Media Warga Online: Lampung | Berita Dari Warga Untuk Warga

Slider

Pemberdayaan Masyarakat

Info Dari Desa

Ekonomi | Bisnis

Sosial Budaya | Kesra

Kolom UMKM

Urbanesia | Perkotaan

Rakyat Lampung Terus Tagih Janji Gubernur dan Wagub

Gubernur Lampung Ridho Ricardo

Bandar Lampung, Mediawarga.info - "Gugatan class action rakyat Lampung menagih janji Gubernur Lampung Ridho Ricardo dan Wagub Bakhtiar Basri terus berlanjut. Senin pukul 10 sidang lagi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.  "Mohon doa dan dukungan rakyat Indonesia," ujar Koordinator Nasional Team Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia, Agus Rihat P. Manalu melalui rilis yang diterima  mediawarga.info, Minggu (23/8).

Pasca mediasi gagal, class action "Tagih Janji Ridho-Bakhtiar" dilanjutkan kembali, Senin (24/8) dengan agenda pembacaan materi gugatan di depan majelis hakim Nelson Panjaitan, Ahmad Suhel dan Sutaji. Agus Rihat yang sedang dalam perjalanan darat menuju Bandar Lampung, mengaku tak peduli atas berbagai intrik dan fitnah yang datang, khususnya saat gugatan class action rakyat Lampung.

"Dari 98 dulu intrik dan fitnah sudah biasa. Toh buktinya sampai hari ini saya masih berdiri membela rakyat yang tertindas. Biar sejarah yang mencatat. Fiat justitia ruat caelum, tegakkan keadilan walau langit runtuh," imbuhnya.

Terpisah, juru bicara para penggugat wakil rakyat Lampung, Ricky Tamba berharap majelis hakim di PN Tanjungkarang memiliki hati nurani dan peka atas harapan rakyat Lampung yang ingin daerahnya maju dan sejahtera. Selain itu, dia juga berharap gerakan tagih janji berupa class action menggugah para aktivis yang terlelap di tengah penderitaan rakyat dan pengkhianatan Pancasila oleh elite.

"Class action ini simbol api perjuangan rakyat melawan penguasa yang ingkar janji. Semoga makin membara tak pernah padam, terangi tak hanya seantero Sai Bumi Ruwa Jurai, tapi juga seluruh republik. Ayo pemuda dan rakyat di seluruh NKRI tagih janji para pemimpin, sebagai bentuk kecintaan pada Ibu Pertiwi yang sedang bersusah hati. Lawan nekolim neoliberalisme dan anteknya, tegakkan Pancasila!" pungkas Ricky. (RID)

Evolusi “P2KP” Untuk Mencapai Kota/Kabupaten Tanpa Kawasan Kumuh


Lokakarya Sosialisasi P2KP Kabupaten Pringsewu, 24-25 Agustus 2015 (Dok. Doni Daffa)

Pringsewu, Mediawarga.info--Pemerintah Kabupaten Pringsewu bekerjasama dengan Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) OC-2 Provinsi Lampung menggelar Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) tahun 2015 yang berlangsung di Hotel Bukit Sarinongko, Pringsewu pada 24-25 Agustus 2015.

Lokakarya ini merupakan dasar dimulainya pelaksanaan program percepatan penanganan perumahan dan permukiman kumuh melalui prakarsa 100–0-100 di Kabupaten Pringsewu dan dalam rangka mengkonsolidasikan hasil pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan.

Prakarsa 100-0-100 adalah mewujudkan lingkungan permukiman di Perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan melalui  pencapaian 100 persen akses airbersih, mengurangi kawasan permukiman kumuh hingga 0 persen dan 100 persen akses sanitasi layak. 

100–0–100 merupakan suatu visi sekaligus target yang harus tercapai mulai tahun 2015 sampai 2019.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  di Indonesia terdapat 37.407 Ha kawasan permukiman kumuh, yang tersebar di berbagai perkotaan tanah air. Kondisi saat ini, berdasarkan basis data BPS 2013,  pelayanan air minum di Indonesia baru mencapai 67,7 persensedangkan revitalisasi kawasan kumuh baru mencapai 11,6 persen sedangkan akses pelayanan terhadap sanitasi layak baru mencapai 59 persen. Hal ini masih dibawah target sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yang ditarget tercapai tahun 2020.

“Evolusi Program” P2KP

P2KP  merupakan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai program lanjutan PNPM Mandiri Perkotaan yang berakhir April 2015 dan merupakan “Evolusi Program” dari Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang telah dilaksanakan secara nasional dari tahun 1999 dan di Provinsi Lampung mulai dilaksanakan tahun 2006.

“Evolusi Program” ini telah mentransformasi Program Penanggulangan Kemiskinan (“P2KP”) dan PNPM Mandiri Perkotaan yang fokus kepada Program Penanggulang kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) yang lebih fokus ke Program Penanganan Kawasan Kumuh tanpa menghilangkan  ciri pemberdayaan masyarakatnya.

Tantangan Untuk Mencapai Target 100-0-100

Permasalahan permukiman kumuh sangat komplek, tidak bisa ditangani oleh satu kementerian, butuh kerjasama semua pihak di jajaran Pemerintahan baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah dan didukung oleh masyarakat, kelompok peduli, BUMN/BUMD dan pihak swasta. Oleh Karena itu, untuk mencapai target 100–0–100 dibutuhkan kolaborasi diantara para pihak tersebut.

Hal ini sejalan dengan UU No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, penyelenggaraan kawasan permukiman dilaksanakan oleh pemerintahan pusat, daerah, dan/atau setiap orang untuk menjamin hak setiap warga negara untuk menempati dan memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur. Permukiman yang berkelanjutan pada hakekatnya merupakan visi yang perlu diupayakan dan dijaga serta dipupuk secara bersama.

Lokakarya yang dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP ini diikuti sebanyak 85 peserta, berasal dari satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, camat dan kepala pekon se Kecamatan Pringsewu dan Ambarawa, LKM, perwakilan Satker, BPS, koordinator kota P2KP, akademisi, serta stakeholder lainnya.

Lokakarya sosialisai P2KP Kabupaten Pringsewu menghadirkan nara sumber dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung dan Kabupaten Pringsewu, Satuan kerja P2KPB Provinsi Lampung, Team Leader OC-2 Provinsi Lampung serta Bappeda Kabupaten Pringsewu.


Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk mendukung P2KP serta menjamin keberlanjutan pendampingan siklus PNPM Mandiri Perkotaan, karena telah banyak memberikan kontribusi dalam peningkatan kapasitas masyarakat dan pembangunan di wilayah sasaran. (Rid)

Penulis: Muhammad Ridwan 

Pemkab Pringsewu Gelar Lokakarya Sosialisasi P2KP

Handitya Narapati SZP. (sulis/polindonetwork)

PRINGSEWU, Mediawarga.info -- Dalam rangka mengkonsolidasikan hasil pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan, sekaligus mensosialisasikan Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) di Kabupaten Pringsewu sebagai bahan evaluasi dari program tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum setempat menggelar Lokakarya Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) Kabupaten Pringsewu Tahun 2015 di Hotel Bukit Sarinongko, Way Sekampung, Sukoharjo, Senin (24/8/2015).

Lokakarya yang dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP ini diikuti sebanyak 85 peserta, berasal dari satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, camat dan kepala pekon se Kecamatan Pringsewu dan Ambarawa, LKM, perwakilan Satker, BPS, koordinator P2KP, akademisi, serta stakeholder lainnya.


Lokakarya yang akan berlangsung selama 2 hari, menghadirkan nara sumber dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung dan Kabupaten Pringsewu, Satuan kerja P2KPB Provinsi Lampung, serta Bappeda Kabupaten Pringsewu.


Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk mendukung P2KP serta menjamin keberlanjutan pendampingan siklus PNPM Mandiri Perkotaan, karena telah banyak memberikan kontribusi dalam peningkatan kapasitas masyarakat dan pembangunan di wilayah sasaran.


Berevolusinya PNPM Mandiri Perkotaan menjadi Program Peningkatan Kualitas Permukiman atau P2KP, kata wakil bupati, merupakan babak baru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang fokus pada usaha peningkatan kualitas permukiman. PNPM Mandiri Perkotaan yang dimulai sejak tahun 2007 dan secara nasional telah berakhir pada bulan April 2015 lalu, telah banyak membawa manfaat bagi masyarakat .


Wakil Bupati Pringsewu juga berharap seluruh satuan kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak guna pencapaian target 100 – 0 – 100. Bila kolaborasi tersebut dapat dibangun secara aktif dan komprehensif, wakil bupati optimis target tersebut dapat terwujud hingga 2019 mendatang.

Sumber : Lampung Post

Ini Alokasi Dana Desa Provinsi Lampung dari APBN-P Tahun 2015


Mediawarga.info--Tahun 2015 Provinsi Lampung mendapat alokasi dana desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 684.727.653.000. Berikut Alokasi dana desa masing-masing Kabupaten di Provinsi Lampung (dalam ribuan).




Sumber: https://www.facebook.com/Marx.Latif?fref=ts

Mohon Segera Bangun Kembali Sekolah Kami

Siswa SDN 3 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan terpaksa belajar di teras sekolah karena gedung yang mereka tempati terancam roboh, Rabu (25-3). (Yud/Lampost)

Lampung Utara, Mediawarga.info--Tawa kecil Kines (7) bersama kawan-kawannya terlihat riang saat bermain di halaman sekolah SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara , Rabu (25-3).

Dia adalah salah satu murid klas I SD setempat yang terpaksa mengikuti ujian tengah semester (UTS) sekolah di halaman teras sekolah karena atap gedung sekolah yang dulu mereka tempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM)  kondisinya memprihatinkan dan nyaris runtuh.

“Belajar di teras sekolah ngak gerah mas. Beda dengan belajar di dalam klas. Tapi, saya tidak bisa konsentrasi inginnya main terus dan kalau siang, udara di teras panas” ujarnya polos.

Saat disinggung mengenai gedung sekolah tempat dia belajar dulu yang saat ini kondisi atapnya nyaris roboh, dia menjawab, ingin segera di bangun.

“Kalau belajar di teras terus-terusan bosan mas. Inginnya di dalam kelas lagi  kayak dulu tapi saya ngak tahu kapan ya kelas di bangun” kata Kines kembali.

Sementara, Kepala Sekolah SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Diah Winarni saat ditemui di ruang kerjanya menuturkan bangunan berukuran 57 meter x 7 meter yang didirikan sekitar tahun 1984 itu kondisinya sudah memprihantinkan karena kayu penyangga atap bangunan patah dan nyaris runtuh. Gedung yang terbagi menjadi tiga lokal kelas untuk kelas I, II dan III ditambah satu gudang dan wc dengan ukuran masing-masing 2 meter x 7 meter tersebut sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak didik.

“Dari dua gedung sekolah, satu bangunan sekolah bagi klas I, II dan III sudah tidak layak lagi untuk KBM karena kondisi bangunan membahayakan bagi anak didik sebab sewaktu-waktu bangunan dapat  runtuh” kata Diah.

Saat disinggung kapan terakhir lokal kelas tersebut tidak digunakan, dia mengaku sekitar tanggal 20 Januari 2015 ini. Hal itu dengan pertimbangan kerusakan lokal kelas semakin parah. Kayu kuda-kuda penyangga atap terlihat patah sehingga genting terlihat melengkung ke dalam. Selain itu, beberapa bagian kayu ring penyusun genting terlihat lapuk di makan rayap dan beberapa bagiannya telah lepas.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah berinisiatif memasang tali pengaman mengelilingi gedung tiga lokal kelas tersebut dan memasang pengumuman larangan agar siswa sekolah dasar di sekolah setempat tidak bermain di dalam gedung sekolah yang rusak.

 “Karena takut atap bangunan sekolah runtuh, kami memasang tali pengaman mengelilingi gedung sekolah dan memasang pengumuman larangan bagi siswa untuk tidak bermain di sana takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu, KBM bagi anak didik terpaksa kami pindahkan di teras sekolah gedung satunya yang masih difungsikan” kata Diah kembali.

 Menyoal kapan terakhir gedung sekolah tersebut di rehab. Dia mengaku sekitar 2012 melalui Dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012. Namun, tak lebih dari tiga tahun, bangunan tersebut telah mengalami kerusakan. Dia menduga material yang digunakan untuk membangun gedung tersebut asal-asalan.

 “Belum genap tiga tahun gedung sekolah itu mengalami perehaban. Terhitung sekitar November-Desember 2012 kami menempati gedung tersebut dan sekitar tanggal 20 Januari 2015 kami terpaksa pindah karena gedung itu telah rusak dan terancam roboh” ujarnya menambahkan.  

Secara pribadi, dia sangat menyayangkan kondisi ini. Sebab, demi keuntungan sesaat, telah mengorbankan pendidikan 174 siswa, generasi penerus yang bersekolah di sekolah ini.

“Sejak KBM pindah di teras sekolah, anak didik terpaksa masuk sekolah bergantian karena keterbatasan ruang kelas sebab hanya ada dua ruangan bagi kelas 5 dan 6 yang dapat digunakan. Sementara klas 1, 2 dan 3 belajar di teras sekolah sedangkan kelas 5 dan 6 di ruang kelas waktu pagi. Untuk kelas 4 yang dulu diruang kelas 5 yang di sekat terpaksa dialihkan masuk siang” tuturnya.

Menanggapi hal ini, dia berharap gedung sekolah yang rusak tersebut dapat segera dibangun agar dapat segera digunakan kembali. Sebab, berkaitan dengan pendidikan bagi anak didik di sekolah setempat.

“Kami hanya berharap gedung sekolah tersebut dapat segera dibangun untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar bagi anak didik. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai khususnya gedung sekolah, pendidikan di Kabupaten Lampung Utara khususnya di sekolah setempat tidak akan berjalan optimal” tuturnya menambahkan.

Sementara, Kepala Unit pelaksana teknis daerah (Ka.UPTD) Dinas Pendidikan Abung Selatan, Pidana di ruang kerjanya mengatakan usulan rehab gedung sekolah telah disampaikan dan dia berharap sekolah tersebut segera dibangun.

“Usulan permohonan rehab gedung telah masuk ke kantor UPTD Dinas Pendidikan dan proposal itu telah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara. Semoga usulan dapat segera terealisasi” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dikdas) Lampura, Wahidi Suwianto menuturkan pihak Dinas Pendidikan berjanji untuk menindak lanjuti permasalahan ini. Pihaknya, memastikan SDN tersebut akan mendapat bantuan rehab TA 2015 ini.

“Saya akan upayakan dan pastikan SDN 03 Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan mendapat bantuan rehab pembangunan gedun TA 2015 ini” kata dia. (Yud)



Kiriman Berita
YUDHI HARDIYANTO

Dua SD Di Lampung Utara Harapkan Gedung Baru

Ilustrasi: Salahsatu Sekolah di Lampura yang hampir roboh

Lampung Utara, Mediawarga.info-Dua SD di Kecamatan Sungkai Barat Kabupaten Lampung Utara mengharapkan pembangunan gedung baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (Ka.UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Sungkai Barat, Syaidullah Muchtar di ruang kerjanya, Kamis (2-3) mengatakan harapan dibangunnya gedung baru guna menunjang KBM tersebut, yakni; untuk SD Sinar Harapan dan SD Tanjung Jaya.

“SD Sinar Harapan dan SD Tanjung Jaya Kecamatan Sungkai Barat butuhkan gedung baru untuk menjunjang KBM di sekolah masing-masing” ujarnya.

Untuk kebutuhan gedung di SD Sinar Harapan diprioritaskan guna pembangunan ruang kelas baru (RKB) dengan pertimbangan, SD yang memiliki jumlah siswa 210 murid tersebut, hanya memiliki dua unit gedung sekolah yang terbagi menjadi 7 lokal.  Dengan rincian satu unit gedung terbagi dua lokal kelas dan satu kantor sedangkan satu unit sisanya, terbagi menjadi 4 lokal kelas. Kondisi satu gedung yang terbagi menjadi empat lokal kelas tersebut kondisinya telah mengalami kerusakan.

“Bangunan lama yang terbagi menjadi empat lokal di SD Sinar Harapan kondisinya telah mengalami kerusakan parah walaupun masih dapat digunakan untuk KBM” kata Syaidullah.

Sementara di SD Tanjung Jaya, sekolah membutuhkan gedung baru untuk ruang perpustakaan. Sebab, buku-buku perpustakaan di sekolah masih disatukan di ruang kelas atau ruang guru dan belum tersusun secara khusus. Dengan dibangunnya gedung baru untuk perpustakaan diharapkan siswa dapat menimba ilmu lebih aktif dan nyaman melalui buku yang dibacanya.

“Peran sekolah adalah mencerdaskan anak didik. Bila gedung sekolah kurang menunjang kegiatan belajar mengajar bagaimana pendidikan akan berjalan optimal” kata Syaidullah kembali. (Yud/Lampost)

Baca juga :Mohon Segera Bangun Kembali Sekolah Kami 

Kiriman Berita  Yudhi Hardiyanto

Tags: Sekolah Rusak Pendidikan

PKS Kota Metro Usung Abdul Hakim Sebagai Calon Walikota

Admin Mediawarga.info sedang mewawancarai Ust. Abdul Hakim, anggota Komisi V DPR-RI ketika melakukan kunjungan ke Lampung Utara dalam rangka minitoring Program P4IP pada Desember 2013.

Metro, Mediawarga.info--DPD PKS Metro mengusung Ustadz Abdul Hakim, anggota DPR RI, sebagai calon wali kota Metro dalam pilkada mendatang.

Dilansir Lampung.Tribunnews.com, Minggu (5/04), Ketua DPD PKS Metro Yulianto mengatakan, pihaknya telah menetapkan Abdul Hakim sebagai calon wali kota. Hal tersebut berdasar hasil pemilu raya internal, dimana PKS mengutamakan kader maju pilkada.

"Itu menjadi dasar kita. Dan DPP memutuskan Abdul Hakim sebagai calon wali kota kita di Metro. Persoalan dengan siapa, sampai saat ini kita masih menjalin komunikasi politik dengan semua parpol dan balon," bebernya, Minggu (5/4).

Karena itu, terus Yulianto, DPD PKS Kota Metro tidak membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Karena akan mencalonkan kadernya sendiri maju pilkada. (Rid/Tribun Lampung)

Jalan Tol Sumatera Ground Breaking Akhir April 2015

Ilustrasi Jalan Tol (Antara)

KALIANDA, Mediawarga.info--Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan jalan tol Sumatra direncanakan akan dilaksanakan pada akhir April 2015 di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Lampung Selatan I Ketut Sukerta di Kalianda, Jumat (3/4), mengatakan, ground breaking diperkirakan di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni persisnya di depan Dermaga 4.

"Lokasinya di titik nol sekitar Pelabuhan Bakauheni," kata anggota tim persiapan pembangunan jalan tol Sumatra itu, mengutip laman Republika Online, Juma't (03/04/2015).

Dalam kegiatan tersebut, agendanya akan dihadiri oleh Presiden Ir Joko Widodo. Menurut Ketut, saat ini pihaknya sudah melakukan konsultasi publik di tiga desa, yakni Bakauheni, Klawi, dan Hatta yang umumnya warga desa tersebut sudah menyatakan setuju serta mendukung pembangunan jalan tol itu.

"Konsultasi publiknya baru kami lakukan di tiga desa, dan mereka setuju. Sosialisasi ini akan terus berjalan ke seluruh desa sesuai dengan lokasi pemasangan patok centerline jalan tol Sumatera di daerah ini," kata dia lagi.

Dia mengemukakan, setelah sosialisasi selesai, baru akan ditindaklanjuti dengan penetapan lokasi oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo. "Bila penetapan lokasi ini beres, baru melakukan pembebasan lahan termasuk melakukan pendataan dan negosiasi ganti rugi lahan oleh tim independen," kata dia lagi.

Sesuai rencana, jalan tol Sumatra akan segera dibangun dimulai dari Bakauheni di Lampung Selatan Provinsi Lampung ke Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah dan berlanjut hingga perbatasan Provinsi Sumatera Selatan.

Jalan tol Sumatra ini merupakan program infrastruktur nasional yang diprioritaskan pemerintahan Presiden Jokowi, dan ditargetkan pada April 2015 ini akan dimulai realisasi pembangunannya. (ROL)

Warga Bandar Lampung Gelar Shalat Gerhana Bulan

Ilustrasi Gerhana Bulan

BANDAR LAMPUNG, Mediawarga.info -- Sejumlah umat Islam di kota Bandar Lampung menggelar shalat gerhana, setelah shalat Maghrib di Masjid Al Anshor, Kemiling, Sabtu (4/3). Setelah shalat gerhana, jamaah laki-laki dan perempuan mendengarkan khutbah imam dengan khusyuk.

Persiapan shalat gerhana juga digelar umat di beberapa masjid di kota Bandar Lampung, mulai dari waktu Maghrib hingga selesai Isya. Takmir masjid sudah mengajak umat Muslim mengikuti shalat gerhana secara berjamaah.

Komaruzaman, imam shalat gerhana di Masjid Jami' Al Anshor, dalam khutbahnya mengatakan,  setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah, baru terjadi sekali dalam 10 tahun gerhana. "Setelah hijrah Nabi SAW, hanya terjadi satu kali gerhana," katanya.

Sekarang ini, katanya, kejadian gerhana matahari atau bulan sudah sering terjadi. Untuk itu, ia mengatakan gerhana menjadi sebab tanda dekatnya hari kiamat.

Namun, ia menyesalkan sebagian orang menyangka peristiwa gerhana bulan atau matahari, hanya sebagai gejala alam. "Ini adalah pendapat orang yang bersifat khurofat, padahal Nabi SAW menyuruh kita untuk shalat gerhana," katanya.

Pelaksanaan shalat gerhana, sesuai dengan tuntunan Nabi digelar secara berjamaah sebanyak dua rakaat, dua rukuk, dengan bacaan ayat Alquran yang panjang setiap rakaatnya. Setelah salam dilanjutkan dengan khutbah oleh imam shalat dan berdoa. (ROL)