Malam ini, Tokoh Islam Bertemu Bicarakan Koalisi untuk Capres - Mediawarga.info

Breaking

BANNER 728X90

4/17/2014

Malam ini, Tokoh Islam Bertemu Bicarakan Koalisi untuk Capres

 Elektabilitas partai Islam di Pemilu 2014.

JAKARTA (Media Warga Online) - Partai-partai berbasis massa Islam tidak mendapat suara sesuai harapan dalam Pemilihan Legislatif 9 April lalu. Karena itu, umat Islam mendesak partai-partai berbasis muslim untuk bersatu.

Mengutip VIVANews.com hari ini, Kamis, 17 April 2014 tokoh-tokoh bersatu membicarakan itu di Cikini, Jakarta Pusat. Bachtiar Nasir, Ketua Pelaksana Koalisi Umat Islam menuturkan, itu diadakan untuk menampung aspirasi.

“Dari daerah juga mendesak mengumpulkan tokoh-tokoh Islam, menentukan capres dan cawapresnya, serta menuntut agar partai Islam tidak terjebak dalam partai politiknya,” katanya.

Bachtiar menyebut, jika ditotal suara partai-partai Islam dalam Pileg kemarin mencapai 32 persen. Karena itu, ia meminta, para petinggi partai memperhatikan kepentingan suara tersebut.

“Pemilik suara 32 persen adalah umat Islam. Tapi, ada kontrak politik yang berbeda antara yang disampaikan dengan kontrak di bawah tangan. Koalisi di bawah ego sektoral individu,” lanjutnya.

Para pemilik suara yang diwakili ormas Islam, menurut Bachtiar, meminta partai-partai Islam tidak melakukan manuver politik. Partai yang bermanuver, ia mencontohkan, seperti PPP yang mendekat ke Gerindra, PKB yang mendekat ke PDIP, dan PAN yang mendekat ke Demokrat.

“Aspirasi umat menginginkan capres Islam,” tegasnya. Lantas, apakah Bachtiar sudah mengusung sebuah nama? Ia menyebut beberapa kandidat, yang sebelumnya telah dilontarkan partai Islam.

Yakni, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Ahmad Heryawan, dan Rhoma Irama. Mereka itu, diharapkan Bachtiar bisa memperjuangkan partai tanpa terikat kontrak politik.

Beberapa tokoh dipastikan akan hadir dalam forum koalisi partai Islam yang berlangsung tertutup. “Malam ini, Amien Rais, Anis Matta, Mahfud MD konfirmasi akan hadir. JK berhalangan,” katanya.(VIVANews.com)