Penyelewengan Dana PNPM Mandiri Meningkat - Mediawarga.info

Breaking

BANNER 728X90

10/29/2013

Penyelewengan Dana PNPM Mandiri Meningkat

Ilustrasi Korupsi
Jakarta (Media Warga Online) - Tujuan mulia Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri untuk menyejahterakan masyarakat ternyata masih disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab. Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemkokesra) dan Kelompok Kerja (Pokja) Pengendali PNPM Mandiri mencatat jumlah dana PNPM Mandiri yang dikorupsi cenderung meningkat.

Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemko Kesra sekaligus Ketua Tim Pokja PNPM Mandiri, Sujana Royat, mengungkapkan meskipun jumlahnya relatif kecil, secara kumulatif dana yang diselewengkan sejak tahun 2007-2013 meningkat mencapai hampir 0,4% dari total dana PNPM Mandiri sebesar Rp 56 triliun lebih, yaitu sekitar 196 miliar lebih. Dari jumlah dana yang dikorupsi ini, baru 48% atau sekitar Rp 95 miliar lebih yang dikembalikan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian.

“Misalnya di tahun 2009 penyelewengan baru di posisi 0,13%, tetapi di tahun 2013 meningkat di 0,35%. Meskipun belum mencapai 1%, tetapi jumlah yang dikorupsi ini bisa untuk memberantas kemiskinan satu kabupaten,” kata Sujana dalam temu media terkait PNPM Mandiri 2014 bersama Menko Kesra Agung Laksono, di Jakarta, Jumat (25/10).

Penyelewengan dana PNPM Mandiri terjadi di 37 kabupaten/kota, namun terbesar di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang diduga mencapai Rp 3,3 miliar. Sanksi yang diberikan adalah mengembalikan aset yang diselewengkan dan diproses secara hukum. Saat ini, tim Pokja PNPM Mandiri masih melakukan audit dan penyidikan.

Khusus untuk Bayat, selain pelakunya telah diberhentikan, kecamatan yang bersangkutan juga diberikan sanksi. Jika sampai akhir 2013 ini tidak ada penyelesaian soal dana yang diselewengkan itu, dana PNPM Mandiri untuk Kecamatan Bayat dibekukan sampai waktu tidak tentu.

“Modus operandi macam-macam, misalnya pembentukan kelompok fiktif, proyek dan laporan keuangan fiktif, padahal proposalnya dibuat sangat bagus,” kata Sujana.


Sumber: Suara Pembaruan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar