Profil Caleg PKS Terpilih | Yudy Kotouky, Mubaliqh Sejati Dari Nabire - Mediawarga.info

Breaking

BANNER 728X90

5/15/2014

Profil Caleg PKS Terpilih | Yudy Kotouky, Mubaliqh Sejati Dari Nabire

Mediawarga.info - Rajin memperjuangkan dispensasi biaya pendidikan bagi anak-anak Papua, Kotouky juga rajin berdakwah dari satu pedalaman ke pedalaman lain. Kini ia berhasil mendirikan satu pesantren di Nabire.

Kotouky berasal dari Propinsi Papua, sebelumnya mereka tinggal di lembaga pendidikan, tetapi kemudian di telantarkan karena kehabisan dana.

Muhammad Yudi Kotouky, 34 tahun, yang mendapati mereka langsung membawanya kesebuah pesantren di sekitar kampus Islam di wilayah Jabotabek. Mereka ada yang mualaf, yaitu yatim piatu, dan ada pula yang muslim sejak lahir tapi minim perekonomiannya. Kotouky adalah salah satu pembela mereka untuk memperoleh pendidikan agama yang layak.

Menurut Kotouky, anak-anak asal kawasan timur telah datang secara bertahap ke Jakarta sejak 1980-an. Ongkos perjalanan mereka biasanya dikumpulkan secara swadaya, melibatkan instansi maupun swasta di tanah asal (Papua). “tujuan hijrah ke Jakarta hanya dua : 

"sebagian menuntut ilmu, dan sebagian lainnya mencari bantuan untuk pengembangan sarana pendidikan” ujarnya.

Kotouky adalah salah seorang pendiri Pondok Pesantren Asy-syafi’iayh, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua. Di Jakarta ia bertugas mendatangi instansi pemerintah untuk mengajukan proposal pembangunan pesantren tersebut.

Walau Kotouky memeluk Islam sejak lahir, tetapi hingga tamat SD di Nabire, pendidikan agama tingkat dasar pun belum sepenuhnya ia dapatkan. Menginjak SMP, ia pun melancong ke pulau Jawa, diberi kesempatan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Katholik Atmajaya (UNIKA) semarang.

Keteguhan iman Kotouky berhembus sekitar 1990-an, saat ia kuliah di Universitas Katholik terkuat ini. Aktivitas keislaman- ia lakukan secara sembunyi-sembunyi disela-sela kegiatan kuliah. Ia sempat bergabung dengan kelompok pengajian luar kampus dan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Suatu saat, pada 1994, ia kedapatan menyimpan Al-Qur'an di asramanya. Tanpa basi-basi. Ia pun langsung diberhentikan dari Universitas tersebut. Ia juga diinterogasi pihak rektorat, terlebih setelah diketahui ia telah aktif di HMI Jawa Tengah.

Sebelum dekrit pemberhentiannya dibacakan, Kotouky sempat berdebat dengan pejabat rektorat dan seorang Rom0 :

 “Kenapa anda menyimpan Al-Qur’an? Dan mengapa anda terlibat aktif dalam HMI?

Kotouky menjawab seraya balik bertanya : 

“Mohon maaf Romo, bukankah sejak mendaftar nama saya Muhammad? Jadi apa salah saya?

“Ya, tapi anda telah melanggar ketentuan penyandang dana kuliah anda" tukas Romo.

“Romo, ketentuan itu kan tidak tertulis, mana saya tahu? Balas Kotouky

Namun Romo, kukuh dengan pendapatnya untuk memecat Kotouky tanpa menghiraukan argument Kotouky yang kala itu tengah menyusun skripsi. Meski dipecat, Kotouky yang suka bicara blak-blakan itu tak putus harapan. Ia lekas mencari jejak-jejak pengetahuan Islam yang selama ini diburunya. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Dr. zamaksyari Dhoifer, guru besar Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, Jawa tengah.

Disinilah, Kotouky mulai menemukan kembali nafas dan hidayahnya sebagai muslim sejati. Hampir setahun lebih ia berguru kepada pengarang buku Tradisi Pesantren itu. Seperti dirasakannya, seakan ia mendapat kembali angin segar pengetahuan agama yang selama inidicarinya.

Cara membaca al-Qur’an sedikit demi sedikit ia perbaiki. Ia juga belajar menghafal beberapa hadits, dan ketinggalan tentunya, belajar berorganisasi.

Islam bukanlah sesuatu yang baru, orang tua Kotouky dan banyak penduduk Nabire sudah memeluk islam sejak lama. Menurut sejarah, islam telah tumbuh disana sejak awal kemerdekaan, dan hingga kini pemeluknya kian berkembang pesat. “jika anda Muhibah kesana saat ini, bukan hal langka akan anda daptkan wanita berkerudung. Bulan ramadhan disana juga seperti daerah lain, ramai dan suasananya sangat religious. Papar kotouky.

Kini,  Yudy Kotoukybergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari daerah pemilihan (Dapil) Papua. 

Hal ini untuk pertama kalinya sepanjang Pemilu di era reformasi PKS memperoleh satu kursi dari Papua.


Profil Singkat

Berikut adalah profil singkat Yudy Kotouky, putra asli Papua,  Caleg PKS periode 2014-2009 dari daerah pemilihan Papua.

Nama Lengkap:
Muhammad Yudy Kotouky

Suku:
Mee (Pegunungan Barat Papua)

Tempat Tanggal Lahir:
Papua, 12 Juli 1974

Dapil Pemilihan:
Asmat, Biak Numfor, Boven Digul, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Jayapura, Jayawijaya, Keerom, Kepulauan Yapen, Kota Jayapura, Lanny Jaya, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Nduga, Paniai, Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Sarmi, Supiori, Tolikara, Waropen, Yahukimo, Yalimo.

Pengalaman Organisasi:
1. Dewan Pembina Masyarakat Muallaf, Kab. Dogiyai
2. Dewan Pendiri Pondok Pesantren Assaptia, Kab. Nabire
3. YPI Muslim Papua

Prestasi:
Keberhasilan Organisasi Pembinaan Anak Yatim Piatu Asal Papua Dari Dirjen Bansos Kementerian Sosial
PKS Piyungan | Beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar