Deklarasi Aset Amnesti Pajak Indonesia Tertinggi di Dunia

Jakarta, Mediawarga.info--Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menyatakan bahwa deklarasi amnesti pajak Indonesia tertinggi di dunia.

Perkuat Perencanaan Kota Indonesia, Bank Dunia Gagas Program "City Planning Labs"

Pada tahun 2025, diperkirakan 68% penduduk Indonesia akan tinggal di kota, tetapi minimnya budaya berbagi data dan sarana teknologi informasi untuk melakukannya membatasi kemampuan kota-kota untuk mengelola informasi dan tantangan yang mereka hadapi.

Masril Koto, Dari Petani Menjadi Wirausahawan Sosial. #CoretanRidwan

Nama ini demikian populer di kalangan aktivis civil society dan komunitas pertanian di Indonesia. Namanya mulai dikenal luas setelah muncul ke publik melalui sebuah acara talkshow di MetroTV

Indonesia Harus Tetapkan Indikator Kemiskinan Multidimensi

Tahun 2005, terjadi kontroversi, ketika Bank Dunia meluncurkan laporan kemiskinan yang berjudul “Era Baru Pengentasan Kemiskinan di Indonesia”

Ketimpangan Sosial di Indonesia Semakin Lebar

Dibanding negara Asia Timur lainnya, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia relatif tinggi dan naik lebih pesat.

Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Lampung. Tampilkan semua posting

Minggu, 09 Oktober 2016

Warga Nahdiyin Lampung Deklarasikan Laskar Aswaja

Deklarasi LaskarAhlusunnah Wal Jama'ah (Aswaja) Provinsi Lampung di Gedung Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Minggu, 09/10/2016. (Dok. Mediawarga.info)
Bandar Lampung, Mediawarga.info--Ratusan warga Nahdiyin Provinsi Lampung hadiri deklarasi pembentukan organisasi Laskar Ahlusunnah Wal Jama'ah (Aswaja) Provinsi Lampung di Gedung Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Minggu (09/10/2016). 

Deklarasi ini mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Aswaja Provinsi Lampung dan 15 Dewan Pengurus Cabang (DPC)   dengan Ustad M. Sudirman, S.Ag, sebagai Ketua DPW. 

Menurut Ketua Bidang komunikasi dan informasi Laskar Aswaja Provinsi Lampung, Ardian Oktora, Laskar Aswaja dibentuk dalam rangka mengawal Ke Indonesiaan dalam bingkai kemajemukan dengan berlandaskan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah yang mencakup nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), ta'adul (keadilan), dan tawazun (keseimbangan).

"Laskar Aswaja didirikan oleh tokoh-tokoh Nahdatul Ulama, namun organisasi ini diluar struktur kelembagaan NU, berdiri sendiri" Ujar Ardian kepada Mediawarga.info.

Ardian juga menjelaskan Laskar Aswaja hadir di Lampung dalam rangka mengembalikan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah di masyarakat yang mulai hilang, khususnya di pedesaan. 

"Di Lampung mayoritas memeluk Islam Sunni, tapi dalam kesehariannya tidak menunjukan nilai-nilai Aswaja, bahkan ada yang kontra, seperti  munculnya gerakan Syiah dan gerakan Islam yang cenderung radikal" Ungkap Ardian.

Menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Lampung ini, Laskar Aswaja telah menisbatkan dan meneguhkan dirinya untuk mengawal dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, ke Indonesiaan, dan paham ahlussunnah wal jamaah. 

Menurutnya, Laskar Aswaja Lampung juga akan terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan dan bermasyarakat. Sebagai sumbangsih nyatanya,  Laskar Aswaja Lampung concern pada beberapa hal yang menjadi prioritas dikembangkan yakni : Pertama, peneguhan kembali ideologi ahlussunnah wal jamaah. Kedua, pengembangan gagasan ekonomi kerakyatatan. Ketiga, Deradikalisasi paham keagamaan. Kempat, penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Usai deklarasi dan pelantikan pengurus, DPW Laskar Aswaja Lampung melaksanakan rapat kerja wilayah yang diikuti oleh 15 DPC. Hadir dalam acara deklarasi ini perwakilan Muspida Provinsi Lampung, Pengurus NU Provinsi Lampung dan tokoh-tokoh masyarakat Lampung.

Oleh: Muhammad Ridwan
Admin Mediawarga.info

Selasa, 15 Maret 2016

Musrenbang Pringsewu: Sujadi Harapkan Jokowi Resmikan "Ground Breaking" Bendungan Way Sekampung

Musrenbang Kabupaten Pringsewu, di aula gedung Kantor Bupati, Selasa (15/3/2016)

Pringsewu, Mediawarga.info--Bupati Pringsewu, Sujadi Saddad,  perintahkan anulir usulan kegiatan yang tidak jelas. Menurutnya anggaran pemerintah daerah harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat.  
Ini dikatakannya saat membuka Musrenbang Kabupaten Pringsewu, di aula gedung Kantor Bupati, Selasa (15/3/2016) .
"Perencanaan anggaran pembangunan tidak boleh berdasarkan planning by function tapi harus berdasarkan planning by programme," ungkap Sujadi.
Menurut Sujadi tahun ini akan ada beberapa proyek infrastruktur besar di Pringsewu yang akan segera direalisasikan. Diantaranya pembangunan Bendungan Way Sekampung.

"Saya harapkan Presiden Jokowi meresmikan ground breaking pembangunan Bendungan Way Sekampung pertengahan tahun ini," Pinta Sujadi kepada Gubnernur Lampung.  

Selain pembangunan Bendungan Way Sekampung, Pemda Kabupaten Pringsewu juga akan mendukung penuh pembangunan jalur Kereta Api Kota Metro - Pringsewu.

"Saat ini Bappeda Pringsewu sedang menyusun masterplane kawasan terpadu agar jalur kereta api Metro-Pringsewu terkoneksi dengan permukiman dan tempat-tempat pariwisata," Papar Sujadi.

Sementara itu Gubernur Lampung dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengungkapkan tahun 2016 merupakan periode terakhir kepemimpinan Sujadi Saddad, dan tahun 2017 merupakan penilaian kinerja bagi Bupati Pringsewu oleh masyarakat.

Menurut Gubernur Lampung, selama kepemimpinan Sujadi Saddad, banyak prestasi yang telah diraih Kabupaten Pringsewu.

Diantaranya tingkat kemiskinan pada tahun 2014 sekitar 9.83 persen, menurun dibandingkan tahun 2010 yang berkisar 12.45 persen. Pertumbuhan ekonomi Pringsewu pun  rata-rata 6 persen, tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pringsewu sekitar 66.8. Ketiga terbesar di Provinsi Lampung setelah Kota Bandarlampung dan Metro. Namun Lampung sendiri IPM-nya masih terendah di Pulau Sumatera di angka 66.42," ungkap Taufik. 

Musrenbang Kabupaten Pringsewu tahun 2016 merupakan agenda tahunan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017. Dihadiri sekira 200 peserta dari perwakilan SKPD, DPRD, Camat, Lurah/Kepala Pekon, Akademisi, LSM, Organisasi Masyarakat, media massa, serta tokoh masyarakat.

Jumat, 12 Februari 2016

Jokowi Puas Dengan Perkembangan Tol Trans Sumatera

Presiden Jokowi Meninjau Kembali Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung, Kamis (11/02/2016)


Jakarta, Mediawarga.info--Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang dengan perkembangan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
 
"Konstruksinya sudah 7,8 kilometer, ini cukup mengagetkan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden Kamis (11/2).


Jokowi kembali mengecek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.


Ini merupakan pengecekan langsung oleh Jokowi yang keempat kali.

Jokowi mengatakan, jika kecepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera bisa terus terjaga seperti sekarang ini, dia yakin, lebaran mendatang, beberapa ruas Tol Trans Sumatera sudah bisa dicoba.

"Maka itu saya akan cek kembali agar ini bisa terwujud," katanya. (Kontan.co.id)

Kamis, 11 Februari 2016

Hari ini Jokowi Kunjungi Lampung, Dijadwalkan "Blusukan" di Pasar Way Halim dan Tinjau Pembangunan Tol

Presiden Jokowi dan Jalan Tol Trans Sumatera (Foto: Istimewa)

Bandarlampung, Mediawarga.info--Presiden Joko Widodo direncanakan akan datang kembali ke Lampung, hari ini. Presiden akan meninjau progres pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) di Sabahbalau, Tanjungbintang, Lampung Selatan, Kamis pagi (11/2).

Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Provinsi Lampung, jajaran Korem 043/Garuda Hitam menggelar rapat pengamanan untuk mempersiapkan kunjungan itu.

Menurut Kepala Penerangan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Lampung, Mayor Inf CH Prabowo, rapat persiapan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi di Lampung itu dilaksanakan di Aula A Yani Makorem 043/Gatam Jl. Teuku Umar No. 85 Bandarlampung, Rabu (10/2) pukul 13.30 WIB.

Selain meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Presiden Jokowi dijadwalkan  akan meninjau Pasar Way Halim Bandarlampung.

Rapat kesiapan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi itu dipimpin langsung oleh Danrem 043/Gatam Kol Inf Joko Putranto MSc dengan dihadiri oleh Danpaspampres, Dandim 0410/Bandarlampung, Dandim 0421/Lampung Selatan, Danyon Infanteri 143/TWEJ, Dan Brigif-3 Marinir, perwakilan dari Polda Lampung, Ws. Kasrem 043/Gatam, para komandan/kepala/pimpinan satuan dinas jawatan Jajaran Korem 043/Gatam, para kasi Korem 043/Gatam, dan instansi terkait lainnya sekitar 50 orang.

Danrem 043/Gatam Lampung, Kol Inf Joko Putranto menyatakan, suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung khususnya, Presiden Joko Widodo kembali berkunjung ke daerah ini.

"Tentunya kita semua berharap kehadiran Presiden Jokowi, akan dapat memberikan dampak positif dalam mengembangkan dan memajukan pembangunan di wilayah Lampung secara keseluruhan," ujarnya.

Jajaran Korem 043 Gatam dan semua pihak, menurutnya, berharap kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung ini dapat berlangsung aman dan lancar.

Presiden Jokowi beberapa kali berkunjung ke Lampung terutama untuk mengecek kesiapan dan memastikan kemajuan dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dari Bakauheni Lampung Selatan ke Terbanggi Besar Lampung Tengah yang kini sedang dikerjakan.

Ruas jalan tol dari Lampung itu dirancang akan menembus wilayah perbatasan Lampung-Sumatera Selatan dan dibangun bertahap hingga wilayah Aceh.

Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 2.818 km yang menghubungkan Lampung hingga Aceh itu diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp150 triliun dan dibangun hingga beberapa tahun ke depan. (Antaranews.com)

Sabtu, 23 Januari 2016

Bupati Pringsewu "Blusukan" di Waluyojati dan Berikan Paket Bantuan

Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyo Jati, Kecamatan Ambarawa, Sabtu, 23 Januari 2016. (Dok: Ivan Kurniawan) 

Pringsewu, Mediawarga.info - Bupati Pringsewu, KH. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Sabtu (23/01/2016),  dalam rangka menghadiri kegiatan sosial Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Waluyojati. 

Sedikitnya 118 warga asal Pekon Waluyojati yang terdiri dari kaum dhuafa dan lansia mendapat bantuan paket sembako dan santunan dari LKM yang bersumber dari laba bersih Unit Pengelola Keuangan (UPK) tahun 2015 sebagai program ekonomi bergulir ex PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang menjadi Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP). 

Kegiatan ini merupakan program tahunan LKM Waluyojati yang dilaksanakan sejak tahun 2009. Tahun 2015, LKM Waluyojati memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 25 juta.

Paket bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad, didampingi Camat Pringsewu Nang Abidin, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Pringsewu Ivan Kurniawan, serta jajaran Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu.
 
KH. Sujadi Saddad dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti ini patut diapresiasi  karena membangun kepedulian sosial ditengah masyarakat. KH. Sujadi Saddad memuji LKM Waluyojati yang berhasil dalam kegiatan ekonomi bergulir, bahkan mampu melaksanakan kegiatan sosial. 

Dalam kesempatan tersebut, Sujadi juga membahas tentang alokasi dana desa dari Kemendesa yang rencananya akan cair tahun ini sekitar Rp.  600 juta.

Sujadi Saddad meninjau hasil kegiatan P2KKP dan jalan-jalan yang masih tanah  di Pekon Waluyo Jati (Dok: Ivan Kurniawan)

"Dana Desa tahun ini bertambah menjadi Rp. 600 juta, harus dimaksimalkan oleh Kepala Pekon untuk pembangunan infrastruktur desa ditambah dengan alokasi bantuan dari P2KKP dari Kementerian PUPR", Tegas KH. Sujadi.

Sebelum menyerahkan bantuan kepada warga Waluyojati, KH. Sujadi Saddad dengan berjalan kaki "Blusukan" meninjau jalan-jalan Pekon Waluyojati yang masih tanah dan hasil kegiatan P2KKP didampingi Camat Pringsewu, Tim Teknis Pemda, jajaran konsultan P2KKP dan LKM Waluyojati. 

Kegiatan Sosial Pemberian Santunan dan Paket Sembako di Balai Pekon Podomoro, Jum,at, 22 Januari 2016 (Dok. Muhammad Ridwan)

Sebelumnya, Jum'at (22/01/2016), LKM Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu juga melakukan kegiatan yang sama memberikan bantuan sembako dan santunan kepada 100 orang warga yang terdiri dari lansia dan yatim-piatu yang dilaksanakan di Balai Pekon Podomoro. Tahun 2015, LKM Podomoro memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 18 juta, dengan tingkat pengembalian 100 persen, terbaik se-kabupaten Pringsewu. (*)

Oleh: Muhammad Ridwan 
Citizen Reporter Mediawarga.info dan Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu

Pemkab Pringsewu Gelar "Kick Of Meeting" Program "Grand Design Agroforestry"

Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda Pringsewu (Foto: Ivan Kurniawan)

Pringsewu, Mediawarga.info--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda setempat.

Pengembangan Kawasan Agroforestry Terpadu sendiri rencananya berlokasi di Pekon Sukoharjo I Kecamatan Sukoharjo.

Mewakili Bupati Pringsewu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Pringsewu, Junaidi Hasyim, dalam pengantar awal rapat menjelaskan bahwa Penyusunan Grand Design Agroforestri Kabupaten Pringsewu adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan agroforestri di kawasan model Pekon Sukoharjo I, menyusun arah kebijakan, tujuan, strategi, program unggulan, serta perangkat-perangkat pelaksanaan pengembangan kawasan agroforestri Sukoharjo I.

Junaidi Hasyim juga mengharapkan Kick Of Meeting ini bisa menganalisis potensi pengembangan agroforestri secara makro di Kabupaten Pringsewu dan menyusun rekomendasi sebagai dasar arah kebijakan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu.

Ditambahkan Junaidi, hasil yang diharapkan dalam rapat ini adalah bisa menyusun arah kebijakan beserta strategi dan program kegiatan unggulan pengembangan kawasan agroforestri model di Pekon Sukoharjo I, hasil analisis potensi pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu dan rekomendasi dasar kebijakan pengembangannya.

Sementara itu, Ivan Kurniawan, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda mengatakan bahwa semangat grand design agroforestri di Kabupaten Pringsewu adalah :

Pertama, hasil survei dan pemetaan lapang menunjukkan potensi kawasan agroforestri di Pekon Sukoharjo I dengan luas total 411.762,02 m2 (41,17 hektar), dan terdapat kawasan inti di dalamnya seluas 12.371,38 m2 (1,2 hektar). Asesibilitas lokasi kawasan agroforetri di Pekon Sukoharjo adalah sangat baik.  Lokasi tersebut berada pada lintasan jalan raya Sukoharjo dan kondisi jalan dalam keadaan beraspal dengan lebar yang memadai. Hal tersebut merupakan potensi untuk pengembangan lokasi, karena lokasi mudah untuk dijangkau.

Kedua, lokasi kawasan agroforestri memiliki topografi yang beragam.  Keragaman topografi, mulai dari datar, landai, bergelombang, dan curam memungkinkan variasi pemandangan (view) yang estetis dan tidak monoton.  Pemandangan yang potensial untuk dikembangkan di lokasi sangat beragam, yaitu telaga/danau, lembah berupa sawah, tegalan, serta bukit-bukit hutan agroforestri. Lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri terletak pada ketinggian sekitar 168 m di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum 300C dan suhu minimum 210C.  Kondisi tersebut merupakan kondisi lingkungan fisik yang cukup nyaman untuk pengunjung.  Kenyamanan fisik pengunjung dapat ditingkatkan dengan pemilihan dan penataan vegetasi, sebagai pengarah, peneduh, dan lain-lain.

Ketiga adalah pengembangan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri memberi manfaat ekologi, manfaat edukasi, dan manfaat ekonomi. Kawasan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri dibagi menjadi dua zona utama, yaitu zona inti dan zona penyangga.  Zona inti adalah zona yang dikembangkan karena memiliki keunikan (unique selling point) dari lokasi sesuai tema utama agroforestri, sedangkan zona penyangga adalah zona yang mendukung fungsi dan keberadaan zona inti. Program pengembangan lokasi kawasan inti meliputi  penataan desain tapak (DED),  pembangunan fisik fasilitas pendukung sesuai DED (parkir, bangunan, jalan sekitar danau, sirkulasi, dan lain-lain, dan pembentukan landscape tapak.

Program pengembangan lokasi binaan KTH “Ngudi Rukun” Sukoharjo I dapat meliputi peningkatan ragam strata tajuk bawah; madu, ternak, fitomarmaka, peningkatan ragam strata atas; tanaman buah, peningkatan teknik konservasi tanah dan air, peningkatan peran kelompok, penanaman tanaman hutan, pembangunan aspek kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata, dan pengembangan kawasan sekitar.

Program pengembangan agroforestri dapat meliputi peningkatan promosi /publikasi kawasan binaan, pendataan dan pengembangan aspek sosial masyarakat yang terlibat dalam  kegiatan agroforestri, di wilayah lain (non binaan), pengembangan touring system,  pengembangan  agroforestri (pemasyarakatan agroforestri pada lahan kering, dan introduksi dan pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi dalam agroforestri),  revitalisasi Hutan Kemasyarakatan,  pengembangan kelembagaan Masyarakat sekitar hutan, dan  pengembangan SDM dan pemuda tani kehutanan.

Kepada Mediawarga.info, Kepala Bappeda, Akhmad Fadoli, optimis jika akan terwujud dengan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu ini perlu mempertimbangkan program pembangunan terpadu sehingga membutuhkan sinergitas yang baik antar lembaga pemerintahan (SKPD Pemkab) serta unsur-unsur pembangunan lainnya. Sinergitas yang tinggi dapat dihasilkan melalui program pengembangan terpadu yang terencana hasil kesepakatan dan pemikiran pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut Fadoli menambahkan perlu dikembangkannya kerjasama dengan lembaga-lembaga eksternal yang concern dengan pengembangan agroforestri, baik lembaga perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian bidang agroforestri dan pengembangan kawasan/wilayah, NGO, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain. Kerangka umum pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu harus memperoleh dukungan dari lembaga pemerintahan vertikal terkait sehingga berbagai aspek penunjang dapat sinkron dan ditunjang oleh kebijakan pembangunan nasional.

Program-program pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu perlu mengedepankan sektor-sektor yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi yang berwawasan ekologi dan konservasi mengingat percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu secara makro mengarah kepada wilayah/daerah perkotaan sebagaimana karakteristik wilayah Kabupaten Pringsewu saat ini,  Pungkas Fadoli. (Ivan/Rid)

Jumat, 22 Januari 2016

Tim Teknis Program PLPBK Pringsewu Gelar Rapat Koordinasi Awal Tahun 2016

Rapat Koordinasi Tim Teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman berbasis Komunitas (PLPBK) di aula kantor Bappeda Pringsewu, Kamis, 21 Januari 2016 (Foto: Ivan Kurniawan)

Pringsewu, Mediawarga.info--Tim Teknis Program Penataan Lingkungan Permukiman berbasis Komunitas (PLPBK) Kabupaten Pringsewu, Lampung,  menggelar rapat koordinasi (Rakor) I tahun 2016 dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, bertempat di ruang rapat Way Sekampung Bappeda Pringsewu, Kamis (21/01/2016). 

Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Pringsewu, Ivan Kurniawan,  mengatakan rapat koordinasi  ini merupakan salah satu agenda dalam tahap pelaksanaan Program PLPBK yang merupakan lompatan awal di tahun 2016 dimana telah memasuki monitoring dan evaluasi terhadap imlementasi program.

"Program PLPBK di Pekon Jati Agung adalah program rintisan di Kabupaten Pringsewu, sehingga harus menjadi percontohan, monitoring dan evaluasi Dokumen RTPLP adalah titik kritis dalam tahapan program PLPBK" Papar Ivan. 

Menurut mantan Kasatker PIP-PNPM Mandiri Perkotaan Pringsewu ini, Program PLPBK di Kabupaten Pringsewu berdasarkan nota kesepakatan antara Bupati Pringsewu dengan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 dengan Pekon Jati Agung sebagai lokasi rintisannya.

Dalam rapat koordinasi ini, Benny Arby Umran selaku Koordinator Kota Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP) Bandar Lampung-Pringsewu mengharapkan dokumen yang telah disusun ini dapat benar-benar diimplementasikan sebagaimana isi dokumen yang telah disempurnakan dan secara resmi disahkan oleh Bupati Pringsewu.

 "Pemaparan monitoring dan evaluasi atas imlementasi dokumen RTPLP sebagai bagian dari pelaksanaan Program PLPBK  bertujuan memberikan gambaran hasil implementasi pembangunan  kepada pihak pemerintah maupun swasta mengenai pengembangan Pekon/Kelurahan sasaran serta mensinkronisasikan kebutuhan Pekon/Kelurahan yang telah disusun", Ungkap Benny.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) P2KKP Kabupaten Pringsewu, Ahmad Handri Yusuf, berkeyakinan "Mimpi" masyarakat Jati Agung yang ditelah diimlementasikan akan didukung penuh dengan sharing program serta bentuk kemitraan lainnya dari berbagai dinas. Setahun atau lima tahun, pasti mimpi tersebut bisa direalisasikan.     

Dalam Rakor ini, dihadiri juga oleh jajaran Konsultan  P2KKP Kabupaten Pringsewu, Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) Pekon Jati Agung, Perwakilan Pemerintahan Pekon dan Tenaga Ahli Pemasaran. (Rid/Ivan)

12 Pekon di Pringsewu Mendapat Program Pamsimas Tahun 2016-2017

Rapat Teknis Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Pringsewudi Kantor Banppeda, Rabu (20/01/2016). 
Foto: Ivan Kurniawan

Pringsewu, Mediawarga.info--Kelompok kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat kerja (Raker) teknis Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat) III pada Rabu, (20/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda. 

Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Pokja AMPL yang terdiri dari Bappeda, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (BPMPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan melakukan Raker Pamsimas III sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional Pamsimas pada pertengahan Desember tahun 2015 lalu.

Akhmad Fadoli Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu dalam pembukaan rapat menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten melalui Surat Bupati Pringsewu Hi. Sujadi Tanggal 31 Oktober 2014 Nomor: 050/280.e/LT.02/2014 mengajukan minat program Pamsimas III Tahun 2016-2017. Program ini didukung pula DPRD Kabupaten Pringsewu dalam bentuk surat dukungan Tanggal 03 Nopember 2014 Nomor: 050/295.b/II.02/2014. 

Pamsimas merupakan program unggulan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bidang penyediaan air minum.

Menurut Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, Ivan Kurniawan, berdasarkan rencana, lokasi dan alokasi Pamsimas ada di 12 Lokasi Pekon/Desa dalam dua tahun anggaran dengan masing-masing enam Pekon/Desa selama tahun 2016 dan 2017. 

Dana pembangunan Program Pamsimas III ini berasal dari World Bank (Bank Dunia). Pringsewu ditetapkan sebagai penerima hibah bantuan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor: 566/KPTS/M/2015 Tanggal 15 Desember 2015.

“Sebagai tahapan awal pelaksanaan program ini adalah persiapan kelembagaan yaitu pembentukan Pokja AMPL–Sanitasi Kabupaten Pringsewu, pembentukan Panitia Kemitraan (Pakem), pembentukan Distric Project Management Unit (DPMU), pengajuan/pengusulan Kepala Satuan Kerja (Satker) dan PPK PAMSIMAS, dan Lokalatih Pakem dan DPMU. Tahapan kedua adalah persiapan dan penetapan lokasi Pekon/Desa reguler,  selanjutnya proses pelaksanaan pembangunan,” ujar  Ivan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum A. Handri Yusuf, menegaskan bahwa target sasaran sesuai usulan adalah tersebar pada 12 Pekon (Desa)  rawan air saat kemarau, disamping kriteria jumlah penduduk, cakupan akses air minum/sanitasi, sistem penyediaan atau distribusi air minum, tingkat kemiskinan dan prevalensi penyakit diare.

Dalam akhir rapat, Kasmini selaku Kepala Sub Bidang Kelembagaan Sosial Budaya Badan BPMPP menerangkan jika dalam penentuan dan penetapan dititik beratkan pada indikator derajat kesehatan lingkungan dan air minum layak sehat maka Pringsewu akan terlihat perubahan derajat kesehatannya dengan adanya program ini. (Rid/Ivan)