Select Menu

Slider

Program Kotaku

Kabar Dari Desa

Ekonomi

Pringsewu

UMKM

Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan Pemkab Pringsewu yang dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati, Yuda Setiawan, bertempat di Aula Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu, Selasa (28/02/2017).

Pringsewu, Mediawarga.info--Pemkab Pringsewu gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan yang dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati, Yuda Setiawan, bertempat di Aula Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu, Selasa (28/02/2017). Rakor diikuti semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kepala Pekon. 

Rakor bulan ini fokus membahas dampak pascabanjir yang menerjang Pringsewu pada 21-22 Februari 2017 yang lalu. 

Baca : Banjir Landa Kabupaten Pringsewu

Dalam sambutannya Penjabat Bupati mengucapkan terima kasih kepada semua OPD, Camat dan Kepala Pekon atas kerjasamanya menangani banjir Pringsewu dengan cepat.

“Banjir adalah satu dampak, diantaranya  karena tergerusnya lahan-lahan konservasi  oleh permukiman sehingga mengganggu ekosistem,’ Ujar Yuda Setiawan.

Menurutnya, semua OPD, Camat dan Kepala Pekon  harus segera mengidentifikasi kerusakan infrastruktur, penanganan penyakit pascabanjir serta mendata berapa hektare lahan persawahan yang terancam puso.

Dinas Pertanian Pringsewu dalam laporannya  Kepada Penjabat Bupati memaparkan kurang lebih 1.161 hektare lahan persawahan terendam, tersebar di 6 Kecamatan, dengan rincian: Kecamatan Pardasuka 4 hektare, Ambarawa 695 hektare,  Pringsewu 119 hektare, Gadingrejo 327 hektare, Sukoharjo 16 hektare serta Banyumas 80 hektare.

Menurut Dinas Pertanian Pringsewu, beberapa infrastruktur pertanian butuh perbaikan dan kurang lebih 2 persen lahan persawahan terancam puso. Oleh karena itu untuk mengantisipasi gagal panen tahun ini pihaknya telah menyiapkan 80 hektare lahan benih baru.

Menjawab laporan tersebut, Yuda Setiawan meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) untuk membangun kembali infrastruktur pertanian yang rusak seperti irigasi, tanggul dan talud.

Dalam sesi tanya jawab, Kecamatan Pringsewu melaporkan 331 Kepala Keluarga (KK) di Pekon Sidoharjo terdampak banjir, tersebar di 8 RT. Warga Sidoharjo telah menerima bantuan dari Pemerintah Pekon, donatur dan Pemerintah Kabupaten. Kecamatan Pringsewu juga meminta pembuatan Bronjong sungai Way Bulok dan normalisasi sungai Way Sidoharjo.

Baca: Pascabanjir, Warga Pringsewu Masih Butuh Bantuan

Semantara itu,  Camat Gading Rejo melaporkan, baru 2 Pekon di wilayahnya yang menerima bantuan dari Pemkab, sedangkan yang terdampak banjir di Kecamatan Pringsewu ada 11 Pekon. Pihaknya juga memohon kepada Pemkab untuk segera membangun sodetan di Pasar Gading Rejo.

Banjir Pringsewu tahun ini terbilang paling parah. Tidak hanya merendam 1.161 hektare lahan sawah, namun juga menyebabkan ratusan KK dievakuasi serta mengakibatkan 1 orang bocah 8 tahun, Fikri bin Jono, tewas tenggelam di Sungai Mangan Pekon Adiluwih yang berarus deras pasca hujan pada Rabu (22/02/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.
- - - -
Salahsatu rumah warga Pekon Sidoharjo yang butuh bantuan paska banjir (Dok. Mediawarga.info)

Pringsewu, mediawarga.info--Paska banjir  yang melanda Kabupaten Pringsewu selama tiga hari dari Senin (20/02) hingga Rabu (21/02)  membawa persoalan baru. Seperti terpantau oleh Mediawaga.info, Jum’at (24/02) siang, di Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu dan Pekon Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa. 

Baca: Banjir Landa Kabupaten Pringsewu
 
Pekon Sidoharjo salahsatu lokasi terparah yang diterjang banjir. Ratusan Kepala Keluarga (KK) di delapan RT terpaksa diungsikan sementara akibat banjir yang disebabkan meluapnya sungai Way Buluk. Demikian juga di Ambarawa Timur, diperkirakan 1000 hektar lahan persawahan terendam banjir, dan puluhan KK dievakuasi  karena terjebak banjir. 

Baca: Banjir Rendam 1000 Hektar Sawah di Kabupaten Pringsewu

Menurut Camat Ambarawa, Ani Sundari, di Kecamatan Ambarawa, setidaknya 5 Pekon terendam banjir, yaitu Pekon Ambarawa, Ambarawa Barat, Ambarawa Timur,  Sumber Agung, dan Kresnomulyo.   

"Ketinggian banjir di Pekon Ambarawa hampir mencapai satu meter menggenangi dusun 2. Sedangkan di Ambarawa Timur Dusun 2 terisolasi. setidaknya 15 rumah di Pekon Ambarawa Timur dan 20 rumah di Pekon Ambarawa juga sudah di evakuasi," Ungkap alumni STPDN ini kepada mediawarga.info melalui percakapan WhatsApp Messenger, Selasa (21/02) malam.

Sementara itu, di Pekon Sidoharjo, setidaknya 350 KK atau 1400 jiwa terpaksa diungsikan sementara akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Ada 8 wilayah RT yang terdampak banjir di Pekon Sidoharjo. 
Menurut Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Sidomaju Pekon Sidoharjo yang ditemui Mediawarga.info, Rabu (22/02) siang, sebenarnya hampir 20 tahun wilayah Sidoharjo terbebas dari banjir. Terakhir terjadi banjir besar di Pekon Sidoharjo tahun 1997.

"Tahun ini, banjir paling parah, biasanya tidak sampai beberapa jam, banjir sudah surut, tapi tahun ini luas wilayah yang terdampak banjir bertambah dan surutnya lama, khususnya di RT. 06 dan RT. 10 LK. 04 wilayah terparah yang terdampak banjir,"Ujar Manvangati.

Paska banjir, warga di dua pekon tersebut masih membutuhkan bantuan, khususnya kebutuhan pokok, perbaikan beberapa rumah warga miskin serta pengobatan akibat timbulnya penyakit paska banjir seperti gatal-gatal.

Seperti yang diceritakan oleh Triono (55 Tahun), warga RT.06/LK.04 Sidoharjo. Triono menuturkan, sebagai buruh harian lepas pengangkut genteng, sementara menganggur karena belum beroperasinya pabrik-pabrik genteng di Sidoharjo sebagai salahsatu sentra industri genteng di Kabupaten Pringsewu.
 
Triono, warga Sidoharjo dan keluarga masih membutuhkan bantuan paska banjir (Dok. Mediawarga.info)
“Saya baru dapat bantuan 5 Kg beras dan Mie Instant dari Kampus Darmajaya, kami masih membutuhkan bantuan sembako lagi” ungkap Bapak 2 putra ini.

Sementara itu warga lainnya, Siti Amanah (47 tahun), tampak terlihat sedih, rumahnya yang sangat sederhana terancam roboh karena batubata rumahnya tergerus air banjir.

“Rumah saya  batu batanya mau lepas akibat banjir kemarin, sejak lama saya mengajukan bantuan rehabilitasi rumah, namun karena terkendala status tanah, belum dapat bantuan sampai sekarang,”Ungkap Siti Amanah, sambil menunjukan kerusakan rumahnya kepada mediawarga.info.
 
Rumah Siti Aminah, warga Sidoharjo yang sederhana (Dok. Mediawarga.info)

Siti Amanah juga baru mendapat bantuan sembako dan mengharapkan pemerintah merehab rumahnya agar tidak roboh walaupun rumahnya masih menumpang di tanah orang lain.

Ada juga warga yang mengaku belum mendapat bantuan seperti Mbah Wakiah (85 tahun).

“Karena saya mengungsi jauh, saya belum dapat bantuan apapun termasuk sembako,” ungkap Mbah Wakiah yang tinggal dirumah yang sangat sederhana ini.

Mbah Wakiah (85 tahun) salahsatu korban banjir di Sidoharjo yang tidak menerima bantuan (Dok: Mediawarga.info)
Selain warga masih membutuhkan bantuan paska banjir, tampak beberapa infrastruktur rusak seperti drainase, jalan aspal desa dan jalan lingkungan.

Seperti halnya di Sidoharjo, warga Ambarawa  Timur juga masih membutuhkan bantuan sembako, perbaikan prasarana Infrastruktur serta kepastian hasil pertanian warga masih bisa dipanen.

Menurut Camat Ambarawa, Ani Sundari, Pekon Ambarawa Timur akan mendapat bantuan pembangunan gorong-gorong paska banjir ini di 3 titik. 

Ani Sundari, Camat Ambarawa (Dok. Mediawarga.info)
“Dinas Pertanian juga akan memberikan bantuan kepada petani agar tanaman padi yang 2 hari terendam banjir masih bisa dipanen,” Ungkap Camat kelahiran Ambarawa ini ketika ditemui Mediawarga.info di Sekretariat Kelompok Wanita Tani Ambarawa Timur, Jum’at (24/02) sore.

Bagi pembaca Mediawarga.info yang ingin menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir di Sidoharjo, Pringsewu, bisa menghubungi Koordianator LKM Sidomaju, Manvangati, dengan contact person : 085378781754. Untuk Pekon Ambarawa Timur bisa langsung berkoordinasi dengan Kantor Pemerintahan Kecamatan Ambarawa.

Baca juga: PPRBK Harus Menjadi Program Mainstream, #CoretanRidwan
 
- - - - - -
Deklarasi LaskarAhlusunnah Wal Jama'ah (Aswaja) Provinsi Lampung di Gedung Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Minggu, 09/10/2016. (Dok. Mediawarga.info)
Bandar Lampung, Mediawarga.info--Ratusan warga Nahdiyin Provinsi Lampung hadiri deklarasi pembentukan organisasi Laskar Ahlusunnah Wal Jama'ah (Aswaja) Provinsi Lampung di Gedung Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Minggu (09/10/2016). 

Deklarasi ini mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Aswaja Provinsi Lampung dan 15 Dewan Pengurus Cabang (DPC)   dengan Ustad M. Sudirman, S.Ag, sebagai Ketua DPW. 

Menurut Ketua Bidang komunikasi dan informasi Laskar Aswaja Provinsi Lampung, Ardian Oktora, Laskar Aswaja dibentuk dalam rangka mengawal Ke Indonesiaan dalam bingkai kemajemukan dengan berlandaskan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah yang mencakup nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), ta'adul (keadilan), dan tawazun (keseimbangan).

"Laskar Aswaja didirikan oleh tokoh-tokoh Nahdatul Ulama, namun organisasi ini diluar struktur kelembagaan NU, berdiri sendiri" Ujar Ardian kepada Mediawarga.info.

Ardian juga menjelaskan Laskar Aswaja hadir di Lampung dalam rangka mengembalikan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah di masyarakat yang mulai hilang, khususnya di pedesaan. 

"Di Lampung mayoritas memeluk Islam Sunni, tapi dalam kesehariannya tidak menunjukan nilai-nilai Aswaja, bahkan ada yang kontra, seperti  munculnya gerakan Syiah dan gerakan Islam yang cenderung radikal" Ungkap Ardian.

Menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Lampung ini, Laskar Aswaja telah menisbatkan dan meneguhkan dirinya untuk mengawal dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, ke Indonesiaan, dan paham ahlussunnah wal jamaah. 

Menurutnya, Laskar Aswaja Lampung juga akan terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan dan bermasyarakat. Sebagai sumbangsih nyatanya,  Laskar Aswaja Lampung concern pada beberapa hal yang menjadi prioritas dikembangkan yakni : Pertama, peneguhan kembali ideologi ahlussunnah wal jamaah. Kedua, pengembangan gagasan ekonomi kerakyatatan. Ketiga, Deradikalisasi paham keagamaan. Kempat, penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Usai deklarasi dan pelantikan pengurus, DPW Laskar Aswaja Lampung melaksanakan rapat kerja wilayah yang diikuti oleh 15 DPC. Hadir dalam acara deklarasi ini perwakilan Muspida Provinsi Lampung, Pengurus NU Provinsi Lampung dan tokoh-tokoh masyarakat Lampung.

Oleh: Muhammad Ridwan
Admin Mediawarga.info
- - - - -
Musrenbang Kabupaten Pringsewu, di aula gedung Kantor Bupati, Selasa (15/3/2016)

Pringsewu, Mediawarga.info--Bupati Pringsewu, Sujadi Saddad,  perintahkan anulir usulan kegiatan yang tidak jelas. Menurutnya anggaran pemerintah daerah harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat.  
Ini dikatakannya saat membuka Musrenbang Kabupaten Pringsewu, di aula gedung Kantor Bupati, Selasa (15/3/2016) .
"Perencanaan anggaran pembangunan tidak boleh berdasarkan planning by function tapi harus berdasarkan planning by programme," ungkap Sujadi.
Menurut Sujadi tahun ini akan ada beberapa proyek infrastruktur besar di Pringsewu yang akan segera direalisasikan. Diantaranya pembangunan Bendungan Way Sekampung.

"Saya harapkan Presiden Jokowi meresmikan ground breaking pembangunan Bendungan Way Sekampung pertengahan tahun ini," Pinta Sujadi kepada Gubnernur Lampung.  

Selain pembangunan Bendungan Way Sekampung, Pemda Kabupaten Pringsewu juga akan mendukung penuh pembangunan jalur Kereta Api Kota Metro - Pringsewu.

"Saat ini Bappeda Pringsewu sedang menyusun masterplane kawasan terpadu agar jalur kereta api Metro-Pringsewu terkoneksi dengan permukiman dan tempat-tempat pariwisata," Papar Sujadi.

Sementara itu Gubernur Lampung dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengungkapkan tahun 2016 merupakan periode terakhir kepemimpinan Sujadi Saddad, dan tahun 2017 merupakan penilaian kinerja bagi Bupati Pringsewu oleh masyarakat.

Menurut Gubernur Lampung, selama kepemimpinan Sujadi Saddad, banyak prestasi yang telah diraih Kabupaten Pringsewu.

Diantaranya tingkat kemiskinan pada tahun 2014 sekitar 9.83 persen, menurun dibandingkan tahun 2010 yang berkisar 12.45 persen. Pertumbuhan ekonomi Pringsewu pun  rata-rata 6 persen, tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pringsewu sekitar 66.8. Ketiga terbesar di Provinsi Lampung setelah Kota Bandarlampung dan Metro. Namun Lampung sendiri IPM-nya masih terendah di Pulau Sumatera di angka 66.42," ungkap Taufik. 

Musrenbang Kabupaten Pringsewu tahun 2016 merupakan agenda tahunan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017. Dihadiri sekira 200 peserta dari perwakilan SKPD, DPRD, Camat, Lurah/Kepala Pekon, Akademisi, LSM, Organisasi Masyarakat, media massa, serta tokoh masyarakat.
- - - - -
Presiden Jokowi Meninjau Kembali Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung, Kamis (11/02/2016)


Jakarta, Mediawarga.info--Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang dengan perkembangan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
 
"Konstruksinya sudah 7,8 kilometer, ini cukup mengagetkan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden Kamis (11/2).


Jokowi kembali mengecek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.


Ini merupakan pengecekan langsung oleh Jokowi yang keempat kali.

Jokowi mengatakan, jika kecepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera bisa terus terjaga seperti sekarang ini, dia yakin, lebaran mendatang, beberapa ruas Tol Trans Sumatera sudah bisa dicoba.

"Maka itu saya akan cek kembali agar ini bisa terwujud," katanya. (Kontan.co.id)
- - - - -
Presiden Jokowi dan Jalan Tol Trans Sumatera (Foto: Istimewa)

Bandarlampung, Mediawarga.info--Presiden Joko Widodo direncanakan akan datang kembali ke Lampung, hari ini. Presiden akan meninjau progres pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) di Sabahbalau, Tanjungbintang, Lampung Selatan, Kamis pagi (11/2).

Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Provinsi Lampung, jajaran Korem 043/Garuda Hitam menggelar rapat pengamanan untuk mempersiapkan kunjungan itu.

Menurut Kepala Penerangan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Lampung, Mayor Inf CH Prabowo, rapat persiapan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi di Lampung itu dilaksanakan di Aula A Yani Makorem 043/Gatam Jl. Teuku Umar No. 85 Bandarlampung, Rabu (10/2) pukul 13.30 WIB.

Selain meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Presiden Jokowi dijadwalkan  akan meninjau Pasar Way Halim Bandarlampung.

Rapat kesiapan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi itu dipimpin langsung oleh Danrem 043/Gatam Kol Inf Joko Putranto MSc dengan dihadiri oleh Danpaspampres, Dandim 0410/Bandarlampung, Dandim 0421/Lampung Selatan, Danyon Infanteri 143/TWEJ, Dan Brigif-3 Marinir, perwakilan dari Polda Lampung, Ws. Kasrem 043/Gatam, para komandan/kepala/pimpinan satuan dinas jawatan Jajaran Korem 043/Gatam, para kasi Korem 043/Gatam, dan instansi terkait lainnya sekitar 50 orang.

Danrem 043/Gatam Lampung, Kol Inf Joko Putranto menyatakan, suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung khususnya, Presiden Joko Widodo kembali berkunjung ke daerah ini.

"Tentunya kita semua berharap kehadiran Presiden Jokowi, akan dapat memberikan dampak positif dalam mengembangkan dan memajukan pembangunan di wilayah Lampung secara keseluruhan," ujarnya.

Jajaran Korem 043 Gatam dan semua pihak, menurutnya, berharap kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung ini dapat berlangsung aman dan lancar.

Presiden Jokowi beberapa kali berkunjung ke Lampung terutama untuk mengecek kesiapan dan memastikan kemajuan dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dari Bakauheni Lampung Selatan ke Terbanggi Besar Lampung Tengah yang kini sedang dikerjakan.

Ruas jalan tol dari Lampung itu dirancang akan menembus wilayah perbatasan Lampung-Sumatera Selatan dan dibangun bertahap hingga wilayah Aceh.

Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 2.818 km yang menghubungkan Lampung hingga Aceh itu diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp150 triliun dan dibangun hingga beberapa tahun ke depan. (Antaranews.com)
- - - - -
Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyo Jati, Kecamatan Ambarawa, Sabtu, 23 Januari 2016. (Dok: Ivan Kurniawan) 

Pringsewu, Mediawarga.info - Bupati Pringsewu, KH. Sujadi Saddad, melakukan kunjungan kerja tanpa didampingi protokoler ke Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Sabtu (23/01/2016),  dalam rangka menghadiri kegiatan sosial Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Waluyojati. 

Sedikitnya 118 warga asal Pekon Waluyojati yang terdiri dari kaum dhuafa dan lansia mendapat bantuan paket sembako dan santunan dari LKM yang bersumber dari laba bersih Unit Pengelola Keuangan (UPK) tahun 2015 sebagai program ekonomi bergulir ex PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang menjadi Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP). 

Kegiatan ini merupakan program tahunan LKM Waluyojati yang dilaksanakan sejak tahun 2009. Tahun 2015, LKM Waluyojati memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 25 juta.

Paket bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad, didampingi Camat Pringsewu Nang Abidin, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Pringsewu Ivan Kurniawan, serta jajaran Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu.
 
KH. Sujadi Saddad dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti ini patut diapresiasi  karena membangun kepedulian sosial ditengah masyarakat. KH. Sujadi Saddad memuji LKM Waluyojati yang berhasil dalam kegiatan ekonomi bergulir, bahkan mampu melaksanakan kegiatan sosial. 

Dalam kesempatan tersebut, Sujadi juga membahas tentang alokasi dana desa dari Kemendesa yang rencananya akan cair tahun ini sekitar Rp.  600 juta.

Sujadi Saddad meninjau hasil kegiatan P2KKP dan jalan-jalan yang masih tanah  di Pekon Waluyo Jati (Dok: Ivan Kurniawan)

"Dana Desa tahun ini bertambah menjadi Rp. 600 juta, harus dimaksimalkan oleh Kepala Pekon untuk pembangunan infrastruktur desa ditambah dengan alokasi bantuan dari P2KKP dari Kementerian PUPR", Tegas KH. Sujadi.

Sebelum menyerahkan bantuan kepada warga Waluyojati, KH. Sujadi Saddad dengan berjalan kaki "Blusukan" meninjau jalan-jalan Pekon Waluyojati yang masih tanah dan hasil kegiatan P2KKP didampingi Camat Pringsewu, Tim Teknis Pemda, jajaran konsultan P2KKP dan LKM Waluyojati. 

Kegiatan Sosial Pemberian Santunan dan Paket Sembako di Balai Pekon Podomoro, Jum,at, 22 Januari 2016 (Dok. Muhammad Ridwan)

Sebelumnya, Jum'at (22/01/2016), LKM Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu juga melakukan kegiatan yang sama memberikan bantuan sembako dan santunan kepada 100 orang warga yang terdiri dari lansia dan yatim-piatu yang dilaksanakan di Balai Pekon Podomoro. Tahun 2015, LKM Podomoro memiliki laba bersih hasil perguliran UPK sebesar Rp. 18 juta, dengan tingkat pengembalian 100 persen, terbaik se-kabupaten Pringsewu. (*)

Oleh: Muhammad Ridwan 
Citizen Reporter Mediawarga.info dan Konsultan P2KKP Kabupaten Pringsewu

- - - -
Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda Pringsewu (Foto: Ivan Kurniawan)

Pringsewu, Mediawarga.info--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Kick Of Meeting (Pertemuan Peluncuran) pelaksanaan Program Grand Design Agroforestry Pringsewu pada Jum’at (22/01/2016) di Ruang Rapat Way Sekampung Kantor Bappeda setempat.

Pengembangan Kawasan Agroforestry Terpadu sendiri rencananya berlokasi di Pekon Sukoharjo I Kecamatan Sukoharjo.

Mewakili Bupati Pringsewu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Pringsewu, Junaidi Hasyim, dalam pengantar awal rapat menjelaskan bahwa Penyusunan Grand Design Agroforestri Kabupaten Pringsewu adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan agroforestri di kawasan model Pekon Sukoharjo I, menyusun arah kebijakan, tujuan, strategi, program unggulan, serta perangkat-perangkat pelaksanaan pengembangan kawasan agroforestri Sukoharjo I.

Junaidi Hasyim juga mengharapkan Kick Of Meeting ini bisa menganalisis potensi pengembangan agroforestri secara makro di Kabupaten Pringsewu dan menyusun rekomendasi sebagai dasar arah kebijakan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu.

Ditambahkan Junaidi, hasil yang diharapkan dalam rapat ini adalah bisa menyusun arah kebijakan beserta strategi dan program kegiatan unggulan pengembangan kawasan agroforestri model di Pekon Sukoharjo I, hasil analisis potensi pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu dan rekomendasi dasar kebijakan pengembangannya.

Sementara itu, Ivan Kurniawan, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda mengatakan bahwa semangat grand design agroforestri di Kabupaten Pringsewu adalah :

Pertama, hasil survei dan pemetaan lapang menunjukkan potensi kawasan agroforestri di Pekon Sukoharjo I dengan luas total 411.762,02 m2 (41,17 hektar), dan terdapat kawasan inti di dalamnya seluas 12.371,38 m2 (1,2 hektar). Asesibilitas lokasi kawasan agroforetri di Pekon Sukoharjo adalah sangat baik.  Lokasi tersebut berada pada lintasan jalan raya Sukoharjo dan kondisi jalan dalam keadaan beraspal dengan lebar yang memadai. Hal tersebut merupakan potensi untuk pengembangan lokasi, karena lokasi mudah untuk dijangkau.

Kedua, lokasi kawasan agroforestri memiliki topografi yang beragam.  Keragaman topografi, mulai dari datar, landai, bergelombang, dan curam memungkinkan variasi pemandangan (view) yang estetis dan tidak monoton.  Pemandangan yang potensial untuk dikembangkan di lokasi sangat beragam, yaitu telaga/danau, lembah berupa sawah, tegalan, serta bukit-bukit hutan agroforestri. Lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri terletak pada ketinggian sekitar 168 m di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum 300C dan suhu minimum 210C.  Kondisi tersebut merupakan kondisi lingkungan fisik yang cukup nyaman untuk pengunjung.  Kenyamanan fisik pengunjung dapat ditingkatkan dengan pemilihan dan penataan vegetasi, sebagai pengarah, peneduh, dan lain-lain.

Ketiga adalah pengembangan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri memberi manfaat ekologi, manfaat edukasi, dan manfaat ekonomi. Kawasan lokasi kawasan inti dan kawasan binaan agroforestri dibagi menjadi dua zona utama, yaitu zona inti dan zona penyangga.  Zona inti adalah zona yang dikembangkan karena memiliki keunikan (unique selling point) dari lokasi sesuai tema utama agroforestri, sedangkan zona penyangga adalah zona yang mendukung fungsi dan keberadaan zona inti. Program pengembangan lokasi kawasan inti meliputi  penataan desain tapak (DED),  pembangunan fisik fasilitas pendukung sesuai DED (parkir, bangunan, jalan sekitar danau, sirkulasi, dan lain-lain, dan pembentukan landscape tapak.

Program pengembangan lokasi binaan KTH “Ngudi Rukun” Sukoharjo I dapat meliputi peningkatan ragam strata tajuk bawah; madu, ternak, fitomarmaka, peningkatan ragam strata atas; tanaman buah, peningkatan teknik konservasi tanah dan air, peningkatan peran kelompok, penanaman tanaman hutan, pembangunan aspek kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata, dan pengembangan kawasan sekitar.

Program pengembangan agroforestri dapat meliputi peningkatan promosi /publikasi kawasan binaan, pendataan dan pengembangan aspek sosial masyarakat yang terlibat dalam  kegiatan agroforestri, di wilayah lain (non binaan), pengembangan touring system,  pengembangan  agroforestri (pemasyarakatan agroforestri pada lahan kering, dan introduksi dan pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi dalam agroforestri),  revitalisasi Hutan Kemasyarakatan,  pengembangan kelembagaan Masyarakat sekitar hutan, dan  pengembangan SDM dan pemuda tani kehutanan.

Kepada Mediawarga.info, Kepala Bappeda, Akhmad Fadoli, optimis jika akan terwujud dengan pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu ini perlu mempertimbangkan program pembangunan terpadu sehingga membutuhkan sinergitas yang baik antar lembaga pemerintahan (SKPD Pemkab) serta unsur-unsur pembangunan lainnya. Sinergitas yang tinggi dapat dihasilkan melalui program pengembangan terpadu yang terencana hasil kesepakatan dan pemikiran pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut Fadoli menambahkan perlu dikembangkannya kerjasama dengan lembaga-lembaga eksternal yang concern dengan pengembangan agroforestri, baik lembaga perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian bidang agroforestri dan pengembangan kawasan/wilayah, NGO, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain. Kerangka umum pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu harus memperoleh dukungan dari lembaga pemerintahan vertikal terkait sehingga berbagai aspek penunjang dapat sinkron dan ditunjang oleh kebijakan pembangunan nasional.

Program-program pengembangan agroforestri di Kabupaten Pringsewu perlu mengedepankan sektor-sektor yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi yang berwawasan ekologi dan konservasi mengingat percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu secara makro mengarah kepada wilayah/daerah perkotaan sebagaimana karakteristik wilayah Kabupaten Pringsewu saat ini,  Pungkas Fadoli. (Ivan/Rid)

- - -