News Update :

Pemberdayaan Masyarakat

Sosial Budaya | Kesra

Berita Dari Warga

Hukum

Daerah | Regional

Opini | Artikel

Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting

Pengunjung Padati Pembukaan Lampung Fair 2014

Minggu, 18 Mei 2014

Gubernur Lampung, Sjahroedin Meninjau salahsatu stand pameran di Lampung Fair
Mediawarga.info, BANDAR LAMPUNG-Ribuan warga memadati pembukaan pameran pembangunan Lampung Fair 2014 di PKOR Wayhalim Bandarlampung, Sabtu malam.

Kegiatan rutin tahunan yang bertema The Pride of Lampung, menurut Gubernur Lampung Sjachroedin ZP saat membuka ajang pameran dan promosi tahunan ini, merupakan gambaran dari hasil pembangunan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Sejumlah masyarakat mengaku, sengaja datang di malam pembukaan Lampung Fair 2014 ini untuk menyaksikan berbagai hiburan baik tari-tarian maupun penampilan atraksi kembang api dan musik dengan artis dari ibu kota.

"Kami sengaja datang awal karena setiap pembukaan pasti disajikan secara meriah dengan rangkaian kegiatan seperti penampilan tari-tarian hingga penampilan artis ibu kota," kata Lina, salah satu warga Kedaton Bandarlampung.

Ia juga menyatakan senang karena pada pembukaan Lampung Fair 2014 ini tidak dipungut biaya masuk seperti tahun sebelumnya.

"Memang seharusnya tidak perlu membayar, karena masyarakat ingin melihat sejauh mana potret pembangunan sudah berjalan selama ini," kata dia pula.

Hal senada dikatakan oleh pengunjung lainnya bahwa memang seharusnya pengunjung pameran tidak perlu membayar atau gratis.

Namun, ia melanjutkan, kalau memang harus membayar saat mengunjungi Lampung Fair tidak menjadi soal, asalkan dapat disesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat di provinsi ini.

"Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan sekali, sehingga masyarakat bisa memperoleh hiburan serta meningkatkan pengetahuan mengenai kondisi pembangunan di Lampung," kata dia lagi.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP saat pembukaan Lampung Fair 2014 ini mengatakan, ajang pameran dan promosi tahunan ini merupakan potret dari proses pembangunan pada masing-masing kabupaten/kota di provinsi ini.

"Sebagai pintu gerbang Sumatera, Lampung harus bisa memberikan berbagai perubahan pembangunan sehingga perlu kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut," kata dia.

Menjelang akhir masa jabatannya sebagai gubernur, ia berpesan agar ke depan Lampung Fair dapat dijadikan sebagai potret untuk sarana evaluasi dalam memperbaiki segala kekurangan, sehingga provinsi ini dapat bersaing di segala bidang.

Lampung Fair 2014 berlangsung sepekan hingga 25 Mei mendatang. (ANTARA)

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilgub Lampung

Kamis, 15 Mei 2014

MK tolak gugatan sengketa Pilkada Lampung 

Mediawarga.info, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menolak permohonan gugatan sengketa Pilkada Lampung yang diajukan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur H Herman-Zainudin.

"Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva saat membacakan amar putusan di Jakarta, Rabu.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur H Herman-Zainudin menilai pemenang Pilkada Lampung pasangan Muhammad Ridho Ficardo-Bakhtiar tersebut sarat dengan politik uang dan kecurangan.

MK menyatakan tidak terdapat bukti yang meyakinkan bahwa telah terjadi pelanggaran dalam proses Pilkada Provinsi Lampung Tahun 2014 yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Terkait adanya dukungan dana dari Sugar Group Companies dalam upaya pemenangan pasangan Muhammad Ridho Ficardo-Bakhtiar, MK menyatakan pemohon tidak dapat membuktikan.

"Seandainyapun benar pelanggaran berupa dukungan dana dari suatu perusahaan kepada Pihak Terkait, pembagian gula maupun praktik politik uang tersebut terjadi, menurut Mahkamah, hal tersebut seharusnya dapat diproses melalui instansi Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) sesuai peraturan perundang-undangan," kata Anggota Majelis Hakim Arief Hidayat.

MK juga menilai pemohon juga tidak bisa membuktikan secara meyakinkan keterlibatan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad mengumpulkan kepala desa se Kabupaten Tanggamus di Taman Wisata Way Lalaan dan mengarahkan untuk memenangkan Pihak Terkait, serta membagikan uang.

"Pemohon tidak dapat membuktikan secara meyakinkan bahwa kegiatan pengumpulan para kepala desa oleh Wakil Bupati Tulang Bawang Barat secara terstruktur, sistematis dan masif atas perintah dari Pihak Terkait kepada Wakil Bupati Tulang Bawang Barat maupun sebagai pelaksanaan program yang terencana dan meliputi seluruh kepala desa di Provinsi Lampung," katanya.

MK juga menemukan fakta bahwa berdasarkan keterangan saksi, baik yang diajukan oleh Pemohon maupun Pihak Terkait, pertemuan tersebut dibubarkan oleh Panwas dan tidak terbukti adanya tindak lanjut maupun hasil dari pertemuan tersebut yang memengaruhi kebebasan pemilih untuk menggunakan hak atau tidak menggunakan hak pilihnya yang pada akhirnya memengaruhi perolehan suara masing-masing pasangan calon khususnya Pemohon.

"Oleh karena itu, dalil Pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum," kata wakil ketua MK ini. (ANTARA)

Berikut Caleg Terpilih DPRD Provinsi Lampung 2014-2019

Selasa, 13 Mei 2014


BANDAR LAMPUNG (Media Warga Online) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung mengumumkan sebanyak 85 caleg terpilih yang akan duduk di kursi legislatif DPRD Lampung 2014-2019 mendatang.


Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih membacakan satu persatu nama dan perolehan suara partatai politik dan caleg terpilih di ruang aula KPU Lampung, Senin (12/5/2014).

Berikut 85 anggota DPRD terpilih mengutip laman Tribunnews.com :

Nasdem 8 Kursi
  1. Fauzal Sibron (DP I)
  2. Zamzami Yasin (DP II)
  3. Sahanah (DP III)
  4. Amrullah El Hakim (DP 4)
  5. Sahyana (DP5)
  6. Budi Yuhanda (DP 6)
  7. Asih Fatmawati DP 7
  8. Garinca Reza Pahlevi (DP 8)
PKB 7 Kursi
  1. Lazuardi (Dp2)
  2. M. Effendi (DP 3)
  3. Hidir Ibrahim (DP 4)
  4. Karlina (DP 5)
  5. KHaidir Bujung (DP 6)
  6. Midi Ismanto (DP 7)
  7. Noverisman Subing (DP 8)
PKS 8 Kursi
  1. Hantoni Hasan (DP 1)
  2. Antoni Imam (DP 2)
  3. Johan Sulaiman  (DP 3)
  4. Ahmad Sumaryanto (DP 4)
  5. Mardani Umar (DP 5)
  6. Ade Utami Ibnu (DP 6)
  7. Mufti Salim (DP 7)
  8. Proyo Budi Santoso (DP 8)
PDIP 17 kursi 
  1. Eva Diwana (DP 1)
  2. Apriliati (DP 1)
  3. Syafariah Widianti (DP 2)
  4. Tulus Purnomo (DP 2)
  5. Watoni Nurdin (DP3)
  6. Toto Sumirat (DP3)
  7. Dadang Sumpena (DP 4)
  8. Yanuar Irawan  (DP 4)
  9. Edi Rusdianto (DP 5)
  10. Yose Rizal (DP 5)
  11. Kadek Swartika (DP6)
  12. Dedi Afrizal (DP 6)
  13. Bambang Suryadi (DP 7)
  14. I Komang Koheri (DP 7)
  15. Ketut Erwan (DP 8)
  16. Mingrum Gumay (DP 9)
  17. H. M. Rizal (DP 4)
Partai Golkar 10 Kursi
  1. Azwar Yacub (Dp1)
  2. Tony Eka Candra Dapil 2
  3. Ririn Kuswantari Dapil 3
  4. FX. Siman Dapil 3
  5. Mirzalie Dapil 4
  6. Thaib Husin Dapil 5
  7. Ismet Roni Dapil 6
  8. Miswan Rody Dapil 7
  9. I Nyoman Suryana Dapil 7
  10. Mega Putri TarmiziDapil 8
Gerindra 10 kursi
  1. Andika Wibawa Dapil 1
  2. Mikdar Ilyas Dapil 2
  3. Elly Wahyuni Dapil 3
  4. Hary Ananda Dapil 4
  5. Pattimura Dapil 5
  6. Putra Jaya Umar Dapil 6
  7. Azwar Syafarudin Dapil 6
  8. Ikhwan Fadil Dapil 7
  9. I Made Suarjaya Dapil 7
  10. Eddi Hamim Dapil 8
Demokrat 11 kursi
  1. Hartarto LojayaDapil 1
  2. Imer Darius Dapil 1
  3. Agus Revolusi Dapil 2
  4. Dendi Romadhona Dapil 2
  5. Mozes HermanDapil 3
  6. AmaludinDapil 4
  7. Nerozely Agung Putra Dapil 5
  8. Muhammad Junaidi Dapil 6
  9. Toto Herwantoko Dapil 7
  10. Sugiarto Dapil 7
  11. Yandri Nazir Dapil 8
PAN 8 kursi
  1. Muswir Dapil 1
  2. Hazizi Dapil 2
  3. Abdullah Fadri Auli Dapil 3
  4. Joko SantosoDapil 4
  5. Hamidi Dapil 5
  6. SupraptoDapil 6
  7. Abdullah Surajaya (DP 7)
  8. Asmara Dewi (DP 8)

PPP 4 kursi 
  1. MC Iman Santoso (DP 1)
  2. Zeldayati (DP3)
  3. Hali Fahmi AR (DP5)
  4. Abdul Haris (DP8)
Hanura
  1. Angga Jevi Surya (DP1)
  2. Yozi Rizal (DP 5)

Ini 12 Tuntutan Buruh Lampung

Kamis, 01 Mei 2014

Aksi Demo Buruh Lampung di Bundaran Gajah, Bandar Lampung, 1 Mei 2014 (Dok: Muhammad Ridwan)
Bandar Lampung (Media Warga Online)- Para buruh yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lampung (GRL) yang menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional di Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis, 1 Mei 2014, menyampaikan 12 tuntutan. 

Pertama, naikan upah minimum Provinsi Lampung menjadi Rp. 3.700.000,-. Menurut GRL masih rendahnya upah minimum di Lampung karena komponen penetapan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) merupakan standar kehidupan KHL bagi buruh lajang.

Kedua, Tetapkan 80 Komponen KHL, karena saat ini hanya 60 komponen penetapan standar KHL yang digunakan, itu merupakan standar bagi KHL buruh lajang, sehingga menyebabkan penetapan upah minimum provinsi/kabupaten/kota diberbagai tempat sangat minim dan jauh dari harapan buruh.


Ketiga, hapuskan sistem kerja kontrak dan Out Souching karena eksisnya sistem kerja tersebut telah menghancurkan jaminan kepastian pekerjaan bagi buruh yang membuat posisi tawar buruh dihadapan perusahaan menjadi lemah dalam hal negosiasi upah. 

Keempat, tolak Badan Perlindungan dan Jaminan Sosial (BPJS), karena selama ini BPJS untuk buruh menggunakan uang dari gaji buruh sendiri bukan dari pemerintah.

Kelima, Tolak privatisasi aset-aset negara. Keenam, tolak PHK sepihak oleh perusahaan. Ketujuh, hentikan pemberangusan serikat buruh, dan Kedelapan, hentikan kriminalisasi buruh. Kemudian Kesembilan, buruh menuntut revisi UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 yang sangat merugikan buruh.

Kesepuluh, hentikan perampasan tanah dan laksanakan reformasi agraria, karena perampasan tanah di desa yang ditujukan untuk perluasan perkebunan telah menjadikan petani harus kehilangan pekerjaan dan dipaksa untuk mencari pekerjaan menjad buruh.

Sebelas, hentikan komersialisasi pendidikan dan cabut UU No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, karena biaya pendidikan tinggi yang mahal menyebabkan para pemuda terlempar dari kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan dipaksa hanya menjadi buruh karena tidak punya daya saing akibat rendahnya pendidikan.

Dan terakhir, Berikan jaminan kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Demo Buruh Lampung (Dok: Muhammad Ridwan)
Gerakan Rakyat Lampung (GRL) merupakan aliansi beberapa organisasi buruh dan mahasiswa yang terdiri dari Federasi Serikat Buruh Lampung, Serikat Buruh Nestle Panjang, Federasi Serikat Buruh Karya Utama, Front Mahasiswa Nasional, BEM Universitas Lampung, Serikat Buruh Mandiri Umas Jaya Agrotama dan federasi buruh lainnya. (rid)

Peringati May Day, Buruh Lampung Tolak Politik Upah Murah

Aksi Demo Buruh Lampung di Bundaran Gajah, Bandar Lampung, 1 Mei 2014 (Dok: Muhammad Ridwan)
Bandar Lampung (Media Warga Online)-Para buruh di Lampung menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional di Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis, 1 Mei 2014. Massa yang mengatasanamakan Gerakan Rakyat Lampung (GRL) tersebut terdiri dari beberapa gabungan organisasi yakni Federasi Serikat Buruh Lampung, Serikat Buruh Nestle Panjang, Federasi Serikat Buruh Karya Utama, Front Mahasiswa Nasional, BEM Universitas Lampung, Serikat Buruh Mandiri Umas Jaya Agrotama dan federasi buruh lainnya.

Dalam aksi yang di ikuti sekitar 500 buruh dan mahasiswa tersebut, GRL menyoroti masih rendahnya upah minimum di lampung, masih eksisnya sistem kerja kontrak dan out sourching, politik upah murah yang dijalankan perusahaan serta perampasan tanah rakyat untuk perluasan perkebunan.

Menurut GRL masih rendahnya upah minimum di Lampung karena komponen penetapan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) merupakan standar kehidupan KHL bagi buruh lajang.

"Saat ini hanya 60 komponen penetapan standar KHL yang digunakan, itu merupakan standar bagi KHL buruh lajang, sehingga menyebabkan penetapan upah minimum provinsi/kabupaten/kota diberbagai tempat sangat minim dan jauh dari harapan buruh", ujar Deny Kurniawan, koordinator umum aksi GRL dalam press release yang diterima Mediawarga.info, hari ini, Kamis (01/05).

Selain itu, menurutnya masih eksisnya sistem kerja kontrak telah menghancurkan jaminan kepastian pekerjaan bagi buruh yang membuat posisi tawar buruh dihadapan perusahaan menjadi lemah dalam hal negosiasi upah. 

"Bahkan, setelah putusan MK yang membatalkan pasal tentang outsouching dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013, PLN (Perusahaan Listrik Negara-Red) masih menetapkan upah dibawah penetapan UMP seperti yang terjadi di Lampung", Tegas Deny.

Demo Buruh Lampung (Dok: Muhammad Ridwan)
Penetapan KHL, outsourching dan upah minimum yang rendah di lampung, menurut GRL, bagian dari politik upah murah yang dijalankan secara komprehensif dan didukung oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Bahkan GRL mensinyalir, pemerintahan SBY-Boediono menjadikan buruh murah di Indonesia sebagai pemikat datangnya investasi asing yang akan 'merampok' habis-habisan kekayaan alam Indonesia.

Selain persoalan yang mendera buruh sendiri, politik upah murah juga dijalankan dengan melakukan penindasan di sektor rakyat lainnya. Perampasan tanah di desa yang ditujukan untuk perluasan perkebunan telah menjadikan petani harus kehilangan pekerjaan dan dipaksa untuk mencari pekerjaan menjad buruh.

GRL juga menyoroti biaya pendidikan tinggi yang mahal sehingga para pemuda terlempar dari kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan dipaksa hanya menjadi buruh karena tidak punya daya saing akibat rendahnya pendidikan. Terakhir, GRL menyoroti lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja.

GRL berkesimpulan, persoalan yang dialami oleh buruh terkait dengan politik upah murah yang dijalankan secara komprehensif oleh pemerintah yang didukung oleh lembaga moneter internasional seperti IMF dan WTO juga berdampak pada sektor rakyat lainnya.  

Oleh karena itu dalam momentum peringatan hari buruh Internasional ini, seluruh rakyat harus memperkuat persatuannya dan melawan skema politik upah murah yang dijalankan pemerintahan sekarang. 

Kemudian diakhir rilisnya GRL mengeluarkan 12 tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah, yaitu :

1. Naikan upah minimum Provinsi Lampung menjadi Rp. 3.700.000,-
2. Tetapkan 80 Komponen KHL
3. Hapuskan BPJS dan SJSN
4. Tolak privatisasi aset-aset negara
5. Hapuskan sistem kerja kontrak dan Out Souching
6. Tolak PHK sepihak
7. Hentikan pemberangusan serikat buruh
8. Hentikan kriminalisasi buruh
9. Revisi UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003
10. Hentikan perampasan tanah dan laksanakan reformasi agraria
11. Hentikan komersialisasi pendidikan dan cabut UU No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi
12. Berikan jaminan kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Editor: Muhammad Ridwan

Berikut Calon Anggota DPR dan DPD RI Dapil Lampung Yang Lolos Ke Senayan

Minggu, 27 April 2014

Bandar Lampung (Media Warga Online)-Zulkifli Hasan dari PAN mendominasi perolehan suara untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Lampung. Menteri Kehutanan tersebut memperoleh 174.144 suara mengungguli caleg-caleg dari partai lainnya.

Berdasarkan hasil rapat pleno rakapitulasi Pemilu Legislatif KPU Provinsi Lampung, Rabu (23/04), Dapil 1 yang meliputi Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Lampung Barat itu, PDIP berpotensi mendapat 2 kursi, sementara PAN, Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PKS masing-masing akan mendapat jatah1 kursi. Satu kursi yang tersisa akan menjadi rebutan antara Partai Hanura dan Nasdem.

Rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono bersama Empat komisionernya dihadiri saksi 12 partai politik, saksi parpol, saksi DPD, Bawaslu dan Forkompinda.


Dilansir situs www.politikindonesia.com, dalam rekapitulasi suara DPR RI untuk daerah pemilihan Lampung I, PDIP memperoleh 365.555 suara, PAN mendapat 276.424 suara, Demokrat mendapat 218.439 suara, Golkar memperoleh 182.407 suara, dan PKS dengan 170.326 suara. Sementara Hanura 152.407 suara, PKB 136.637.


Sementara tiga partai lainnya, yakni PPP, PBB, dan PKPI dipastikan tidak mendapatkan kursi untuk DPR RI.


"KPU Lampung tidak dapat memutuskan apapun, sebab hanya melakukan perekapan suara perolehan caleg dari partai politik serta DPD. Nanti yang menentukan KPU Pusat,"ujar Firman.


Menurut Nanang, hasil rekapitulasi suara ini belum disepakati karena masih menunggu rekapitulasi dari seluruh kabupaten/kota yang termasuk dalam Dapil Lampung 1 dan Lampung 2.


"Masih belum selesai perhitungannya, jadi untuk kepastiannya kita tunggu hingga pembacaan sanggahan dari masing-masing saksi partai politik," kata dia lagi.


Namun, Nanang menjelaskan, masih ada beberapa keberatan yang diajukan sehingga perlu adanya pembahasan usai seluruh hasil rekapitulasi dibacakan.


Namun, perkiraan sementara untuk Dapil 1 Lampung, ada 9 calon anggota yang akan masuk Senayan yaitu:  
1. Zulkifli Hasan dari PAN (174.144 suara);
2. Frans Agung Mula Putra dari Partai Hanura (81.058); 
3. Isma Yatun dari PDI Perjuangan (65.731); 
4.Sudin dari PDI Perjuangan (64.008); 
5. Ahmad Muzani dari Partai Gerindra (48.379); 
6. Almuzamil Yusuf dari PKS (43.974); 
7. Musa Zainudin dari PKB (43.784);
8. Zulkifli Anwar dari Partai Demokrat (40.922); 
9. Reza Pahlevi atau Dwie Aroem Hadiatie dari Partai Golkar. 

Untuk Dapil 2 Lampung sampai berita ini diturunkan, Media warga Online belum mendapat data. 

Namun berdasarkan hitung cepat yang dilansir situs www.lampost.co pada tanggal 10 April 2014  hasil untuk dapil 2 lampung adalah sebagai berikut:

1.Henry Yosodiningrat (PDIP)
2.Itet Tridjajati Sumarijanto (PDIP)
3.Chusnunia Chalim (PKB)
4.Tamanuri (NasDem)
5.Abdul Hakim (PKS)
6.Azis Syamsudin (Golkar)
7.Dwita Ria Gunadi (Gerindra)
8.Marwan Cik Asan (Demokrat)
9.Alimin Abdullah (PAN)

Selengkapnya hasil hitung cepat yang dilansir www.lampost.co silahkan klik tautan berikut ini  http://lampost.co/berita/inilah-anggota-dpr-ri-dari-lampung-hasil-hitung-cepat

Sementara itu menurut laman www.politikaindonesia.com, untuk anggota DPD RI yang lolos ke senayan, hasil rekapitulasi suara untuk Dapil 1 dan 2, adalah sebagai berikut: 


1.Anang Prihantoro sebanyak 546.287 suara; 
2. H Ahmad Jajuli sebanyak 338.596 suara; 
3. Andi Surya sebanyak 295.910 suara; 
4. Ir. A Azis Adyas sebanyak 252.912 suara.

Selanjutnya calon anggota DPD yang tidak lolos, perolehan suaranya adalah sebagai berikut: H Achmad Sybirin HA Koenang sebanyak 189.954 suara, Ir Agusman Effendi sebanyak 159.344 suara, Ahmad Farmadi Putra sebanyak 154.965 suara, Ananda Tohapati sebanyak 145.718 suara, Ardian Saputra sebanyak 163.676 suara, Arief Budi Atmoko sebanyak 44285 suara.

Sumber: www.politikaindonesia.com | www.lampost.co

Listik Mati Setiap Hari, Warga Bandar Lampung Kecewa

Sabtu, 26 April 2014

Listrik padam (ilustrasi)
Listrik Padam (Ilustrasi)
 Bandar Lampung (Media Warga Online)-Sebagian warga Badarlampung menyatakan kecewa dengan kinerja PLN karena pemadaman listrik masih terus terulang di kota tersebut serta daerah lainnya di Provinsi Lampung.

"Kalau warga telat bayar langsung didenda. Kalau warga dirugikan, apakah PLN juga dikenakan denda," kata Edy, salah satu warga Kecamatan Sukarame Bandarlampung, Sabtu malam.

Berdasarkan informasi yang dilansir Republika.co.id, Sabtu (26/04) malam, wilayah Bandarlampung dalam beberapa malam terakhir selalu mengalami pemadaman aliran listrik mendadak seperti di kawasan Waydadi Sukarame, Bandarlampung.

Berdasarkan pantauan, sebagian besar daerah itu dan wilayah lainnya di kota Bandarlampung gelap gulita karena terjadi pemadaman aliran listrik.

Banyak warga yang akhirnya menggunakan penerangan lilin, padahal itu berisiko menyebabkan terjadinya kebakaran.

Hanya sebagian kecil bangunan di wilayah Sukarame yang menggunakan penerangan listrik dengan mengoperasikan genset, seperti RS Imanuel, rumah makan, restoran dan warung.

Karena pemadaman listrik selalu berlangsung lama maka warga umumnya membeli lilin dalam jumlah cukup banyak, seperti satu bungkus yang harganya Rp8.000.

"Pemadaman listrik kok terus menerus. Saya mau masak nasi jadi tak bisa karena aliran listrik padam," kata Lusi, warga Sukarame lainnya.

Sejumlah warga lainnya juga menyatakan kecewa atas pemadaman listrik yang tanpa ada pemberitahuan penyebabnya.

"Kemarin malam sampai dini hari, listrik padam. Malam ini padam lagi, dan bisa sampai dini hari lagi. Seharusnya masalah pemadaman ini tak perlu terus terulang kalau manajemen PLN-nya profesional," kata Duan, warga lainnya.

Pemadaman listrik juga menimpa rumah sakit seperti RS Imanuel dan RS lainnya. Padahal hal itu mengganggu fungsi rumah sakit untuk mengobati pasien, serta bisa mempercepat kerusakan peralatan RS yang umumnya berharga sangat mahal, seperti CT-scan.

Protes atas pemadaman listrik juga dilakukan warga Kelurahan Campang Raya Kecamatan Sukabumi Bandarlampung belum lama ini dengan menyerahkan bola lampu rusak kepada PT PLN Distribusi Lampung sebagai ungkapan protes atas kinerja perusahaan listrik itu.

Penyerahan bola lampu tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga kepada PT PLN karena pemadaman listrik yang terlalu sering berlangsung, sehingga membuat peralatan listrik warga sering rusak.

Warga berharap krisis kelistrikan di Lampung bisa segera teratasi, karena PLN adalah perusahaan negara yang sudah lama berdiri dan beroperasi.

Warga juga menyayangkan hingga kini PT PLN masih saja memiliki permasalahan yang sama, yaitu pemadaman listrik. (Republika)

Lampura Dapat Bantuan 53,6 Miliar untuk Program MP3KI

Jumat, 25 April 2014

Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Lampura (Sumber: pnpmperdesaanlampura.wordpress.com)
Kotabumi (Media Warga Online)--Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Pola Khusus Percepatan dan Penguatan Infrastruktur (PNPM MP3KI) Lampung Utara (Lampura) tahun ini mencapai Rp. 53,615 miliar. Demikian dikatakan Fasilitator Kabupaten PNPM MP3KI, Riza Allatif, Minggu (23/3).  

"Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara mandiri melalui penghidupan berkelanjutan," kata dia. Berdasarkan informasi yang dilansir situs www.swaralampung.com, pelaksanaan program ini sendiri harus dilakukan dengan mensinergikan,dan mentransformasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada. Seperti kelompok program bantuan dan perlindungan sosial, program pemberdayaan masyarakat. Karena MP3KI berkembang melalui transformasi dan pendekatan pemberian bantuan ke pendekatan peningkatan kemampuan dan kemandirian masyarakat. 

 "Karena PNPM MP3KI ini mesti dapat memperkuat kelembagaan masyarakat agar dapat mendukung upaya pengembangan, peningkatan dan pelestarian mata pencaharian individu/keluarga melalui penyediaan kegiatan program dan hasilnya," urainya.  

Sementara jenis kegiatan yang tidak bisa dibiayai oleh program itu di antaranya penyediaan lahan, bertentangan dengan tata ruang dan rencana peraturan lainnya, pembangunan fasilitas perkantoran atau rumah dinas, serta fasilitas rumah ibadah dan sejenisnya. "Kegiatan yang diusulkan harus bermanfaat dan berhubungan langsung dengan peningkatan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat miskin," papar dia. 

 Adapun yang memperoleh program itu berjumlah 17 kecamatan yakni, Kecamatan Sungkai Selatan, Tanjung Raja, Abung Timur, Abung Barat, Abung Selatan, Sungkai Utara, Kotabumi Utara, Abung Tengah, Abung Semuli, Abung Surakarta, Muara Sungkai, Bunga Mayang, Hulu Sungkai, Sungkai Tengah, Abung Pekurun, Sungkai Jaya dan Sungkai Barat. "Besaran dana yang diterima masing-masing kecamatan bervariasi besarannya mulai dari Rp. 2 miliar hingga Rp 4 miliar," tutup dia.

Banjarsari Terbaik Dalam Pengembalian Bantuan PNPM di Metro



Metro (Media Warga Online)--Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, dinilai sebagai daerah terbaik di Lampung dalam pengembalian bantuan bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Hal itu terungkap pada kunjungan evaluasi di Kelurahan Banjarsari, Senin (26-8). Sejak digulirkannya bantuan 2010—2013, sebanyak 906 warga kurang mampu di Banjarsari telah merasakan manfaat pinjaman ekonomi bergulir PNPM.

“Saya sudah empat kali menerima dana bergulir PNPM. Kini usaha pemeliharaan ternak itik saya mampu menopang kebutuhan keluarga,” ujar Nurmayana, warga setempat, mengutip harian Lampung Post edisi Selasa, 27 Agustus 2013.

Dia mengaku semula hanya hidup pas-pasan bersama anak dan suaminya. Setelah memanfaatkan dana bergulir itu, ia kini bisa membantu suami yang kesehariannya hanya mengandalkan hasil sebagai buruh bangunan dan buruh tani. "Biaya keluarga dan anak sekolah tak lagi dirasakan sulit sebab hasil ternak itiknya lumayan," kata dia.

Hal senada disampaikan Khoiria, warga Lingkungan I Banjarsari, yang mengaku sudah tiga kali memanfaatkan dana bergulir untuk usaha minuman rumput laut dan cokelat. Minuman tersebut kini bisa menembus pasar swalayan.

Lurah Banjarsari Yudi menilai keberadaan PNPM di daerahnya sangat membantu warganya yang kurang mampu. Ia mengakui tingkat partisipasi kesadaran masyarakat untuk mengubah kehidupan menjadi mandiri sangat baik. Terbukti, hampir 1.000 warganya proaktif memanfaatkan dana bergulir PNPM dan berjalan cukup baik.

"Program pusat maupun sharing APBD melalaui PNPM ini sangat membantu masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Koordinator LKM PNPM Imam Priyadi mengatakan bantuan bergulir yang diberikan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, terbukti hingga empat tahun berjalan sejak 2010 sudah menjangkau 906 warga kurang mampu untuk usaha mikro mayoritas home industry. “Saat ini masih ada empat kelompok yang masuk daftar tunggu pinjaman bergulir,” kata dia. (Lampost)

Ekonomi

Berita Internasional

 

© Copyright Media Warga Online 2013 -2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com