerja sama dengan kepolisian, mapping untuk redakan rasa sakit. Upaya penegakan hukum harus dilakukan. Dengan kebijakan keras, ditembak ditempat. Ini obat redakan rasa sakit, bukan sembuhkan," tegasnya.

Solusi jangka panjang, menurut Ridho, ialah mengentaskan kemiskinan. Dia menyebut Provinsi Lampung masuk urutan ke-3 sebagai daerah termiskin di Sumatera sehingga tidak heran angka kejahatan terus meningkat. 

"Survei BPS 2011, kita nomor 3 sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Ini tantangan," sebutnya.

Pernyataan Gubernur Lampung dibenarkan oleh seorang warga bernama Kosasih. Dia menyebut dirinya kerap ditanya soal begal setiap mengantar tamu asal luar daerah.

"Pertanyaan pertama yang muncul soal Lampung adalah begal. Memang beberapa daerah disini masih rawan begal," kata Kosasih. (Detik.com)

ISIS Coba Cuci Otak Warga Mesuji Lampung?

Bendera ISIS

Pesawaran, Mediawarga.info--Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung mewaspadai adanya pencucian otak yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dan merekrut sejumlah warga untuk bergabung bersama kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Pasalnya, belum lama ini, dengan berkedok akan memberangkatkan umrah gratis, beberapa warga Kabupaten Mesuji telah dicuci otaknya. Diduga, upaya pemberangkatan “berkedok” umrah itu untuk bergabung dengan sparatis ISIS.
"Kita sudah sampaikan kepada penyuluh agama, kepala KUA dan penghulu untuk segera lapor ke kanwil dan aparat jika mengetahui hal serupa. Namun kami sulit untuk mendeteksinya, lantaran seperti di Mesuji, mereka melalui travel travel sehingga kita tidak dilihat gejala awalnya. Bahkan, warga kita (Mesuji) diduga sudah dilakukan pencucian otak di Surabaya," ungkap Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Suhaili seperti dilansir Saibumi.com, Kamis 19 Maret 2015.
Kepala Kanwil Kemenag Lampung Suhaeli
Menurutnya, pihaknya baru baru ini telah melakukan rapat dengan Polda Lampung, Kesbangpol serta jajaran terkait guna membahas hal tersebut (ISIS). "
Kita sudah seminarkan. Dan untuk Lampung saat ini belum terdeteksi titik titiknya, namun kita tetap waspada mengantisipasi hal tersebut," tandasnya.
Mengenai potensi mengenai perekrutan warga untuk bergabung dengan ISIS, Suhaili tak menampik kemungkinan tersebut. 
"Kita tidak bisa bicara gak ada potensi, selalu ada potensi untuk itu, dan ternyata di Mesuji ada. Dan kita harus waspada walau pun di Lampung gak ada kantong kantong khusus yang menjurus kesitu. Kita sudah waspada mulai dari tingkat bawah kita juga kerja sama dengan TNI, bukan hanya ISIS tapi juga aliran aliran baru yang menyesatkan, pasalnya mereka itu (yang dicuci otaknya) yakin benar bahwa ISIS itu benar dan sesuai dengan perintah tuhan, ini harus diwaspadai," pungkasnya. (Rid/Saibumi.com)

Baca Juga:

Curigai akan Gabung ISIS dengan Modus Umroh, 257 Warga Mesuji Dipulangkan
Polisi: Belum Ada Indikasi Umrah Gratis Warga Mesuji Modus Perekrutan ISIS


Polisi: Belum Ada Indikasi Umrah Gratis Warga Mesuji Modus Perekrutan ISIS


Mediawarga.info, Malang - Kepolisian Sektor Singosari Kota Malang, masih terus mendalami motif perekrutan ratusan warga Mesuji Lampung untuk umrah gratis ke Tanah Suci. Sejauh ini, belum ada indikasi keterkaitan antara peserta umrah ini dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS.

"Kami belum menemukan indikasi adanya keterlibatan ISIS. Sejauh ini kami terus akan berkoordinasi dengan Polres Mesuji, Lampung, karena perekrutan awal berlangsung di sana,” ujar Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah, Selasa 17 Maret 2015.

Dari pemeriksaan, diketahui rombongan jemaah yang berjumlah 257 orang ini direkrut oleh seorang perempuan bernama Ningsih asal Kremil Surabaya, Jawa Timur dan Agus Santoso asal Yosowilangun Lumajang.

Kedua oknum yang menjadi perekrut para jemaah ini, kini masih terus menjalani pemeriksaan. Latar belakang keduanya juga masih ditelusuri. 

Begitu pun dengan metode perekrutan mereka, masih terus didalami. Menurut Hermansyah, dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa rombongan jemaah ini diinapkan di sejumlah hotel di Kota Malang sejak Desember 2014.

Rombongan ini pun mendapatkan pembekalan berupa pelatihan mental dan kemandirian oleh penyelenggara. "Tujuannya untuk bekal saat umrah gratis nanti,” kata Hermansyah seperti dilansir dari Viva.co.id. 

Terungkap juga, jika ratusan warga Mesuji ini sudah melewati Jawa Tengah dan Surabaya sebelum akhirnya tiba di Kota Malang. "Di Malang, Ningsih menyerahkan jemaah ke Agus ini. Dia mengaku, menyediakan umrah gratis karena nazar dari ayah mertuanya,” ujar Hermansyah.

Hilang Kontak

Lima orang warga Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, hilang kontak sejak sebulan terakhir. Mereka mengikuti program umroh gratis yang dibiayai oleh seorang pengusaha asal Malang, Jawa Timur. 

Spekulasi berkembang bahwa mereka diduga bergabung dengan kelompok militan ISIS yang dikemas paket umroh gratis. 

Wahyuni (30), keluarga kelima orang yang hilang sudah melaporkan kehilangan anggota keluarganya yang mengikuti program umroh gratis sejak sebulan terakhir. 

"Seluruh alat komunikasi handphone yang dibawa keluarganya, saat ini tidak bisa dihubungi. Saya khawatir keluarga saya ikut umroh gratis yang berkedok perekrutan jaringan Islam radikal ISIS," terang Wahyuni, Senin, 16 Maret 2015.

Wahyuni menambahkan, mereka yang ikut dalam umroh gratis tersebut adalah kedua orang tua Wahyuni bernama Sujono (75), ibunya bernama Parela (72), adiknya bernama Sri (25), adik iparnya Sadi Ridwansyah (27) serta anak balita pasangan Sri dan Sadi bernama Aldi yang masih berumur 3 tahun. 

"Mereka yang ikut umroh gratis itu disebut- sebut juga diiming-imingi uang tunai sebesar Rp25 juta per orang. Kelimanya mengikuti program umroh gratis yang dibiayai oleh seorang pengusaha asal Malang, Jawa Timur," paparnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mesuji, Ajun Komisaris Effendi, mengatakan sejak sebulan terakhir pihaknya sudah menerima 20 laporan warga yang mengaku hilang kontak dengan keluarganya karena ikut program umroh gratis dan diberi uang tunai puluhan juta rupiah itu. 

"Kasus hilangnya 5 orang dari satu keluarga yang ikut program umroh gratis ini masih kami selidiki," kata AKP Effendi, Selasa, 17 Maret 2015. (Rid/Viva)

Curigai akan Gabung ISIS dengan Modus Umroh, 257 Warga Mesuji Dipulangkan


Malang, Mediawarga.info -Sebanyak 257 warga Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dipulangkan secara bertahap ke kampung halamannya oleh aparat Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur. 

Dilansir Tempo.co, pemulangan yang dilakukan sejak Senin petang, 16 Maret 2015, dilakukan setelah mereka tinggal di beberapa hotel di wilayah kabupaten dan kota Malang sejak akhir tahun lalu. Keberadaan mereka di Malang untuk menunggu giliran berangkat umroh gratis yang digagas Agus Santoso, warga Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. 

"Sekarang kami sedang mendalami latar belakang Saudara Agus Santoso dan Ningsih yang jadi koordinator program umroh gratis itu. Ia sudah kami amankan," kata Kepala Komisaris Decy Hermansyah, Kepala Kepolisian Sektor Kota Singosari, Selasa, 17 Maret 2015. 

Menurut bekas Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Malang itu, warga Mesuji datang ke Malang setelah direkrut oleh Ningsih, warga Kremil Surabaya. Mereka sempat menginap di sebuah hotel di Surabaya. 

Di Malang mereka diserahkan ke Agus Santoso. Mereka sempat ditempatkan di dua hotel murah. Pertama, Hotel Serayu yang beralamat di Jalan Serayu Selatan 3A, Kecamatan Belimbing, Kota Malang. Hotel ini dipakai sejak November 2014 sampai 1 Maret 2015. 

Kegiatan di Hotel Serayu dianggap meresahkan warga setempat. Apalagi warga melapor ke pengurus rukun tetangga dan rukun warga, serta ke kantor kelurahan. Alhasil, warga dipindahkan ke hotel kedua, yakni Hotel Grace atau Hotel Antariksa. Hotel ini berlokasi di Jalan Perusahaan 53, Karanglo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari. Warga diinapkan selama 1-16 Maret 2015. 

Kedua hotel difungsikan oleh penggagas kegiatan sebagai tempat menginap atau penampungan, rekrutmen, dan juga pelatihan. Warga Mesuji mendapat sejumlah materi pelatihan sebagai bekal untuk umroh, antara lain latihan penguatan mental dan kemandirian. Pelatihan berlangsung tertutup di dalam hotel. 

Mereka dipindahkan lagi setelah Hotel Antariksa didatangi polisi dan wartawan. Kabar terakhirnya mereka dipindahkan ke Wisma Kalindra di kawasan obyek wisata Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. 

"Informasinya kami terima dari salah seorang warga Mesuji yang merasa tertipu. Merasa tertipu karena katanya umrahnya gratis, tapi mereka tetap dipungut sejumlah uang untuk proses administrasi. Apalagi jadwal berangkatnya juga enggak jelas," kata Decky.

Decky mengaku kesulitan mengumpulkan informasi dari ratusan warga Mesuji yang diduga telah jadi korban penipuan tersebut. Kebanyakan warga menghindar dan menolak saat diminta keterangan. Polisi pun belum bisa mengungkap metode perekrutan yang dilakukan Agus dan Ningsih saat berada di Lampung dan Jawa Tengah, sebelum ratusan warga dibawa ke Surabaya dan Malang.

Namun, segelintir warga mengaku memberikan uang antara Rp 1,5 juta sampai Rp 6 juta. Agus Santoso menyangkal. Ia mengaku hanya mengutip biaya administrasi rata-rata Rp 150 ribu per orang.

Kepolisian Resor Mesuji mengontak Kepolisian Resor Malang untuk berkoordinasi mengenai pemulangan warga pada Senin kemarin. Kerabat mereka di Lampung sangat cemas karena sudah sangat lama mereka tidak tahu keberadaan mereka.

"Bahkan kerabat mereka di Mesuji sangat khawatir warga-warga itu akan direkrut untuk bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), apalagi kemarin ada 16 warga yang dikabarkan hilang di Turki," ujar Decky. 

Pemulangan sudah dilakukan sejak kemarin dengan bus. Warga sepakat menunggu giliran berumrah di Mesuji saja bila kegiatan umrah gratis itu memang ada. (Tempo.co)