News Update :

Sosial Budaya | Kesra

Politika

Berita Dari Warga

Daerah | Regional

Opini | Artikel

Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting

Pemkab Lampura Gelar Lokakarya Review PNPM-MPK 2014

Rabu, 28 Januari 2015

Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Lampung Utara
 
Mediawarga.info, KOTABUMI - Pemkab Kabupaten Lampung Utara dan Fasilitator program nasional pemberdayaan masyaraka mandiri perkotaan (PNPM-MPK) menggelar lokakarya dan review pelaksanaan kegiatan PNPM-MPK 2014 di aula gedung Korpri Kotabumi, Selasa (27/1).

Narasumber dalam agenda dua hari (27-28 Januari 2015) yang ditujukan guna membangun gerakan kemandirian penanggulangan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia tersebut, di isi Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Utara, Azwar Yazid.


Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen PNPM-MPK Propinsi Lampung, Imdan Sukani, Team Leader OC-2 Propinsi Lampung, Sujoko, Ketua STIE Ratula Kotabumi, Emon Hariyadi, PPK PNPM-MPK Kabupaten Lampung Utara, Mudassir dan Korkot-2 Metro dan Lampung Utara, Agus Tubagus.


Dalam sambutannya, Azwar mengatakan kajian atau review pelaksanaan kegiatan PNPM-MPK 2014 tingkat kabupaten melalui lokakarya ini ditujukan untuk mengkonsolidasi hasil pelaksanaan review tingkat kelurahan/desa. Selain itu, sebagai pembelajaran pelaksanaan terbaik (best practice) kegiatan PNPM Mandiri perkotaan pada 2014 sekaligus alih kelola program dan perbaikan program untuk 2015.


“Kajian atau review PNPM-MPK kabupaten sangat penting untuk mengetahui keberhasilan tahap pelaksanaan program yang dilalui demi perbaikan pelaksanaan program tersebut untuk yang akan datang” ujarnya.


Menyoal total alokasi bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM-MPK Kabupaten Lampung Utara di 2014, sebesar Rp 2.625 milyar. BLM tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp 2.362 milyar dan APBD Rp 262 juta. Dana itu, dialokasikan di 13 desa/kelurahan di Kecamatan Kotabumi. Yakni; Kotabumi Tengah Barat, Talang Bojong, Bojong Barat, Sumber Arum, Kotabumi Udik, Kotabumi Ilir, Kotabumi Pasar, Kotabumi Tengah, Sindang Sari, Rejosari, Gapura, Sribasuki dan Cempedak.


“Alokasi PNPM-MPK bersumber dari APBN (90%) dan APBD (10%)” kata Azwar kembali.


Anggaran PNPM-MPK ini, dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan drainase, sumur bor, jalan, jembatan dan sarana sanitasi seperti MCK di wilayah-wilayah padat penduduk. Selain itu, alokasi dana juga diperuntukkan untuk kegiatan ekonomi bergulir (pinjaman lunak) guna menunjang ekonomi bagi masyarakat setempat.


“Melalui lokakarya ini, PNPM-MPK diharapkan dapat selaras dan sejalan dengan program pembangunan yang terus di dorong dan digalakkan Pemkab. setempat” kata Azwar kembali. (Lampost).

Penyerapan Dana PNPM-MPk Lampung Utara 2014 Capai 100 Persen

Selasa, 13 Januari 2015



 Oleh : Mudassir, S.Sos *)

Kotabumi, Mediawarga.info - Penyerapan anggaran yang bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perkotaan (PNPM-MPk) Tahun Anggaran 2014 di Kabupaten Lampung Utara hingga Desember 2014  mencapai 100 persen.

Tahun 2014 Kabupaten Lampung Utara mendapat pagu Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp. 2.625.000.000,- yang bersumber dari BLM APBN Rp. 2.362.500.000,-  atau sekitar 90 persen dan BLM APBD Rp. 262.500.000,- atau sekitar 10 persen.

Khusus di Kabupaten Lampung Utara, PNPM-MPk dilaksanakan di Kecamatan Kotabumi dengan 13 Desa/Kelurahan, yakni  : Kelurahan Kotabumi Tengah, Kotabumi Pasar, Kotabumi Udik, Kotabumi Ilir, Gapura, Cempedak,  Rejosari, Sribasuki, Sindangsari. Kemudian Desa Sumber Arum, Talang Bojong, Kotabumi Tengah Barat dan Bojong Barat. 

Untuk PNPM-MPk,  BLM untuk setiap Kelurahan/Desa variatif dengan jumlah terbesar Rp. 350 juta dan jumlah terkecil Rp. 75 juta. BLM PNPM-MPk 2014 dialokasikan untuk kegiatan Infrastruktur sebesar 98 persen. Hanya 2 persen dialokasikan untuk kegiatan ekonomi bergulir yang bersumber dari BLM APBD. Alokasi BLM Setiap Kelurahan/Desa Tahun 2014 adalah sebagai berikut :

No
Kelurahan/Desa

BLM Tahun 2014
Total BLM
(Rp)
APBN
(Rp)
APBD
(Rp)
1
Kotabumi Tengah Barat
150.000.000
135.000.000
15.000.000
2
Talang Bojong
200.000.000
180.000.000
20.000.000
3
Bojong Barat
150.000.000
135.000.000
15.000.000
4
Sumber Arum
200.000.000
180.000.000
20.000.000
5
Kotabumi Udik
350.000.000
315.000.000
35.000.000
6
Kotabumi Ilir
200.000.000
180.000.000
20.000.000
7
Kotabumi Pasar
150.000.000
135.000.000
15.000.000
8
Kotabumi Tengah
200.000.000
180.000.000
20.000.000
9
Sindangsari
200.000.000
180.000.000
20.000.000
10
Rejosari
200.000.000
180.000.000
20.000.000
11
Gapura
75.000.000
67.500.000
7.500.000
12
Sribasuki
350.000.000
315.000.000
35.000.000
13
Cempedak
200.000.000
180.000.000
20.000.000

Jumlah Total
2.625.000.000
2.362.500.000
262.500.000

Sampai 31 Desember 2014, setiap Kelurahan/Desa melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) telah menerima 100 persen BLM tersebut. Mekanisme pencairan BLM yang bersumber dari APBN dengan cara ditransfer langsung ke rekening LKM di Bank BPD Lampung Cabang Kotabumi oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kotabumi. Sedangkan BLM yang bersumber dari APBD ditransfer langsung oleh Badan Pembendaharaan Keuangan dan Asset (BPKA) ke rekening LKM di BPD Lampung Cabang Kotabumi. Selanjutnya LKM menyalurkan dana BLM tersebut ke masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk melaksanakan berbagai kegiatan dimasing-masing Kelurahan/Desa.

Kebijakan Drop Loan BLM Tahun Anggaran 2013

Dalam kesempatan ini Tim Koordinasi Pelaksanan Program (TKPP) PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Lampung Utara akan menjelaskan kebijakan Drop Loan (pengurangan anggaran) BLM PNPM-MPk tahun anggaran 2013 oleh Pemerintah Pusat.

Tahun 2013, BLM PNPM-MPk mengalami drop loan di 102 Kabupaten termasuk di 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yakni Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Pringsewu, Kota Metro dan Kota Bandar Lampung. Kebijakan drop loan oleh Pemerintah Pusat ini berdasarkan ketersediaan dana dari lembaga funding (Donor) PNPM-MPk yang bersumber dari Islamic Development Bank atau Bank Pembangunan Islam.

Pada tahun anggaran 2013, di 102 Kabupaten di seluruh Indonesia terjadi revisi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) untuk alokasi BLM PNPM-MPk, termasuk di Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan DIPA awal tahun 2013 No 033.05.5.502351/2013 tanggal 05 Desember 2012, alokasi BLM PNPM-MPk Kabupaten Lampung Utara yang bersumber dari APBN/PLN (Pinjaman Luar Negeri) berjumlah Rp. 2.362.500.000,-. Kemudian DIPA BLM PNPM-MPk No 033.05.5.502351/2013 direvisi oleh Kementerian  Keuangan pada tanggal  23 Desember 2013 menjadi Rp. 1.575.000.000,- . Sehingga pada tahun anggaran 2013 setiap Kelurahan/desa di Kecamatan Kotabumi ada pengurangan BLM yang bersumber dari APBN. Adanya kebijakan drop loan adalah keputusan pemerintah pusat, pemerintah daerah dalam hal ini Satker dan PPK PNPM-MPk Kabupaten Lampung Utara hanya melaksanakan kebijakan dari pusat. Untuk tahun anggaran 2014, tidak ada lagi kebijakan drop loan BLM tersebut.

Keberlanjutan PNPM-MPk

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara salah satu Kabupaten yang berkomitmen baik dalam pelaksanaan PNPM-MPk sejak tahun 2006 yang dulu bernama Program Penangggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Hal ini dibuktikan dengan selalu tersedianya dana cost sharing Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang bersumber dari APBD serta dukungan teknis dari  berbagai dinas dalam rangka implementasi P2KP. Pada tahun 2008, P2KP menjadi “embrio program” bersama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dalam kerangka Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. PPK menjadi PNPM Mandiri Perdesaan dan P2KP kemudian berubah nama menjadi PNPM Mandiri Perkotaan.

PNPM Mandiri baik perdesaan maupun perkotaan secara nasional berakhir pada Desember 2014, namun khusus PNPM-MPk diperpanjang sampai bulan April 2015 dalam rangka penyelesaian laporan pertanggungjawaban Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM). Pasca April 2015 Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat terkait keberlanjutan PNPM-MPk di Kabupaten Lampung Utara.

TKPP PNPM-MPk Kabupaten Lampung Utara sangat mengharapkan program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri dapat dilanjutkan oleh Presiden sekarang, karena berdasarkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) TKPP, masih dibutuhkan program serupa dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Utara.

*) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PNPM-MPk Kabupaten Lampung Utara/Anggota Tim Koordinasi Pelaksana Program (TKPP) PNPM-MPk Kabupaten Lampung Utara

Sumber: Radar Kotabumi

Gelandangan Telantar di RS Bandar Lampung dengan Luka Membusuk

Selasa, 06 Januari 2015

Windasari (22), seorang gelandangan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, Provinsi Lampung, mengaku ditelantarkan hingga bahkan diusir, setelah sebelumnya sempat enam hari dirawat.

BANDARLAMPUNG, MEDIAWARGA.info- Windasari (22), seorang gelandangan yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, Provinsi Lampung karena kecelakaan, mengaku ditelantarkan setelah sebelumnya sempat enam hari dirawat.

"Saya dimarah-marahin, tidak dikasih makan dan minum. Setiap bagian luka terbuka dokter langsung marah-marah suruh ditutup," kata Windasari menceritakan kisahnya sambil menangis, mengutip KOMPAS.com, Senin (5/1/2014).

Winda mengalami luka-luka setelah ditabrak mobil. Dia kemudian dilarikan ke RS karena kondisi luka-luka di sekitar kaki yang kian mengenaskan. Namun, Winda mendapatkan perawatan yang tidak layak, dia lalu harus meninggalkan RS tersebut.

Kini, Winda terpaksa dirujuk Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel, Bandar Lampung. Winda dibawa oleh seorang relawan agar mendapat perawatan secara manusiawi. Saat dibawa ke RS Immanuel, luka-luka sekitar kakinya ditaburi bedak dan disumbat kapas dan tisu.

Beberapa luka di sekitar kaki sudah mengeluarkan belatung dan menimbulkan bau busuk. Luka-luka itu, kini sudah dibersihkan dan mendapat pengobatan awal dari perawat RS Immanuel.

Namun demikian, pihak RS Immanuel enggan menerima pasien untuk dirawat lebih lanjut dengan alasan dokter bedah sedang menjalankan cuti. "Kami sudah memberi pertolongan untuk mengurangi rasa sakitnya soal perawatan lebih lanjut di tempat kami ada standar operasionalnya harus dikoordinasikan dengan pihak dinas sosial," kilah Humas RS Imanuel Bandarlampung, Al Quirina.

Berdasarkan kabar terakhir, Winda kemudian diangkut ke sebuah klinik di Bandar Lampung. Hingga kini belum diperoleh konfirmasi dari pihak RSUD Abdoel Moeloek. (KOMPAS.com)

Pengunjung Padati Pembukaan Lampung Fair 2014

Minggu, 18 Mei 2014

Gubernur Lampung, Sjahroedin Meninjau salahsatu stand pameran di Lampung Fair
Mediawarga.info, BANDAR LAMPUNG-Ribuan warga memadati pembukaan pameran pembangunan Lampung Fair 2014 di PKOR Wayhalim Bandarlampung, Sabtu malam.

Kegiatan rutin tahunan yang bertema The Pride of Lampung, menurut Gubernur Lampung Sjachroedin ZP saat membuka ajang pameran dan promosi tahunan ini, merupakan gambaran dari hasil pembangunan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Sejumlah masyarakat mengaku, sengaja datang di malam pembukaan Lampung Fair 2014 ini untuk menyaksikan berbagai hiburan baik tari-tarian maupun penampilan atraksi kembang api dan musik dengan artis dari ibu kota.

"Kami sengaja datang awal karena setiap pembukaan pasti disajikan secara meriah dengan rangkaian kegiatan seperti penampilan tari-tarian hingga penampilan artis ibu kota," kata Lina, salah satu warga Kedaton Bandarlampung.

Ia juga menyatakan senang karena pada pembukaan Lampung Fair 2014 ini tidak dipungut biaya masuk seperti tahun sebelumnya.

"Memang seharusnya tidak perlu membayar, karena masyarakat ingin melihat sejauh mana potret pembangunan sudah berjalan selama ini," kata dia pula.

Hal senada dikatakan oleh pengunjung lainnya bahwa memang seharusnya pengunjung pameran tidak perlu membayar atau gratis.

Namun, ia melanjutkan, kalau memang harus membayar saat mengunjungi Lampung Fair tidak menjadi soal, asalkan dapat disesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat di provinsi ini.

"Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan sekali, sehingga masyarakat bisa memperoleh hiburan serta meningkatkan pengetahuan mengenai kondisi pembangunan di Lampung," kata dia lagi.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP saat pembukaan Lampung Fair 2014 ini mengatakan, ajang pameran dan promosi tahunan ini merupakan potret dari proses pembangunan pada masing-masing kabupaten/kota di provinsi ini.

"Sebagai pintu gerbang Sumatera, Lampung harus bisa memberikan berbagai perubahan pembangunan sehingga perlu kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut," kata dia.

Menjelang akhir masa jabatannya sebagai gubernur, ia berpesan agar ke depan Lampung Fair dapat dijadikan sebagai potret untuk sarana evaluasi dalam memperbaiki segala kekurangan, sehingga provinsi ini dapat bersaing di segala bidang.

Lampung Fair 2014 berlangsung sepekan hingga 25 Mei mendatang. (ANTARA)

Urbanesia | Perkotaan

Ekonomi

Kolom UMKM

 

© Copyright Media Warga Online 2013 -2014 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com