Mediawarga.info: Lampung | Berita Dari Warga Untuk Warga

Slider

Ekonomi dan Bisnis

Kolom UMKM

Politik

Urbanesia | Perkotaan

Kabar Dari Desa

Bupati Pringsewu "Blusukan" di Waluyojati dan Berikan Paket Bantuan

Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyo Jati, Kecamatan Ambarawa, Sabtu, 23 Januari 2016. (Dok: Ivan Kurniawan) 

Pringsewu, Mediawarga.info - Bupati Pringsewu, KH. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Sabtu (23/01/2016),  dalam rangka menghadiri kegiatan sosial Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Waluyojati. 

Sedikitnya 118 warga asal Pekon Waluyojati yang terdiri dari kaum dhuafa dan lansia mendapat bantuan paket sembako dan santunan dari LKM yang bersumber dari laba bersih Unit Pengelola Keuangan (UPK) tahun 2015 sebagai program ekonomi bergulir ex PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang menjadi Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP). 

Kegiatan ini merupakan program tahunan LKM Waluyojati yang dilaksanakan sejak tahun 2009. Tahun 2015, LKM Waluyojati memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 25 juta.

Paket bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad, didampingi Camat Pringsewu Nang Abidin, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Pringsewu Ivan Kurniawan, serta jajaran Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu.
 
KH. Sujadi Saddad dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti ini patut diapresiasi  karena membangun kepedulian sosial ditengah masyarakat. KH. Sujadi Saddad memuji LKM Waluyojati yang berhasil dalam kegiatan ekonomi bergulir, bahkan mampu melaksanakan kegiatan sosial. 

Dalam kesempatan tersebut, Sujadi juga membahas tentang alokasi dana desa dari Kemendesa yang rencananya akan cair tahun ini sekitar Rp.  600 juta.

Sujadi Saddad meninjau hasil kegiatan P2KKP dan jalan-jalan yang masih tanah  di Pekon Waluyo Jati (Dok: Ivan Kurniawan)

"Dana Desa tahun ini bertambah menjadi Rp. 600 juta, harus dimaksimalkan oleh Kepala Pekon untuk pembangunan infrastruktur desa ditambah dengan alokasi bantuan dari P2KKP dari Kementerian PUPR", Tegas KH. Sujadi.

Sebelum menyerahkan bantuan kepada warga Waluyojati, KH. Sujadi Saddad dengan berjalan kaki "Blusukan" meninjau jalan-jalan Pekon Waluyojati yang masih tanah dan hasil kegiatan P2KKP didampingi Camat Pringsewu, Tim Teknis Pemda, jajaran konsultan P2KKP dan LKM Waluyojati. 

Kegiatan Sosial Pemberian Santunan dan Paket Sembako di Balai Pekon Podomoro, Jum,at, 22 Januari 2016 (Dok. Muhammad Ridwan)

Sebelumnya, Jum'at (22/01/2016), LKM Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu juga melakukan kegiatan yang sama memberikan bantuan sembako dan santunan kepada 100 orang warga yang terdiri dari lansia dan yatim-piatu yang dilaksanakan di Balai Pekon Podomoro. Tahun 2015, LKM Podomoro memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 18 juta, dengan tingkat pengembalian 100 persen, terbaik se-kabupaten Pringsewu. (*)

Oleh: Muhammad Ridwan 
Citizen Reporter Mediawarga.info dan Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu

Pemkab Pringsewu Gelar "Kick Of Meeting" Program "Grand Design Agroforestry"

Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda Pringsewu (Foto: Ivan Kurniawan)

Pringsewu, Mediawarga.info--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda setempat.

Pengembangan Kawasan Agroforestry Terpadu sendiri rencananya berlokasi di Pekon Sukoharjo I Kecamatan Sukoharjo.

Mewakili Bupati Pringsewu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Pringsewu, Junaidi Hasyim, dalam pengantar awal rapat menjelaskan bahwa Penyusunan Grand Design Agroforestri Kabupaten Pringsewu adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan agroforestri di kawasan model Pekon Sukoharjo I, menyusun arah kebijakan, tujuan, strategi, program unggulan, serta perangkat-perangkat pelaksanaan pengembangan kawasan agroforestri Sukoharjo I.

Junaidi Hasyim juga mengharapkan Kick Of Meeting ini bisa menganalisis potensi pengembangan agroforestri secara makro di Kabupaten Pringsewu dan menyusun rekomendasi sebagai dasar arah kebijakan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu.

Ditambahkan Junaidi, hasil yang diharapkan dalam rapat ini adalah bisa menyusun arah kebijakan beserta strategi dan program kegiatan unggulan pengembangan kawasan agroforestri model di Pekon Sukoharjo I, hasil analisis potensi pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu dan rekomendasi dasar kebijakan pengembangannya.

Sementara itu, Ivan Kurniawan, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda mengatakan bahwa semangat grand design agroforestri di Kabupaten Pringsewu adalah :

Pertama, hasil survei dan pemetaan lapang menunjukkan potensi kawasan agroforestri di Pekon Sukoharjo I dengan luas total 411.762,02 m2 (41,17 hektar), dan terdapat kawasan inti di dalamnya seluas 12.371,38 m2 (1,2 hektar). Asesibilitas lokasi kawasan agroforetri di Pekon Sukoharjo adalah sangat baik.  Lokasi tersebut berada pada lintasan jalan raya Sukoharjo dan kondisi jalan dalam keadaan beraspal dengan lebar yang memadai. Hal tersebut merupakan potensi untuk pengembangan lokasi, karena lokasi mudah untuk dijangkau.

Kedua, lokasi kawasan agroforestri memiliki topografi yang beragam.  Keragaman topografi, mulai dari datar, landai, bergelombang, dan curam memungkinkan variasi pemandangan (view) yang estetis dan tidak monoton.  Pemandangan yang potensial untuk dikembangkan di lokasi sangat beragam, yaitu telaga/danau, lembah berupa sawah, tegalan, serta bukit-bukit hutan agroforestri. Lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri terletak pada ketinggian sekitar 168 m di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum 300C dan suhu minimum 210C.  Kondisi tersebut merupakan kondisi lingkungan fisik yang cukup nyaman untuk pengunjung.  Kenyamanan fisik pengunjung dapat ditingkatkan dengan pemilihan dan penataan vegetasi, sebagai pengarah, peneduh, dan lain-lain.

Ketiga adalah pengembangan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri memberi manfaat ekologi, manfaat edukasi, dan manfaat ekonomi. Kawasan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri dibagi menjadi dua zona utama, yaitu zona inti dan zona penyangga.  Zona inti adalah zona yang dikembangkan karena memiliki keunikan (unique selling point) dari lokasi sesuai tema utama agroforestri, sedangkan zona penyangga adalah zona yang mendukung fungsi dan keberadaan zona inti. Program pengembangan lokasi kawasan inti meliputi  penataan desain tapak (DED),  pembangunan fisik fasilitas pendukung sesuai DED (parkir, bangunan, jalan sekitar danau, sirkulasi, dan lain-lain, dan pembentukan landscape tapak.

Program pengembangan lokasi binaan KTH “Ngudi Rukun” Sukoharjo I dapat meliputi peningkatan ragam strata tajuk bawah; madu, ternak, fitomarmaka, peningkatan ragam strata atas; tanaman buah, peningkatan teknik konservasi tanah dan air, peningkatan peran kelompok, penanaman tanaman hutan, pembangunan aspek kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata, dan pengembangan kawasan sekitar.

Program pengembangan agroforestri dapat meliputi peningkatan promosi /publikasi kawasan binaan, pendataan dan pengembangan aspek sosial masyarakat yang terlibat dalam  kegiatan agroforestri, di wilayah lain (non binaan), pengembangan touring system,  pengembangan  agroforestri (pemasyarakatan agroforestri pada lahan kering, dan introduksi dan pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi dalam agroforestri),  revitalisasi Hutan Kemasyarakatan,  pengembangan kelembagaan Masyarakat sekitar hutan, dan  pengembangan SDM dan pemuda tani kehutanan.

Kepada Mediawarga.info, Kepala Bappeda, Akhmad Fadoli, optimis jika akan terwujud dengan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu ini perlu mempertimbangkan program pembangunan terpadu sehingga membutuhkan sinergitas yang baik antar lembaga pemerintahan (SKPD Pemkab) serta unsur-unsur pembangunan lainnya. Sinergitas yang tinggi dapat dihasilkan melalui program pengembangan terpadu yang terencana hasil kesepakatan dan pemikiran pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut Fadoli menambahkan perlu dikembangkannya kerjasama dengan lembaga-lembaga eksternal yang concern dengan pengembangan agroforestri, baik lembaga perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian bidang agroforestri dan pengembangan kawasan/wilayah, NGO, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain. Kerangka umum pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu harus memperoleh dukungan dari lembaga pemerintahan vertikal terkait sehingga berbagai aspek penunjang dapat sinkron dan ditunjang oleh kebijakan pembangunan nasional.

Program-program pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu perlu mengedepankan sektor-sektor yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi yang berwawasan ekologi dan konservasi mengingat percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu secara makro mengarah kepada wilayah/daerah perkotaan sebagaimana karakteristik wilayah Kabupaten Pringsewu saat ini,  Pungkas Fadoli. (Ivan/Rid)

Tim Teknis Program PLPBK Pringsewu Gelar Rapat Koordinasi Awal Tahun 2016

Rapat Koordinasi Tim Teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman berbasis Komunitas (PLPBK) di aula kantor Bappeda Pringsewu, Kamis, 21 Januari 2016 (Foto: Ivan Kurniawan)

Pringsewu, Mediawarga.info--Tim Teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman berbasis Komunitas (PLPBK) Kabupaten Pringsewu, Lampung,  menggelar rapat koordinasi (Rakor) I tahun 2016 dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, bertempat di ruang rapat Way Sekampung Bappeda Pringsewu, Kamis (21/01/2016). 

Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Pringsewu, Ivan Kurniawan,  mengatakan rapat koordinasi  ini merupakan salah satu agenda dalam tahap pelaksanaan Program PLPBK yang merupakan lompatan awal di tahun 2016 dimana telah memasuki monitoring dan evaluasi terhadap imlementasi program.

"Program PLPBK di Pekon Jati Agung adalah program rintisan di Kabupaten Pringsewu, sehingga harus menjadi percontohan, monitoring dan evaluasi Dokumen RTPLP adalah titik kritis dalam tahapan program PLPBK" Papar Ivan. 

Menurut mantan Kasatker PIP-PNPM Mandiri Perkotaan Pringsewu ini, Program PLPBK di Kabupaten Pringsewu berdasarkan nota kesepakatan antara Bupati Pringsewu dengan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 dengan Pekon Jati Agung sebagai lokasi rintisannya.

Dalam rapat koordinasi ini, Benny Arby Umran selaku Koordinator Kota Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP) Bandar Lampung-Pringsewu mengharapkan dokumen yang telah disusun ini dapat benar-benar diimplementasikan sebagaimana isi dokumen yang telah disempurnakan dan secara resmi disahkan oleh Bupati Pringsewu.

 "Pemaparan monitoring dan evaluasi atas imlementasi dokumen RTPLP sebagai bagian dari pelaksanaan Program PLPBK  bertujuan memberikan gambaran hasil implementasi pembangunan  kepada pihak pemerintah maupun swasta mengenai pengembangan Pekon/Kelurahan sasaran serta mensinkronisasikan kebutuhan Pekon/Kelurahan yang telah disusun", Ungkap Benny.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) P2KKP Kabupaten Pringsewu, Ahmad Handri Yusuf, berkeyakinan "Mimpi" masyarakat Jati Agung yang ditelah diimlementasikan akan didukung penuh dengan sharing program serta bentuk kemitraan lainnya dari berbagai dinas. Setahun atau lima tahun, pasti mimpi tersebut bisa direalisasikan.     

Dalam Rakor ini, dihadiri juga oleh jajaran Konsultan  P2KKP Kabupaten Pringsewu, Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) Pekon Jati Agung, Perwakilan Pemerintahan Pekon dan Tenaga Ahli Pemasaran. (Rid/Ivan)

12 Pekon di Pringsewu Mendapat Program Pamsimas Tahun 2016-2017

Rapat Teknis Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Pringsewudi Kantor Banppeda, Rabu (20/01/2016). 
Foto: Ivan Kurniawan

Pringsewu, Mediawarga.info--Kelompok kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat kerja (Raker) teknis Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat) III pada Rabu, (20/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda. 

Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Pokja AMPL yang terdiri dari Bappeda, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (BPMPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan melakukan Raker Pamsimas III sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional Pamsimas pada pertengahan Desember tahun 2015 lalu.

Akhmad Fadoli Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu dalam pembukaan rapat menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten melalui Surat Bupati Pringsewu Hi. Sujadi Tanggal 31 Oktober 2014 Nomor: 050/280.e/LT.02/2014 mengajukan minat program Pamsimas III Tahun 2016-2017. Program ini didukung pula DPRD Kabupaten Pringsewu dalam bentuk surat dukungan Tanggal 03 Nopember 2014 Nomor: 050/295.b/II.02/2014. 

Pamsimas merupakan program unggulan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bidang penyediaan air minum.

Menurut Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, Ivan Kurniawan, berdasarkan rencana, lokasi dan alokasi Pamsimas ada di 12 Lokasi Pekon/Desa dalam dua tahun anggaran dengan masing-masing enam Pekon/Desa selama tahun 2016 dan 2017. 

Dana pembangunan Program Pamsimas III ini berasal dari World Bank (Bank Dunia). Pringsewu ditetapkan sebagai penerima hibah bantuan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor: 566/KPTS/M/2015 Tanggal 15 Desember 2015.

“Sebagai tahapan awal pelaksanaan program ini adalah persiapan kelembagaan yaitu pembentukan Pokja AMPL–Sanitasi Kabupaten Pringsewu, pembentukan Panitia Kemitraan (Pakem), pembentukan Distric Project Management Unit (DPMU), pengajuan/pengusulan Kepala Satuan Kerja (Satker) dan PPK PAMSIMAS, dan Lokalatih Pakem dan DPMU. Tahapan kedua adalah persiapan dan penetapan lokasi Pekon/Desa reguler,  selanjutnya proses pelaksanaan pembangunan,” ujar  Ivan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum A. Handri Yusuf, menegaskan bahwa target sasaran sesuai usulan adalah tersebar pada 12 Pekon (Desa)  rawan air saat kemarau, disamping kriteria jumlah penduduk, cakupan akses air minum/sanitasi, sistem penyediaan atau distribusi air minum, tingkat kemiskinan dan prevalensi penyakit diare.

Dalam akhir rapat, Kasmini selaku Kepala Sub Bidang Kelembagaan Sosial Budaya Badan BPMPP menerangkan jika dalam penentuan dan penetapan dititik beratkan pada indikator derajat kesehatan lingkungan dan air minum layak sehat maka Pringsewu akan terlihat perubahan derajat kesehatannya dengan adanya program ini. (Rid/Ivan)

Pengumuman Hasil Seleksi BDC Kabupaten Pringsewu: Ini Peserta Yang Lolos Tes Tertulis

Suasana Tes Tertulis Calon Pengelola BDC Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan pada Kamis, 17 Desember 2015, bertempat di STMIK Pringsewu (Dok. Muhammad Ridwan)

Sesuai dengan hasil penilaian proses seleksi tertulis calon pengelola Business Development Center (BDC) Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2015, bertempat di Aula Kampus STMIK Pringsewu, maka dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Panitia Seleksi telah menilai hasil lembar jawaban peserta calon Pengelola BDC Kabupaten Pringsewu untuk Posisi MNJ-Manajer, TAP-Tenaga ahli Pemasaran dan ADM-Tenaga Administrasi;
  2. Seleksi Tes Tertulis menghasilkan 47 orang calon pengelola BDC yang lolos untuk dapat mengikuti Seleksi Wawancara/Kompetensi terdiri dari : Posisi MNJ-Manajer (12 Orang), Posisi TAP-Tenaga Ahli Pemasaran (15 Orang) dan Posisi ADM-Tenaga Administrasi (20 Orang);
  3. Pelaksanaan seleksi wawancara/kompetensi  yang lolos tes tertulis akan dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Desember 2015 (Untuk posisi Manajer dan Tenaga Ahli Pemasaran) dan Rabu, 23 Desember 2015 (Untuk Posisi Tenaga Administrasi);
  4. Lokasi wawancara : di Ruang Rapat Bappeda Komplek Pemkab Pringsewu;
  5. Peserta yang lolos seleksi harus sudah ada di lokasi wawancara pukul 08.00 WIB;
  6.  Peserta membawa Curriculum Vitae (CV), KTP Asli/Data Diri dan Riwayat Pekerjaan.
Berikut nama-nama peserta yang lolos seleksi tes tertulis dan masuk ke tahap seleksi wawancara :

Posisi Manajer (MNJ)

 
1
DEDI IRAWAN SETIAWAN
2
IRVAN JANUARKO
3
ADE SANDRA DEWI
4
FAHRIZAL
5
MASDIN
6
CHANDRA ADITIYA
7
TEGUH PUJIONO
8
WAHYUDI NUGROHO SANTOSO
9
LAKSAMANA
10
YULIS KURNIAWAN
11
SHERLY FAJAR WATI
12
FENIKA SEPTIANA SARI

Posisi Tenaga Ahli Pemasaran (TAP) 


1
MUNAWIR SAZALI
2
ANDRI TRI LAKSONO
3
YULIAN ILHAMI
4
VIFFIT DESIYANA
5
SRI WIDARIMJAYANTI
6
INDRA YASINTA ASTUTI
7
ANDYAN ARTHAPATI
8
M. ADE RIFAI  
9
GRESI SASPRINTIA
10
WAHYU MARADONA
11
JUMADI 
12
GRACE SETIAWATI
13
WULAN AGUSTINA
14
ILONA MAISSA 
15
MIZAN BUKHORI

Posisi Tenaga Adminstrasi (ADM)

1
B KRISTIYENI
2
NOVI ROKAYA
3
VERA HERA YULANDA
4
SUHENDRO
5
MEI RATNASARI
6
CITA DENTI ARTIKA
7
IKA NURMAYANTI
8
MENTARI NIA SAPUTRI
9
WURI HANDAYANI
10
AJENG GUSTIAWAN TINA
11
AYU DYAH SEKAR NINGRUM
12
KARTINI
13
ERISA CHONITA
14
ISMA HAYANI
15
RISKI YUNITA SARI
16
SLAMET PUJIONO
17
ANDI HERMAWAN
18
DAMAYANTI
19
DIAN APRIPUSPITASARI
20
NOVITA ANDRIANI

Kami ucapkan selamat kepada peserta yang lolos seleksi tertulis. Kami harapkan peserta yang lolos seleksi bisa hadir tepat waktu dalam tahapan wawancara. 

Ketua Panitia Seleksi  
Pengelola BDC Kabupaten Pringsewu


Ivan Kurniawan